Sri Mulyani Yakin Penerimaan Negara dari Freeport Lebih Besar

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2018-12-23
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim penerimaan negara dari PT Freeport Indonesia (PTFI) bakal jauh lebih besar usai Indonesia resmi mengantongi saham mayoritas perusahaan tambang tersebut. Namun, besaran kenaikannya masih akan bergantung dari harga tembaga dan emas.

Sri Mulyani mengatakan harga komoditas yang terus bergerak membuat besaran penerimaan ke negara tak selalu sama. Hanya saja, secara persentase, pajak yang dikenakan untuk Freeport Indonesia bersifat tetap (nail down).

Saat ini, Freeport Indonesia dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 25 persen. Angka itu lebih kecil dari PPh yang tercantum dalam Kontrak Karya (KK) sebelumnya sebesar 35 persen.


"Walaupun turun ini sudah nail down. Jadi nanti kalau ada perubahan undang-undang (UU) PPh di mana bisa turun, mereka tetap bayar 25 persen," ungkap Sri Mulyani, Jumat (21/12).

Seperti diketahui, kini status Freeport Indonesia sudah berganti menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pasca PT Inalum (Persero) resmi menggenggam 51 persen saham perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat (AS).

"Penerimaan dari sisi perpajakan dan penerimaan bukan pajak akan lebih besar termasuk royalti lebih besar untuk negara," tutur Sri Mulyani.


Ia mengaku sudah memiliki hitungan tersendiri mengenai potensi penerimaan negara dari operasional Freeport Indonesia. Namun, Sri Mulyani enggan menjelaskan rinci jumlah potensi tersebut.

"Dari PPh badan, PPh perseorangan yang mereka bayarkan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), kemudian pajak tanah dan air kemudian faktor royalti di sana ada semua yang masuk komponen penerimaan, jumlahnya semua lebih banyak," papar Sri Mulyani.

Sebagai informasi, hari ini Inalum telah melunasi transaksi saham Freeport Indonesia sebesar US$3,85 miliar atau sekitar Rp56 triliun (kurs Rp14.500 per Dolar AS). Dana itu berasal dari obligasi global perusahaan yang diterbitkan pada bulan lalu sebesar US$4 miliar atau sekitar Rp58 triliun.
(cnn)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • BI: Utang Luar Negeri Tetap Terkendali
  • Rating Utang Indonesia Tetap, Gubernur BI Sebut Bukti Ekonomi RI Kuat
  • Menteri Darmin Yakin Cadangan Devisa Bakal Tembus USD 130 M
  • Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$ 123,3 Miliar
  • Februari Deflasi, Pemerintah Yakin Inflasi Terkendali
  • BI: Deflasi 0,08 Persen Cerminan Harga Pangan Terkendali
  • Bos BI: Nilai Tukar Rupiah Masih Berpotensi Terus Menguat Stabil
  • Pendapatan Negara di Januari 2019 Capai Rp108,1 Triliun
  • Kenaikan Pendapatan Negara Bikin Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2019
  • BI Jateng: Peredaran Uang Palsu Turun 8 Persen
  • Penanaman Modal Asing Diyakini Meningkat Tahun Ini
  • BI: Dana Asing Masuk RI Tembus Rp 49,6 Triliun Hingga 7 Februari 2019
  • Cadangan Devisa Terjaga, Tekanan Kurs Rupiah Mulai Mereda
  • Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17 Persen Sepanjang 2018
  • Ekonom: Meski Meningkat Cepat, Utang RI Masih Terkendali
  • Pasokan Pangan Mencukupi, Inflasi Januari 2019 Rendah
  • Harga Minyak Mentah Terjaga, Inflasi Januari 2019 pun Relatif Rendah
  • Menko Darmin: Inflasi Januari 2019 Lumayan Bagus
  • Kemenkeu Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Cukup Baik
  • Staf Khusus Wapres JK: Pemerintah Mampu Jaga Inflasi di Level 3 Persen Selama 3 Tahun