Menko Darmin Luncurkan KUR Khusus Peternakan Rakyat Sebesar Rp 8,9 Miliar

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2018-12-06
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah Jokowi-JK meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat sebagai implementasi dari Kebijakan Pemerataan Ekonomi. KUR khusus peternakan rakyat disalurkan sebesar Rp 8,9 miliar dan diberikan kepada 69 anggota kelompok peternakan rakyat.

"Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi masalah ketimpangan dan kemiskinan dengan memperkuat Kebijakan Pemerataan Ekonomi yang mencakup lahan, kesempatan, dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melalui siaran pers, Jakarta, Kamis (6/12).

Menko Darmin melanjutkan, salah satu fokus pemerintah adalah memberikan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara dalam penyediaan lahan mencakup reforma agraria dan perhutanan sosial, serta pendidikan vokasi untuk pilar kapasitas SDM.

Dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2017, pemerintah mengatur tentang KUR khusus. Artinya, KUR diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster dengan menggunakan mitra usaha untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat, dan perikanan rakyat.

"Seperti di Sumatera dan Kalimantan, pemerintah telah menyalurkan KUR khusus untuk replanting sawit. Lalu khusus untuk komoditas peternakan rakyat, KUR ini bisa digunakan baik untuk penggemukan, perah, maupun pembiakan ternak," terang Menko Darmin.

Adapun bank yang ditunjuk sebagai penyalur KUR khusus peternakan rakyat kali ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Jateng, dan Bank Sinarmas, dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pengayom Tani Sejagat.

Menko Darmin mengimbau bank atau penyalur KUR untuk turut mendukung KUR khusus peternakan rakyat ini. Caranya adalah dengan membantu peternak menyelesaikan persyaratan seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan dokumen pendukung lain dalam mengajukan KUR.

"Kekurangan persyaratan justru harus dibantu oleh bank, mengingat terbatasnya pengetahuan peternak kecil terhadap KUR ini. Selain itu, penarikan KUR baiknya dilakukan dengan sistem kartu sehingga peternak menarik KUR sesuai dengan kebutuhan pembiayaan, tegasnya.

Menurutnya, dengan sistem tersebut, pembiayaan tidak memberatkan peternak. Hal ini juga sejalan dengan telah diluncurkannya kartu tani di Jawa Tengah yang sudah dapat mengintegrasikan subsidi pupuk, rekening tabungan, dan penyaluran KUR. (mer)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Menteri Edhy Minta Stimulus Rp1,24 Triliun untuk Bantu Nelayan
  • Jamin Kualitas Produk, KKP Dorong Pendaftaran Pakan dan Obat Ikan
  • Kementan Kembangkan Korporasi Petani dan Peternak
  • Kementan: Brahman Sejahtera, Kisah Sukses Percontohan Korporasi Peternakan
  • Kementan: Pandemi Tak Halangi Capaian Program Sikomandan
  • Kementan: Harga Ayam dan Telur Beranjak Naik ke HPP, Peternak Lega
  • Peternak: Suplai Ayam Berkurang, Harga Membaik
  • Perum Perindo Realisasikan Serapan Ikan Nelayan
  • KKP Berikan Insentif Benih Bagi Pembudidaya Udang Windu
  • Garap Potensi Industri Perikanan Butuh Pengembangan Big Data Berbasis Blockchain
  • Kementan: Harga Ayam Hidup Peternak Membaik
  • Kementan Dorong Pengembangan Sumber Daya Ternak Lokal Sapi Pasundan
  • KKP Distribusikan Bantuan Benih Kepiting di Jawa Tengah
  • Menteri Erick Tugasi Perum Perindo Serap 3.000 Ton Ikan/Bulan dari Nelayan
  • Kementan Ajak Pemda Perkuat Pengawasan Produk Hewan di Pasaran
  • Ratusan Nelayan Tuna Pulau Buru Raih Sertifikat Ecolabelling MSC
  • KKP Tangkap Kapal Berbendera Filipina Curi Ikan di Laut Sulawesi
  • Pulihkan Ekosistem, KKP Giatkan Pembangunan Coral Garden
  • KKP Salurkan 136 Ton Bantuan Pakan Ikan ke Pembudidaya Selama Covid-19
  • Kementan: Serapan Ayam Peternak Mandiri Capai 14,9 Persen