BKP Klaim Berhasil Kendalikan Inflasi

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2018-12-30
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Badan Ketahanan Pangan mengklaim sudah berhasil melakukan pengendalian inflasi pada tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pengeluaran bahan makanan sepanjang 2014-2018 yaitu 0,26%.

"Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran sektor pertanian dalam upaya pengendalian inflasi," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi dalam acara Bincang Asyik Pertanian Indonesia, di Jakarta, Jum’at (28/12/2018).

Dia menyebutkan upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengendalikan inflasi pangan dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu ketersediaan, distribusi, dan ketermanfaatan.

Aspek ketersediaan pangan dilakukan melalui peningkatan produksi pangan, menjaga luas tanam bulanan sesuai kebutuhan, serta mendekatkan pusat produksi kepada konsumen.

Dari aspek distribusi pangan, Kementan disebut berupaya menjaga pasokan dan harga pangan. Salah satu terobosan yang dilakukan tahun ini adalah mendorong kemudahan distribusi pangan dan efisiensi tata niaga serta mengembangkan e-commerce Toko Tani Indonesia (TTI).

Pengembangan e-commerce tersebut dinilai mampu memangkas rantai pasok yang panjang antara produsen dengan konsumen. Panjangnya rantai pasok disebut turut berperan membuat harga pangan menjadi mahal.

"Kehadiran TTI yang mampu memperpendek mata rantai distribusi pangan, tentunya juga berkontribusi  dalam  memengaruhi tingkat inflasi," ucap Agung.

Saat ini, sudah ada 291 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan 1.140 TTI yang terlibat dalam e-commerce TTI. Nilai penjualannya tercatat mencapai Rp8,6 miliar.

Hal lain yang diklaim telah Kementan adalah membantu proses distribusi lewat pengendalian pasokan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) secara intensif, pemantauan harga pangan harian, melaksanakan operasi pasar bila diperlukan, dan mengembangkan lumbung pangan masyarakat.

Pada aspek pemanfaatan pangan, dijalankan program untuk mengendalikan pola konsumsi masyarakat dengan menjaga ketersediaan dan kebutuhan pangan melalui pengembangan pola konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA); mengampanyekan anti pemborosan dan food waste; dan mendorong pemanfaatan bahan baku lokal dalam industri.

Lebih lanjut, Agung menyebutkan bahwa pengendalian inflasi pangan tidak bisa dilepaskan dari kerja sama berbagai pihak.

“Kementan berupaya meningkatkan produksi pangan untuk menjamin ketersediaan pangan. Selain kami, ada Bulog yang menjaga harga di tingkat produsen serta Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mengendalikan harga di tingkat konsumen dan menjamin kelancaran distribusi. Pemerintah juga membentuk Satgas Pangan demi mengawasi kelancaran distribusi dan stabilisasi harga pangan,” paparnya.

Kepala Divisi Pengadaan Beras Perum Bulog Taufan Akib menerangkan pihaknya bertugas untuk menjaga kestabilan harga pangan, terutama beras.

"Stabilitas pasokan dan harga bisa terjamin karena stok tersebar dan harga terjangkau,” jelasnya. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Menteri PPN: Pemindahan Ibu Kota tak akan Menciptakan Utang
  • Surplus USD210 Juta, BI: Neraca Transaksi Berjalan Bakal Positif
  • Pemerintah Targetkan Penerimaan Pajak 2020 Tumbuh 12 Persen
  • Kemenkeu Prediksi Ekonomi Semester Pertama Tumbuh 5,1 Persen
  • Menkeu Upayakan Defisit Anggaran Terjaga 1,84 Persen
  • Langkah Pemerintah Pangkas Pajak Dinilai Tepat
  • Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga Dinilai Sudah Tepat
  • Kemenkeu Pastikan Kas Negara dalam Keadaan Aman
  • BI Catat Modal Asing Masuk RI Capai Rp 112 Triliun
  • BI Prediksi Inflasi 2020 Terkendali di Tiga Persen
  • Menkeu: BI akan Ubah Kebijakan Moneter
  • Peringkat Utang RI Naik Indikasi Ekonomi Indonesia Stabil
  • Inflasi Mei 0,68 Persen, IHSG Menguat 84,68 Poin
  • Ramadhan Berakhir, Darmin: Inflasi Masih Stabil
  • Ramadan 2019, Menko Darmin Proyeksi Inflasi Mei Rendah
  • Nilai Tukar Rupiah Bergerak Stabil Jelang Libur Panjang
  • Ada THR, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019 Diprediksi Capai 5,1 Persen
  • Demo 22 Mei tak Terlalu Pengaruhi Pasar Modal
  • Menko Darmin Pastikan Ekonomi RI Aman dari People Power
  • Sri Mulyani Target Pertumbuhan Ekonomi 2020 Capai 5,6 Persen