Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Peran Penting Jokowi untuk Hilirisasi Industri

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2018-12-05
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menilai kehadiran Presiden Joko Widodo dalam mengawal hilirisasi industri teramat penting. Peningkatan nilai tambah komoditas unggulan ekspor perlu mendapat dukungan.

"Saya kira keinginan Presiden Jokowi tidak berlebihan untuk meningkatkan nilai tambah, memang harus melakukan seperti itu dengan hilirisasi industri," ungkap Fahmy, Selasa, 4 Desember 2018.

Niatan untuk mengubah nilai tambah dalam produk turunan komoditas terutama sektor pertambangan ini perlu dilakukan dengan serius. Implementasinya, kata Fahmy, perlu disamakan seperti pemerintah yang telah mengawal proyek infrastruktur nasional.

"Mengawal hilirisasi industri ini mesti dikawal langsung oleh Jokowi agar tidak hanya diwacanakan. Seperti mengawal proyek infrastruktur, itu kan dikawal dengan baik sehingga bisa diwujudkan," ungkapnya.

Menurut Fahmy, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan pemerintah yakni dengan menyiapkan desain hilirisasi industri. Selain itu, fasilitas pendukung pun menjadi poin utama khususnya dalam mendorong peran pelaku industri.

"Kementerian Perindustrian harus punya road map atau cetak biru hilirisasi. Lalu perlu ada dukungan fasilitas bisa infrastruktur atau fasilitas perpajakan atau fasilitas investasi agar pengusaha mau dilakukan hilirisasi," bebernya.

Sikap tegas pemerintah dalam kebijakan ekspor bahan mentah juga perlu dilakukan melalui regulasi kepada pelaku usaha. Program penataan dan peningkatan industri nasional ini pun bisa mulai dilakukan dengan segera secara bertahap.

"Fasiltas itu ada relokasinya, sehingga diarahkan pada hilirisasi. Tanpa aturan dan diserahkan kepada pasar ya yang terjadi seperti saat ini," tandasnya. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Industri

  • Pemerintah Ingin Bangun Pendidikan Vokasi di Pesantren
  • 3 Kawasan Ekonomi Khusus Ditargetkan Beroperasi Awal 2019
  • Kementan: Alsintan Tingkatkan Produksi Pertanian
  • 2018, Kementan Rogoh Rp 2,75 T untuk 69.196 Unit Alsintan
  • Indonesia Kirim Tenaga Ahli Pertanian ke Myanmar
  • Indonesia Jajaki Peluang Kerja Sama KEK dengan Korsel
  • Kinerja Kementan Jadi Rujukan Prestasi Pemerintah
  • BKP Kementan Berdayakan Petani di Maluku dan Maluku Utara
  • Petani Poso Antusias Ikuti Bimtek Budidaya Padi dan Jagung
  • PUPR: Rekonstruksi Sulteng Dipercepat
  • Indonesia Kurangi Kesenjangan Melalui Pembangunan Berkelanjutan
  • Jokowi: Infrastruktur di Sumatera hingga Papua harus Sebaik di Jawa
  • Pertumbuhan Ekonomi RI Berpotensi Paling Cepat di Dunia Tahun Depan
  • Presiden Jokowi: Kita Harus Bertumpu pada SDM
  • Pupuk Indonesia Amankan Realokasi Pupuk Bersubsidi
  • Petani Banyuasin Antusias Terima Bantuan Escavator Kementan
  • Jokowi Ingin Anak Muda Bantu Kembangkan UMKM
  • Indonesia-Taiwan Kerja Sama Berdayakan Petani
  • Bulog: Stok Beras dan Daging Cukup hingga Pertengahan Tahun Depan
  • BKPM Optimistis Perekonomian Indonesia Membaik