Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Per November Penciptaan Lapangan Kerja Capai 1,9 Juta

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2018-12-30
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan jumlah penciptaan lapangan kerja baru di Indonesia per November 2018 sebanyak 1,9 juta. Realisasi itu masih sedikit lebih rendah dari target tahunan sebanyak 2 juta lapangan pekerjaan baru.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan Khairul Anwar mengatakan pemerintah masih optimistis target penciptaan lapangan pekerjaan sebanyak 2 juta tahun ini tercapai. Pasalnya, dengan realisasi penciptaan lapangan kerja per November yang sudah berhasil mencapai 1,9 juta, maka butuh 100 ribu lagi untuk memenuhi target.

"Tercapai kok, data terakhir sudah 1,9 juta sekian target kan 2 juta," kata Khairul, Jumat (28/12).

Khairul mengatakan data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan jumlah penciptaan lapangan kerja sejak 2015 sampai 2017 selalu melebihi target. Pada 2015 misalnya, pemerintah mencatat jumlah lapangan pekerjaan baru yang berhasil tercipta sebanyak 2.886.288. Pada 2016, penciptaan lapangan kerja sebanyak 2.448.916 dan 2017 sebanyak 2.669.469.


Seperti diketahui, pemerintah memiliki program penciptaan lapangan pekerjaan baru sebanyak 10 juta dalam lima tahun. Bila dijumlah sejak 2015, maka sudah ada 9.904.673 lapangan pekerjaan baru hingga November tahun ini.

Khairul tak menyebut lebih detil sektor mana saja yang paling banyak menciptakan lapangan pekerjaan baru sepanjang tahun ini. "Detil sektor belum ada," imbuh Khairul.

Dari sisi tingkat kelulusan karyawan di Indonesia, pekerja dengan lulusan SMP ke bawah masih menjadi yang terbanyak. Jumlahnya, mencapai 58,76 persen dari total pekerja. Sisanya, sebanyak 29,07 persen merupakan lulusan SMK dan SMA.

Sedangkan pekerja dengan lulusan diploma dan universitas hanya 12,17 persen. Bila dibandingkan dengan 2015 lalu, pekerja dengan lulusan SMP ke bawah selalu menjadi yang terbanyak. Begitu juga dengan jumlah karyawan lulusan diploma dan universitas yang selalu menjadi paling sedikit.
(cnn)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Ketenagakerjaan

  • Sejak 2017, Pemerintah Gandeng 648 Industri dan 1.862 SMK Genjot Pendidikan Vokasi
  • BPS: Upah Harian Buruh Tani Naik di Desember 2018
  • Pemerintah Rancang Dana Peningkatan Keahlian Bagi Pekerja
  • Per November Penciptaan Lapangan Kerja Capai 1,9 Juta
  • Pemerintah Siapkan Investasi Ketenagakerjaan
  • Kemenperin Pastikan Industri Serap Tenaga Kerja Difabel
  • Cetak Tenaga Kerja Terampil, Kementerian PU-PR Bareng Undip Dirikan Politeknik
  • Pemerintah Targetkan Peningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja
  • Menaker Janjikan Pelatihan Bagi 15 Ribu Pekerja Migran
  • Menaker: Angka Pengangguran Turun Jadi 5,3 Persen
  • Tekan Pengangguran, Jokowi Minta Pendidikan Vokasi Digenjot
  • Upah Harian Buruh Tani Naik 0,24 Persen
  • Indonesia-Taiwan Komitmen Lindungi Pekerja Migran
  • Indonesia Genjot Pengiriman TKI Sektor Formal ke Kuwait
  • Pendapatan Industri Digital Mampu Ciptakan 17 Juta Pekerja
  • BPS Sebut Daya Beli Buruh Tani November Membaik
  • Masuki Era Industri 4.0, Kemenperin Dorong Penguatan SDM
  • Pekerja Migran Makin Terlindungi dengan Permenker Baru
  • Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat
  • Kesejahteraan Buruh Tani Dinilai Relatif Lebih Baik