Optimalisasi Lahan Rawa Beri Tujuh Manfaat bagi Petani

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Pertanahan | 2018-12-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian menyatakan optimalisasi lahan rawa sebagai lahan pertanian dengan dilaksanakan terpadu akan memberi tujuh manfaat bagi petani secara jangka panjang. Salah satunya adalah dapat mengoptimalisasi serta merevitalisasi jaringan irigasi dan drainase.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menyebutkan program optimalisasi lahan rawa tersebut ditargetkan seluas 550 ribu hektare. Diharapkan program tersebut dapat mengoptimalisasi serta merevitalisasi jaringan irigasi ke sawah petani.

"Dalam program ini sistem pengairan dikelola dengan baik mulai dari saluran primer hingga tersier karena sistem pengairan lahan rawa berbeda dengan lahan sawah umum," kata Dedi pada Jumat (14/12).

Pengairan lahan rawa untuk pertanian harus diperhatikan dengan baik. Kunci dari keberhasilan optimalisasi lahan rawa, kata dia, terletak dari air yang bergerak satu arah. Berbeda dengan lahan sawah biasa, pengairan lahan rawa harus memiliki dua fungsi, yakni sebagai saluran pengairan desa dan sebagai drainase untuk mengeluarkan racun.

Salah satu tantangan pengembangan lahan rawa adalah  tingginya kemasaman lahan. Jika lahan teroksidasi karena tidak ada aliran air, akan menghasilkan asam sulfat dan mengganggu produktivitas tanaman.

Selain untuk menormalisasi jaringan irigasi untuk petani, program optimlisasi lahan rawa atau biasa disebut Serasi (Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani), ini bertujuan meningkatkan produktivitas beras nasional. "Kalau rawa sudah dikembangkan, surplus beras kita akan semakin meningkat lagi minimal dari 500 ribu hektare bisa mendapat tambahan 1,5 sampai 2 juta ton beras," kata Dedi.

Manfaat lainnya adalah budidaya hortikultura, budidaya itik dan budidaya ikan. Selain beras, petani bisa mengandalkan komoditas lain untuk mendapatkan keuntungan dengan jangka pendek. Hal itu karena sayur-sayuran seperti selada, ternak itik dan ikan dapat hidup di sekitar lahan rawa.

Dengan bantuan alat mesin dan pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian, petani juga bisa menerapkan cara bertani yang lebih modern serta efisien karena bisa memangkas biaya produksi. Manfaat terakhir adalah terbentuknya kelembagaan petani dan pemberdayaan petani melalui pertanian korporasi.

"Yang terpenting adalah perbaikan kelembagaan petani, baik kelompok tani, brigade alsintan. Dengan begitu, optimalisasi lahan rawa bisa sustainable," kata dia. (ant)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Bersama TNI Terus Genjot Program Cetak Sawah Baru
  • Sertifikasi Lahan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Perdesaan
  • Kementan Minta Lahan Pasang Surut di Banyuasin Selesai Akhir Mei
  • 15.000 ha Lahan di Aceh Potensial Jadi Ladang Garam
  • Peremajaan Gambut Ditargetkan Capai 1 Juta Hektare pada 2019
  • Menteri Basuki Yakin Pembebasan Lahan Adat Jembatan Holtekamp Bisa Diselesaikan
  • BRG Ungkap Potensi Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Sawah
  • Lahan Sudah Legal, Petani dan Polisi Hutan Tak Lagi Kucing-kucingan
  • Menteri Sofyan Bagikan 20 Ribu Sertifikat Tanah di Batam
  • Mentan Sebut Program Cetak Sawah Naik 400% Dibanding 2014
  • Jokowi Bagikan 2.081 Sertifikat Tanah di Bangka Belitung
  • Pemerintah Jokowi Siapkan Lahan 10 Hektare Bangun Kampus di Serpong
  • Kementan Siap Beri Bantuan untuk Lahan Sawah Baru di Cianjur
  • Pengelolaan Air dalam Optimasi Lahan Rawa di Sulsel
  • Mentan Optimalisasi Lahan Rawa Lebak di Wajo
  • Lahan Kering di Purwakarta Potensial Jadi Areal Padi Gogo
  • Berkat Embung dan Irigasi Tersier, Lahan Marginal Kembali Produktif
  • Jokowi Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah ke Warga Jaksel
  • Kementan Dorong Pemda Keluarkan Regulasi Perlindungan Lahan Pertanian
  • KLHK Targetkan Rehabilitasi Lahan Kritis Seluas 206.000 Hektare pada 2019