Indonesia Genjot Pengiriman TKI Sektor Formal ke Kuwait

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2018-12-13
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Ketenagakerjaan membuka peluang peningkatan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) sektor formal dan profesional untuk penempatan di Kuwait. 

Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan Soes Hindharno mengatakan permintaan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) memang terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Berdasarkan data yang dimiliki Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), sektor kesehatan paling tinggi permintaannya terhadap PMI, diikuti sektor hospitality, manufaktur, transportasi, konstruksi dan otomotif," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (13/12/2018). 

Peluang kerja di Kuwait masih sangat besar dan terbuka. Pasalnya, hampir 70% populasi di Kuwait merupakan pekerja migran yang diantaranya berasal India, Mesir, Filipina, dan Srilanka.

"Jumlah PMI profesional tercatat masih sangat sedikit, yaitu sekitar 7000 orang dari total 2,6 juta pekerja asing di Kuwait," kata Soes. 

Oleh karena itu, pemerintah akan lebih meningkatkan jumlah penempatan pekerja migran yang sifatnya formal  sesuai jabatan profesional.

Namun demikian, tingginya kebutuhan PMI formal dan professional di Kuwait harus didukung dengan ketersediaan PMI yang berkualitas yang memiliki kompetensi dan keterampilan kerja seusai dengan jabatan yang dibutuhkan.

“Dibutuhkan kerja sama yang baik diantara semua stakeholder yang terlibat dalam perekrutan, pelatihan, pengiriman, penempatan, dan pengawasan PMI," ucapnya. Selain itu, pemerintah juga terus berkomitmen  meningkatkan aspek perlindungan dan kesejahteraan bagi PMI yang bekerja di luar negeri.

"Ke depannya bagaimana penempatan dan perlindungannya makin lebih baik, sehingga mengurangi kasus yang terjadi di negara-negara penempatan," tutur Soes.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interm (KUAI) KBRI Kuwait Gantosori Tanjung mengatakan salah satu cara untuk  mempertemukan perusahaan besar dan agensi di Kuwait dengan beberapa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dari Indonesia yakni penyelenggaraan Indonesian Labour Market (ILM).

"ILM merupakan ajang promosi kualitas dan kuantitas PMI kepada perusahaan Kuwait. Kegiatan ini diharapkan dapat menjaring banyak PMI profesional untuk bekerja di Kuwait serta untuk memperluas penempatan PMI di semua sektor formal," ujarnya. 

Selama ini KBRI Kuwait telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah PMI di Kuwait yakni melakukan promosi mengenai peluang kerja di Kuwait melalui brosur, buku, bussiness meetin hingga melakukan kegiatan promosi dari rumah ke rumah.

"Dengan ILM ini diharapkan dapat menambah dan memperluas potensi pada pasar kerja professional di Kuwait. ILM ini adalah yang pertama kali diadakah sejak 50 tahun hubungan Indonesia dengan Kuwait," terang Gantosari. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementerian PUPR Dorong Uji Sertifikasi Pekerja Konstruksi
  • BPS : Upah Nominal Harian Buruh Tani Februari 2019 Naik
  • Lapangan Kerja Industri Pertambangan Tetap Dibutuhkan
  • Diresmikan, KEK Tanjung Kelayang Serap 23.645 Tenaga Kerja
  • Presiden Serahkan 16 Ribu Sertifikat Pekerja Konstruksi
  • Jokowi Bakal Serahkan Sertifikat ke 16.000 Tenaga Kerja Konstruksi
  • Tenaga Kerja Industri Manufaktur Meningkat Sepanjang 2018
  • Sejak 2017, Program Vokasi Industri Telah Gaet 400.000 Siswa SMK
  • Australia Tambah 5.000 Kuota Visa Bagi Tenaga Kerja RI
  • Kemendes Komitmen Tingkatkan SDM Melalui Balai Pengembangan
  • Program Desa Migrasi Produktif Tekan Pengiriman TKI Ilegal
  • Vokasi Jadi Fokus untuk Tingkatkan Produktivitas Pekerja
  • NTB Jalin Kerja Sama Berbagai Bidang dengan Malaysia
  • Kementerian PUPR Percepat Sertifikasi Tenaga Konstruksi
  • Sepanjang 2018, Industri Manufaktur Serap 18,25 Juta Tenaga Kerja
  • Sukabumi Dorong Lahirnya Ribuan Wirausaha Muda
  • Ribuan Pekerja Perempuan Ikuti Tes IVA Gratis
  • Kemenperin Dorong Kerja Sama Vokasi 2.685 SMK dan 750 Perusahaan
  • Kementan Latih Petugas Vaksinasi untuk Cegah Rabies di Dompu
  • Pelatihan Kerja Diharap Jadi Modal Pengembangan Desa