Mentan: Kawal Program Optimalisasi Lahan Rawa

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Pertanahan | 2018-12-07
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengirim puluhan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa escavator besar ke Sumatera  Selatan. Alat berat ini merupakan bantuan dalam program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI), di Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman berpesan kepada Gubernur Sumsel, Kepala Dinas Pertanian Prov. Sumsel, serta segenap penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan, untuk menjaga  dan mengawal program ini.

"Terima kasih pada gubernur, kita akan  membangunkan lahan tidur. Hari ini kami kirim 22 escavator besar dari Jakarta, nilainya kira-kira Rp 60 miliar. Tolong diamankan, dipantau, dikawal penuh, ini program khusus Pemerintah,” kata Mentan saat memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi Serasi di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (6/12).

Untuk tahap pertama, optimasi akan dilakukan terhadap sekitar 200 ribu hektar lahan. "Kita mempunyai varietas baru yang cocok untuk daerah rawa. Dengan begitu akan bisa meningkatkan pendapatan petani,” ujar Amran.

Ke depan jika korporasi sudah berjalan, petani akan memiliki saham sebanyak 49 persen. Namun Amran memastikan seluruh harga gabah 100 persen milik petani. Petani akan memiliki tambahan pendapatan dari hilir, karena petani juga akan melakukan pengemasan hasil tani nya.

"Kalau di Sumsel ini optimasi lahan rawa pasang surut seluas 200 hektar jadi (berjalan), akan meningkatkan pendapatan  Provinsi Sumsel hingga Rp 12 triliun,” pungkas Amran optimistis.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dirjend TP) Kementan Sumarjo Gatot Irianto menjelaskan, proyek optimasi lahan rawa pasang surut dalam program Serasi akan dibiayai Pemerintah pusat. 

"Di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin saya sampaikan bantuan cukup diberikan selama satu tahun pertama, begitu ya Pak Menteri?,” kata Gatot di hadapan Gubernur Sumsel dan peserta Rakor Serasi.

Setelah satu tahun, lanjut Gatot, barulah secara perlahan dan bertahap dikelola secara mandiri melalui mekanisme usaha bersama kelompok petani dan gabungan kelompok petani (Poktan & gapoktan). Kemudian di tahun berikutnya terus bertransformasi menjadi korporasi, sehingga dikelola secara matang dengan perhitungan profit yang profesional.

"Pengembangan usaha bersama Poktan/gapoktan dengan skala 5 ribu hektar ini, adalah cikal bakal menjadi PT sehingga dikelola secara professional,” imbuhnya. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • BNPP : 5 Juta Hektare Lahan di Perbatasan Berpotensi Dikembangkan
  • SWASEMBADA GARAM : Status Lahan Di Kupang Tuntas
  • PUPR Antisipasi Dampak Kekeringan Lahan Pertanian
  • Kemarau Jadi Momen Tingkatkan LTT Lahan Rawa
  • Alami Kekeringan Lahan, Kementan Berikan Luas Tanam Baru untuk Petani
  • Manfaatkan Lahan Rawa untuk Sawah, Mentan Dapat Dukungan DPR
  • Terinspirasi KRPL, Lahan Pemasyarakatan Dijadikan Pertanian
  • Terdampak Banjir, Lahan Pertanian Berasuransi di Sulsel Diganti 100%
  • Pemerintah Targetkan Penyelesaian 167 Kasus Konflik Agraria
  • Kementan-TNI Cetak Sawah Baru 200 Hektar di Aceh Besar
  • Kementan Targetkan Satu Juta Hektare Sawah Miliki Asuransi
  • Begini Cara Kementan Mengelola Lahan Rawa Progam Serasi
  • Mentan Perintahkan Optimalkan Lahan dan Kebun Percobaan
  • Brigade Alsin, Strategi Mentan Garap Lahan Rawa
  • Kementan Jamin Optimalisasi Lahan Rawa Capai Target
  • Produktivitas Lahan Rawa Diklaim Mampu Tekan Gejolak Harga
  • Kementan Dorong Optimalisasi Rawa di Kabupaten Toli-Toli
  • Kementan Imbau Daerah Pertahankan Sawah Atau DAK Pertanian Ditinjau Ulang
  • Presiden Jokowi: Berdayakan Lahan Garam, Petani NTT Bisa Raup Rp 15 Juta per Bulan
  • Kejar Target Serasi, Kementan Mencari Lahan Rawa di Kalteng