Petani Teh Minta GPATN Kembali Digencarkan

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2018-12-13
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kalangan petani teh berharap pemerintah kembali mengintensifkan Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional (GPATN) demi mendongkrak produktivitas menjadi 2,5 ton/ha/tahun.

Nugroho B. Koesnohadi, Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo), mengatakan pelaksanaan program GPATN tersebut dapat mencegah konversi kebun teh yang masif.

Dengan demikian, tambahnya, meskipun ada petani yang mengalihkan komoditasnya, luas total areal kebun teh tetap terjaga karena petani eksisting didorong untuk melakukan ekstentifikasi perkebunannya.

Selain itu, program tersebut dia yakini bisa memperbaiki produktivitas kebun teh nasional yang sekarang berkisar 1 ton/ha/tahun—1,2 ton/ha/tahun.

“Kebun yang sudah merasakan program tersebut produktivitasnya jadi membaik ke 3 ton/ha/tahun. Dengan program ini sedikitnya produktivitas [total] naik sampai 2,5 ton/ha/tahun," katanya, Selasa (11/12).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas tanam kebun teh pada 2018 hanya mencapai 114.000 ha, menyusut 3.000 ha dibandingkan dengan 2017.

GPATN ini diprakarsai Dewan Teh Indonesia (DTI) tiga tahun lalu dan saat itu dilaksanakan dengan membentuk koperasi klaster yang merupakan gabungan petani teh dengan lahan kelolaan seluas 300 ha kebun teh rakyat. Namun, gaung dari gerakan tersebut saat ini sudah jarang terdengar.

"Seharusnya itu diintensifkan [program ini] bukan menurun. Namanya program penyelamatan jadi tolong dilanjutkan, setahun harusnya minimal luas 5.000 hektare. Petani teh juga sudah semangat untuk tanam baru sendiri [new planting]," katanya.

Nugroho mengatakan target utama untuk revitalisasi perkebunan teh rakyat pada tahun depan adalah menjalankan praktik keberlanjutan (sustainability). Menurutnya ini penting karena berkaitan dengan keberlangsungan alam sekitar kebun.

Nugroho mengatakan apabila marak terjadi pembongkaran kebun teh di lereng pegunungan hal ini bisa memicu terjadinya longsor dan banjir bandang.

Pembongkaran kebun teh terjadi karena dorongan ekonomi. Dalam beberapa kasus petani mengharapkan bisa sejahtera dari kebun teh tapi harga masih dibawah pasaran global yakni US$2,2/kg. Akibatnya, areal kebun teh semakin menyusut.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif DTI Suharyo Husen mengatakan sampai dengan 2018 sudah ada kebun seluas 15.000 hektare yang diremajakan dari target 53.000 hektare. Artinya masih ada kekurangan 38.000 hektar yang berusaha dicicil sampai dengan 5 tahun ke depan.

GPATN memprioritaskan kebun teh milik petani rakyat karena dinilai sudah tua dan produksinya menurun. Namun, Suharyo pesimistis program peremajaan ini akan berlangsung lancar sampai lima tahun ke depan.

"Kalau per tahun itu bisa replanting 5.000 hektare berarti tinggal tujuh tahun lagi [2025] program selesai. Namun, ini saja tersendat karena anggaran dulu untuk 5.000 hektare sekarang hanya 3.000 hektare. Tahun ini hanya replanting 1.250 hektare di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tidak tahu bagaimana tahun depan," katanya. (bis)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Musnahkan Benih Sayur Impor Ilegal dan Gagalkan Penyelundupan
  • Gapki Dukung Retaliasi Sawit Pemerintah
  • Hutan Mangrove Muara Angke Bertambah 32.000 Pohon
  • PTPN V akan Perluas Lahan Sawit
  • Toraja Berencana Kembangkan Penangkaran Bibit Kopi
  • Mentan Bagikan 700 Ribu Bibit Unggul Kopi di Tanah Toraja
  • Mentan Dorong Hilirisasi Kakao dan Kopi
  • Mentan Ingin Rempah dan Kakao Kembali Berjaya
  • Program Peremajaan di Luwu Raya Kembalikan Kejayaan Rempah dan Kakao
  • Petugas KLHK Temukan Kebun Sawit Ilegal 206 Hektare
  • KLHK Targetkan Verifikasi 30.000 ha Hutan Adat
  • Sudah Tetapkan 7 Hutan Adat, KLHK Siapkan 6 Hutan Adat Lagi
  • Peremajaan Kebun Karet Ditarget Capai 700.000 Ha
  • KLHK Tetapkan 7 Hutan Adat Baru
  • Pemerintah Gabung Replanting Kebun Karet dan Pengolahan Kayu
  • Kementan Bidik Peremajaan 200.000 Ha Kebun Sawit Rakyat
  • PTPN Targetkan Serap 14 Ribu Ton Karet Petani Lokal
  • KLHK Tingkatkan Pengawasan Illegal Logging
  • Jokowi Serahkan 42 SK Hutan Sosial untuk 8.941 KK di Jawa Barat
  • Petani Ciamis Gembira Terima Bibit Durian dari Presiden