Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Malaysia Akui Kemajuan Pembangunan Peternakan Sapi Potong Indonesia

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2018-12-25
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Malaysia mengakui kemajuan pembangunan peternakan sapi Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua Delegasi Malaysia Leonard Wilfred Yussin, Timbalan Setiausaha Bahagian Industri Tanaman, Ternakan dan Perikanan dalam kunjungan kerjanya ke Indonesia.

Oleh karena itu Malaysia mengirimkan Tim untuk mempelajari tentang strategi pembangunan peternakan ruminansia di Indonesia baik sapi potong maupun sapi perah. Delegasi Malaysia diketuai oleh Leonard Wilfred Yussin, dengan anggota Yusian B Sanuddin (Ketua Penolong Bahagian Pembangunan Komoditi Ternakan, Jabatan Perkhidmatan) Veteriner dan Norhanita bt Jumali (Ketua Penolong Pasukan Kajian Pasukan Interim Lembaga Ruminan Negara, IITP).

Kunjungan hari pertama dilakukan di Kantor Pusat Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Jakarta untuk mengetahui kebijakan Indonesia dalam percepatan peningkatan sapi, terutama melalui Upsus Siwab. Leonard menyampaikan, kunjungannya bersama Tim sebagai tindak lanjut dari kajian yang dilakukan oleh Kerajaan Malaysia saat ini dalam membentuk Lembaga Ruminan Negara.

Malaysia sangat tertarik dengan kebijakan Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) yang diterapkan oleh Indonesia. Hasil dari kunjungan tersebut akan menjadi bahan masukan bagi Malaysia dalam finalisasi kajian pembentukan Lembaga Ruminan Negara bagi Malaysia. Indonesia merupakan negara pertama yang dikunjungi oleh Tim tersebut, berikutnya menyusul New Zealand, India, Thailand dan Vietnam. Hal tersebut disampaikan Norhanita disela-sela pertemuan di Jakarta tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Kesehatan Hewan Fadjar Sumping Tjatur Rasa menyampaikan, salah satu kegiatan yang dilakukan dalam mendukung Upsus Siwab adalah kegiatan Penanggulangan Gangguan Reproduksi untuk meningkatkan jumlah Akseptor Inseminasi Buatan. Strategi lainnya adalah pelarangan pemotongan sapi betina produktif yang telah dipayungi oleh peraturan perundangan di Indonesia.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan peraturan tersebut, Ditjen PKH bekerja sama dengan pihak Kepolisian dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya sapi betina produktif untuk meningkatkan populasi guna pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia.

Selain itu, Fadjar Sumping juga menambahkan tentang berbagai strategi Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan pakan ternak ruminansia, diantaranya melalui optimalisasi pemanfaatan lahan eks tambang sebagai lokasi produksi hijauan dan penggunaan teknologi pembuatan silase untuk pengawetan pakan.

Menurutnya, dengan adanya kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan yang baik untuk meyakinkan Malaysia bahwa penanganan ternak di Indonesia khususnya ternak ruminansia (sapi, kambing/domba) telah dapat menghasilkan produk yang setara internasional baik dari segi kualitas, keamanan dan kesehatan hewannya. Hal ini untuk mendukung ekspor daging sapi wagyu yang saat ini siap diekspor dari Indonesia ke Malaysia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita ditemui secara terpisah menyampaikan, realibitas dan validitas kinerja Upsus Siwab tidak perlu diragukan lagi, seluruh pelaporan sudah terverifikasi, terlaporkan dan tercatat dalam sistem iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Terintegrasi).


Sejak pelaksanaan Upsus Siwab tahun 2017 hingga saat ini (4 Desember 2018) sudah lahir 2.538.766 ekor dari indukan sapi milik peternak di Indonesia. "Ini sebuah catatan kinerja yang fantastis dan patut kita banggakan dan bukti nyata bahwa lompatan populasi sapi/kerbau sebesar 3,83% pada periode tahun 2015-2018 dibanding 1,03% periode tahun 2012-2014 adalah benar adanya (Statistik Ditjen PKH Tahun 2018)," ungkap I Ketut.

Setelah pertemuan di Kanpus Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Delegasi Malaysia tertarik untuk berkunjung ke Balai Embryo Cipelang (BET) Cipelang Bogor yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Koperasi Pengolahan Susu Bandung Utara dan swasta yang bergerak dibidang penggemukan sapi di Lampung yakni PT Great Giant Livestock dan PT Santosa Agrindo di Lampung. (sin)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Peternakan, Perikanan dan Kelautan

  • Peternak Sapi Potong Bakal Dapat KUR Berbunga 7 Persen Sampai Lunas
  • Tahun Ini, Kementan Siap Distribusikan Bantuan 20 Juta Ayam & Itik
  • 11.000 Kapal Ikan Ditarget Gunakan Logbook Elektronik
  • Pemerintah Siapkan KUR Khusus Perikanan Rakyat
  • Buka Rakernas, Mentan Janji Dorong Produksi Ayam hingga Sapi
  • KKP Tangkap 106 Kapal Illegal Fishing Selama 2018
  • Mentan Tekan Kemiskinan Lewat Budi Daya Ayam
  • Mentan Janji Bagikan 2 Juta Ekor Ayam di Jabar
  • Mentan Bangga RTM di Tasikmalaya Bisa Produksi DOC
  • KKP Patok Ekspor Lele & Patin Capai US$25 Juta
  • Bulog Segera Salurkan Jagung Impor ke Peternak
  • Program Upsus Siwab Berhasil Tingkatkan Populasi Sapi
  • Kementan akan Monitoring Daging Celeng dengan GPS
  • Ada 315 Ribu Benih Lobster Gagal Diselundupkan Selama 2018
  • Polbangtan Bogor Kembangkan Model Pertanian & Peternakan Rakyat
  • KKP Bangun Balai Induk Ikan Air Tawar di Sumsel
  • Tahun 2019, Kementan Tingkatkan Prioritas Bali Bebas Rabies
  • Kementan Imbau Bantuan Benih Jagung Tak Dijadikan Pakan Ternak
  • Investor Mulai Rambah Sektor Pembibitan Sapi
  • Jabar Didorong Maksimalkan Penggarapan Potensi Laut