Pemerintah Siapkan Investasi Ketenagakerjaan

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2018-12-28
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pembangunan sumber daya manusia (SDM) bakal menjadi fokus pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi nasional. Beragam program pengembangan ketenagakerjaan dipersiapkan untuk 2019.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Khairul Anwar mengatakan program prioritas sebagai investasi ketenagakerjaan itu dituangkan dalam menggenjot pelatihan vokasi. Program ini dilakukan seiring penerapan revolusi industri 4.0.

"Persaingan bisnis dan pembangunan yang semula benyak bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam bergeser pada persaingan pada penguasaan teknologi informasi dan kompetensi angkatan kerja, di sinilah pentingnya investasi SDM," ucap Khairul di Innovation Room Gedung Kemnaker, Jakarta, Jumat, 28 Desember 2018.

Program vokasi dinilai jalur cepat dalam meningkatkan kompetensi angkatan kerja. Pasalnya, Indonesia dihadapkan pada SDM angkatan kerja yang 58,76 persen merupakan lulusan SD-SMP dan problem mismatch mencapai 63 persen.

"Sumber daya alam akan habis dieksploitasi serta melahirkan problem lingkungan tidak demikian dengan investasi SDM yang tidak terbatas dan terus dinamis," ungkapnya.

Diperlukan intervensi dalam pembangunan SDM agar skill dan kompetensi angkatan Indonesia mampu bersaing. Menurut Khairul, pihaknya telah melakukan terobosan dengan masifikasi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), pemagangan terstruktur, serta sertifikasi uji kompetensi.

"Masifikasi pelatihan di BLK dengan memberikan triple skilling yakni skilling untuk angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill, up-skilling untuk pekerja yang ingn meningkatkan skill, dan re-skillng untuk pekerja yang ingin mendapatkan keterampilan baru," paparnya.

Secara kumulatif, dari 2015 hingga Oktober 2018 peserta pelatihan BLK mencapai 383.132 orang. Pada 2019 secara akumulasi jumlahnya bakal dinaikan menjadi 660.476 orang. Untuk pemagangan, secara akumulasi sejak 2015-Oktober 2018 mencapai 149.064 orang. Pada 2019 secara akumulasi jumlahnya naik menjadi 360.864 orang.

"Adapun peserta sertifikasi sejak 2015-Oktober 2018 mencapai 1.349 559 orang, pada 2019 secara akumulasi akan menjadi 1.875.748 orang," tuturnya. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan Pekerja di Kepulauan Natuna
  • Menaker: Angka Pengangguran SMK Menurun
  • Industri Hasil Tembakau Serap 5,98 Juta Tenaga Kerja
  • Pemerintah Jemput Bola Sertifikasi Pekerja Konstruksi di Pelosok
  • Kementerian PUPR Dorong Uji Sertifikasi Pekerja Konstruksi
  • BPS : Upah Nominal Harian Buruh Tani Februari 2019 Naik
  • Lapangan Kerja Industri Pertambangan Tetap Dibutuhkan
  • Diresmikan, KEK Tanjung Kelayang Serap 23.645 Tenaga Kerja
  • Presiden Serahkan 16 Ribu Sertifikat Pekerja Konstruksi
  • Jokowi Bakal Serahkan Sertifikat ke 16.000 Tenaga Kerja Konstruksi
  • Tenaga Kerja Industri Manufaktur Meningkat Sepanjang 2018
  • Sejak 2017, Program Vokasi Industri Telah Gaet 400.000 Siswa SMK
  • Australia Tambah 5.000 Kuota Visa Bagi Tenaga Kerja RI
  • Kemendes Komitmen Tingkatkan SDM Melalui Balai Pengembangan
  • Program Desa Migrasi Produktif Tekan Pengiriman TKI Ilegal
  • Vokasi Jadi Fokus untuk Tingkatkan Produktivitas Pekerja
  • NTB Jalin Kerja Sama Berbagai Bidang dengan Malaysia
  • Kementerian PUPR Percepat Sertifikasi Tenaga Konstruksi
  • Sepanjang 2018, Industri Manufaktur Serap 18,25 Juta Tenaga Kerja
  • Sukabumi Dorong Lahirnya Ribuan Wirausaha Muda