Kasus Penyelewengan Dana Desa Menurun

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Keuangan Negara dan Daerah | 2018-12-10
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kasus penyelewengan dana desa (DD) secara nasional terjadi penurunan. Dari 1.000 kasus penyelewengan yang ditangani aparat penegak hukum pada 2017, turun menjadikan 826 kasus pada 2018.

"Pihak yang menangani kasus penyimpangan admnistrasi adalah Tim APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah," ujar Sekretaris Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT, Hi Mukhlis, Ahad (9/12).

Jumlah desa di Indonesia 74 ribu, sehingga dengan jumlah kasus penyelewengan yang ditangani aparat sebanyak itu menurut dia tergolong kecil. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan berbagai langkah agar kasus penyelewengan bisa diminimalisir, bahkan diharapkan tidak terjadi lagi.

Ia menjelaskan turunnya kasus penyelewengan DD menjadi 826 kasus karena pihaknya terus melakukan berbagai langkah. Diantaranya bekerja sama dengan kepolisian dan KPK dalam pengawasan penggunaan DD, termasuk terus melakukan pelatihan guna menguatkan kapasitas kepala desa memanfaatkan DD.

Selaku kementerian yang secara teknis menangani dan mengelola DD, Kemendes membangun koordinasi dan komitmen dengan semua pihak, seperti pemprov, pemkab, aparat penegak hukum, bahkan dengan perguruan tinggi. Dalam kerja sama ini bahkan sudah ada nota kesepahaman yang dibuat.

Tujuannya untuk mengadvokasi kepala desa dan perangkat desa dalam menggunakan DD, sehingga kepala desa merasa nyaman dan tidak was-was dalam mengalokasikan anggaran pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desanya.

Mukhlis mengemukakan 60 persen kepala desa hanya menamatkan pendidikan setingkat SMA. Bahkan ada sekian persen tidak sampai menamatkan pendidikan formal. Ini yang tetap pihaknya upayakan sehingga penggunaan DD bisa optimal, berkualitas, efektif, dan efisien.

Di sisi lain, pihaknya juga mengupayakan standar pelaporan pertanggung jawaban keuangan di desa bisa lebih sederhana ketimbang saat ini dan terlalu rumit, agar dalam waktu setahun para kepala desa dan jajarannya tidak hanya berkutat pada pelaporan pertanggung jawaban.

"Selain laporan baik, serapan anggaran juga harus baik, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat juga bisa berjalan simultan. Kami sudah mengomunikasikan hal ini dengan Kemenkeu," kata dia. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Hingga Juni 2019, Pemerintah Jokowi Salurkan Bansos Rp 70 Triliun
  • Dana Desa Diteruskan, Ini Prioritas Kemendes
  • Mendes: Anggaran Dana Desa akan Naik Hingga 400 Triliun
  • Modal Asing Masuk Tembus Rp 154 Triliun Hingga Akhir Juni
  • Penyerapan Dana Desa Capai 99 Persen
  • Dana Desa Bisa Digunakan untuk Kurangi Risiko Bencana
  • Modal Asing Sebesar Rp 130,24 Triliun Masuk ke Indonesia
  • Ketimpangan Pendapatan di Desa Semakin Menurun
  • Modal Asing Masuk ke Indonesia Capai Rp 112,98 Triliun
  • Alokasi Dana Desa Angkat Status 5.000 Desa
  • Dana Desa Percepat Ekonomi Masyarakat Desa Baturetno
  • Dana Desa Imogiri Percepat Pemerataan Pembangunan Jalan
  • Dana Desa Bantu Kembangkan Potensi Daerah Sleman
  • Kemendes Targetkan Tersisa 9.000 Desa Tertinggal Tahun Ini
  • Dana Desa untuk Kepulauan Sangihe Naik Rp 14 Miliar
  • BI waspadai sejumlah tantangan pengganggu stabilitas keuangan
  • BI Jember sediakan Rp5,01 triliun untuk Ramdhan dan Lebaran 2019
  • Penggunaan Dana Desa Diarahkan untuk Menggali Potensi Desa
  • Dana Desa Kukar Sudah Dirasakan Masyarakat
  • Jaksa Jaga Desa Bantu Optimalisasi Dana Desa Bekasi