Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Inflasi Terjaga, BPS: Persiapan Pemerintah Lebih Matang

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2018-12-04
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menilai, pemerintah pada akhir tahun ini lebih sigap dalam mengendalikan stabilitas harga. Hal ini tercermin dalam inflasi November 2018 yang sebesar 0,27 persen dan justru turun dibandingkan inflasi Oktober 2018 yang sebesar 0,28 persen. Sementara, kata Suhariyanto, berdasarkan tren sebelumnya, inflasi November kerap mengalami lonjakan lantaran faktor musiman akhir tahun. 

"Bukan karena daya beli, tapi antisipasi pemerintah bahwa akhir tahun terjadi kenaikan harga. Sehingga, persiapannya jauh lebih matang," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/12). 

Suhariyanto merinci, inflasi pada November 2017 adalah sebesar 0,2 persen. Angka itu melonjak jika dibandingkan inflasi Oktober 2017 yang sebesar 0,01 persen. Begitu pula dengan inflasi November 2016 yang sebesar 0,47 persen atau melonjak dari 0,14 persen pada Oktober 2016. 

Dia menyebut, pola inflasi November 2018 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dia menyebut, penyumbang utama inflasi bulan lalu adalah kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Sementara, pendorong inflasi pada November 2017 adalah kelompok bahan pangan dengan cabai merah memberikan andil sebesar 0,06 persen, beras memberikan andil sebesar 0,03 persen, dan bawang merah dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.  

Kendati demikian, Suhariyanto meminta pemerintah mewaspadai inflasi bahan pangan pada Desember mendatang. Ini karena tahun lalu, stok beras di Bulog berada di bawah 1 juta ton dan komoditas pangan itu pun memicu lonjakan inflasi pada Desember 2017. Kala itu, inflasi mencapai 0,71 persen dengan andil beras mencapai 0,08 persen. 

"Dengan stok beras di Bulog saat ini (memadai) mudah-mudahan tidak terjadi lagi (inflasi tinggi)," kata Suhariyanto. 

Diberitakan sebelumnya, kenaikan tarif angkutan udara menjadi penyebab utama inflasi November 2018 dengan andil sebesar 0,05 persen. Untuk diketahui, inflasi November 2018 adalah sebesar 0,27 persen. Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi tertinggi yakni sebesar 0,56 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,1 persen. 

"Ini mendekati akhir tahun dan banyak kegiatan kementerian dan Pemda menyebabkan kenaikan permintaan pesawat. Kenaikan tajam terjadi di Indonesia Timur seperti Ambon, Ternate, dan Sorong," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin (3/12). 

Masih dari kelompok yang sama, kenaikan harga bensin nonsubsidi juga memberikan andil signifikan pada inflasi November 2018 yakni sebesar 0,02 persen. Hal ini seiring dengan kenaikan harga bensin seri Pertamax

Sementara itu, kelompok bahan pangan mengalami inflasi sebesar 0,24 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen pada November 2018. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yaitu bawang merah sebesar 0,04 persen, beras sebesar 0,03 persen, dan telur ayam ras, tomat sayur, serta wortel masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen. Sementara, komoditas yang dominan memberikan andil deflasi yaitu cabai merah sebesar 0,04 persen dan daging ayam ras, melon, pepaya, cabai rawit, dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01 persen. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Industri

  • Pemerintah Ingin Bangun Pendidikan Vokasi di Pesantren
  • 3 Kawasan Ekonomi Khusus Ditargetkan Beroperasi Awal 2019
  • Kementan: Alsintan Tingkatkan Produksi Pertanian
  • 2018, Kementan Rogoh Rp 2,75 T untuk 69.196 Unit Alsintan
  • Indonesia Kirim Tenaga Ahli Pertanian ke Myanmar
  • Indonesia Jajaki Peluang Kerja Sama KEK dengan Korsel
  • Kinerja Kementan Jadi Rujukan Prestasi Pemerintah
  • BKP Kementan Berdayakan Petani di Maluku dan Maluku Utara
  • Petani Poso Antusias Ikuti Bimtek Budidaya Padi dan Jagung
  • PUPR: Rekonstruksi Sulteng Dipercepat
  • Indonesia Kurangi Kesenjangan Melalui Pembangunan Berkelanjutan
  • Jokowi: Infrastruktur di Sumatera hingga Papua harus Sebaik di Jawa
  • Pertumbuhan Ekonomi RI Berpotensi Paling Cepat di Dunia Tahun Depan
  • Presiden Jokowi: Kita Harus Bertumpu pada SDM
  • Pupuk Indonesia Amankan Realokasi Pupuk Bersubsidi
  • Petani Banyuasin Antusias Terima Bantuan Escavator Kementan
  • Jokowi Ingin Anak Muda Bantu Kembangkan UMKM
  • Indonesia-Taiwan Kerja Sama Berdayakan Petani
  • Bulog: Stok Beras dan Daging Cukup hingga Pertengahan Tahun Depan
  • BKPM Optimistis Perekonomian Indonesia Membaik