Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

BPS Sebut Daya Beli Buruh Tani November Membaik

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2018-12-04
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tingkat daya beli buruh tani meningkat pada November 2018 dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut tercermin dari indeks Nilai Tukar Petani (NTP) yang naik 0,09 persen menjadi 103,12.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan kenaikan NTP terjadi karena tingkat harga yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan yang mereka bayarkan. Tercatat, harga yang diterima petani meningkat 0,26 persen, sementara yang dibayarkan petani hanya meningkat 0,17 persen.

Ia bilang, perbaikan tersebut disebabkan oleh peningkatan harga sejumlah komoditas pangan yang dihasilkan petani. Sedangkan kenaikan harga atau inflasi di pedesaan cukup stabil dari bulan sebelumnya, sementara bila dibandingkan dengan inflasi nasional lebih rendah.


"Inflasi pedesaan pada November 2018 hanya sebesar 0,12 persen, jauh lebih rendah. Sedangkan inflasi nasional mencapai 0,27 persen," ucapnya di kantor BPS, Senin (3/12).


Berdasarkan sektornya, peningkatan daya beli buruh tani dirasakan oleh petani di sektor tanaman pangan sebesar 1,37 persen. Peningkatan terjadi karena ada kenaikan harga jual gabah dan jagung di tingkat petani.

"Harga gabah meningkat 1,86 persen dan harga jagung 1,01 persen," terangnya.

Pengaruh dari kenaikan harga gabah dan jagung ini membuat rata-rata daya beli buruh tani meningkat. Walaupun mengalami peningkatan, BPS juga mencatat daya beli buruh tani di sektor lain justru menurun. Daya beli buruh tani sektor hortikultura misalnya turun 0,69 persen.

"Ada penurunan harga komoditas sayur-sayuran, seperti petai dan tomat. Begitu juga dengan buah-buahan, seperti mangga dan jambu biji, serta tanaman obat, misalnya jahe dan kencur," katanya.


Begitu pula dengan daya beli buruh tani sektor tanaman perkebunan rakyat yang turun 0,69 persen, sektor peternakan merosot 0,26 persen, dan perikanan menyusut 0,47 persen. Tak ketinggalan, daya beli buruh ikan tangkap dan ikan budidaya, masing-masing turun 0,7 persen dan 0,3 persen.

"Beberapa komoditas yang turun harganya, yaitu sawit, kemiri, ikan tongkol, ikan cakalang, ikan nilem, dan ikan lele," jelasnya.

Berdasarkan provinsi, peningkatan daya beli tertinggi terjadi di Sumatera Barat karena kenaikan harga kakao sebsar 3,65 persen. Sementara penurunan daya beli dirasakan buruh tani di Riau lantaran harga minyak sawit mentah turun mencapai 7,31 persen.
(cnn)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Ketenagakerjaan

  • BPS Sebut Daya Beli Buruh Tani November Membaik
  • Masuki Era Industri 4.0, Kemenperin Dorong Penguatan SDM
  • Pekerja Migran Makin Terlindungi dengan Permenker Baru
  • Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat
  • Kesejahteraan Buruh Tani Dinilai Relatif Lebih Baik
  • BPS Mencatat Upah Buruh Tani dan Bangunan Naik di Oktober 2018
  • 2.513 Siswa BLK Semarang Mendapat Sertifikat Kompetensi Kerja
  • Dana Desa Mampu Tekan Pengangguran
  • Jurus Kemendikbud Dorong Lulusan SMK Siap Pakai di Dunia Kerja
  • Pemerintah siapkan skema kebutuhan tenaga kerja lewat RPJMN 2020-2024
  • Strategi pemerintah kurangi jumlah pengangguran dari lulusan SMK
  • Penciptaan Lapangan Kerja Tahun Ini Mencapai 2,99 Juta Orang
  • Presiden Jokowi: Penurunan angka pengangguran wajib disyukuri
  • Tingkat Pengangguran di Indonesia Turun
  • Menaker: Kenaikan UMP 2019 Sesuai Inflasi
  • Menaker: Tak Usah Demo, UMP 2019 Naik Signifikan
  • UMP 2019: 26 Provinsi Sudah Ketok Palu, 8 Provinsi belum
  • Jokowi Ingin Pekerja Konstruksi di Indonesia Sejahtera
  • Jokowi: Tenaga kerja asing di RI kurang dari 1 persen, dibilang jutaan
  • Jokowi Buka Program Sertifikasi 10.000 Tenaga Kerja Konstruksi