Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Menteri Rini Bantah Utang BUMN Mencapai Rp 5.000 Triliun

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Keuangan Negara dan Daerah | 2018-12-14
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Rini Soemarno menegaskan bahwa utang BUMN hanya berkisar Rp 2.000 triliun, bukan Rp 5.000 triliun.

"Begini ya, kemarin ada yang bicara mengenai jumlah (utang) Rp 5.000 triliun, ini mungkin yang perlu saya ingin tekankan supaya sadar bahwa utang korporasi BUMN itu Rp 1.980 triliun. Jadi hampir Rp 2.000 triliun, bukan Rp 5.000 triliun," tutur Menteri Rini di Jakarta, Kamis malam (13/12).

Dia menjelaskan bahwa jumlah Rp 5.000 triliun itu menghitung aktivitas perbankan, dan merupakan sektor yang berbeda, bukan korporasi BUMN yang melakukan pembangunan jalan tol dan lain-lain.

"Nah untuk perbankan sendiri, aset dan liabilitas atau dana pihak ketiganya Rp 3.000 triliun, jadi ini supaya dipisahkan," kata Menteri BUMN tersebut.

Kedua, menurutnya, selama BUMN ini korporasi yang berhutang demi kepentingan pembangunan, jadi untuk sesuatu yang produktif dan nanti pengembaliannya harus tidak ada masalah.

"Saya menekankan terus, BUMN harus betul-betul responsible atau bertanggungjawab terhadap utang, karena BUMN itu tanggung jawabnya bayar karyawan, harus memberikan dividen, bayar pajak, membayar pendapatan negara bukan pajak (PNPB)," ujar Menteri Rini

Dia juga menyebut bahwa BUMN menyumbang hampir Rp 380 triliun, dari dividen, pajak, PNBP, ke dalam APBN tahun 2018. "Jadi untuk ke negara saja, untuk APBN tahun 2018 ini, BUMN dari dividen, pajak, PNBP, itu kita hampir Rp 380 triliun masuk ke APBN. Ini besar," kata Menteri Rini.

"Kita ada utang tapi tanggung jawab kita tetap dilakukan. Justru dengan utang itu, kita bisa mengembangkan usaha dan keuntungan kita juga jadi bertambah," ujarnya.

Sebelumnya pada Selasa (4/12), Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan bahwa utang riil total 143 perusahaan plat merah hingga kuartal III 2018 sekitar Rp 2.000 triliun.

Angka tersebut disampaikan Aloysius dalam menanggapi berbagai pemberitaan yang menyebut utang BUMN menembus sekitar Rp 5.000 triliun. "Orang menilai-nilai Rp 5.271 triliun itu semua utang, padahal angka tersebut masih mengikutsertakan dana pihak ketiga (DPK), cadangan premi, dan utang lain yang sifatnya talangan," kata Aloysius saat menyampaikan neraca keuangan BUMN per September 2018. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Keuangan Negara dan Daerah

  • Dana Desa untuk Papua Barat Rp 1,5 Triliun
  • Dana Desa di Mimika Naik Rp 24 Miliar
  • Jokowi Klaim Dana Desa Berhasil Bangun 158 Ribu Km Jalan
  • Dana Desa Buat Perputaran Uang Lebih Merata
  • Dana Desa di Kudus Didominasi Pembangunan Infrastruktur
  • Dana Desa Kelola Angkutan Perdesaan di Papua
  • Jokowi Ingin Dana Desa Terus Meningkat Setiap Tahun
  • Jokowi: Jangan Main-Main dengan Dana Desa
  • Kemenkeu Pastikan Penyediaan Dana untuk Bencana
  • Dana Desa Rejang Lebong Meningkat Jadi Rp 12,5 M
  • Dana Desa di Bangka Selatan Terserap 100 Persen
  • Mendes Minta Dana Desa untuk Bangun Listrik dan Penerangan
  • Kementan Tegaskan Komitmen Pemberantasan Korupsi
  • Begini Dampak Ekonomi Langsung Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 ke RI
  • Penerimaan Bea Cukai 2018 Bisa Lampaui Target
  • Penerimaan Negara Tembus Target 100%, Darmin: Bukti Ekonomi Membaik
  • Menteri Rini Bantah Utang BUMN Mencapai Rp 5.000 Triliun
  • Jokowi Guyur Aceh hingga Papua Rp 20 Triliun di 2019
  • Kasus Penyelewengan Dana Desa Menurun
  • Penerimaan Negara Lampaui Target APBN