Masuki 2019, Bulog Sumbar Gelontorkan 100 Ton Beras Per Hari

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-01-03
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Memasuki tahun 2019, Perum Bulog Divisi Regional Sumatra Barat akan menyalurkan 70-100 ton beras jenis medium dan premium per hari ke pasar-pasar besar di wilayah tersebut. Kepala Bulog Divre Sumbar Suharto Djabar menyebutkan, kebijakan melakukan operasi pasar setiap hari untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan beras akibat musim hujan yang masih berlangsung.

Selain itu, dinamika tahun politik juga menjadi salah satu alasan bagi Bulog untuk menjamin ketersediaan beras. "Harapan kita setiap hari ada 100 ton (beras), Bulog sendiri siap dengan stok 15 ribu ton cukup hingga Idul Fitri," ujar Suharto saat pelepasan operasi pasar di Gudang Bulog Pampangan, Kamis (3/1).

Suharto menyebutkan, angka cadangan beras sebanyak 15 ribu ton yang saat ini tersimpan di gudang bisa saja bertambah bila kebutuhan di lapangan meningkat. Bulog Divre Sumbar berencana menambah 10 ribu ton beras dari Jawa Timur dan Jawa Barat bila memang cadangan eksisting tak sanggup memenuhi permintaan pasar.

Beras yang digelontorkan ke pasar-pasar oleh Bulog terdiri dari beras premium dan medium. Beras premium merupakan beras lokal yang didatangkan dari Sumbar, Lampung, dan Indramayu.

Sementara beras medium juga didatangkan dari dalam negeri plus beras impor dari Thailand dan Vietnam. Masyarakat bisa membeli beras hasil operasi seharga Rp 8.600 per kilogram (kg) untuk jenis medium dan Rp 9.600 per kg untuk jenis premium.

Operasi pasar yang dilakukan Bulog Divre Sumbar terutama akan menyasar pasar-pasar besar seperti Pasar Raya, Pasar Siteba, dan Pasar Lubuk Buaya di Kota Padang. Di daerah lain, operasi pasar juga menyentuh Pasar Bawah di Bukittinggi, dan Pasar Modern di Solok

"Kita juga akan melakukan pendistribusian beras ke perumahan dan permukiman kategori menengah ke bawah," kata Suharto.

Bulog juga menggandeng pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan harga pangan. Sepanjang tahun 2018, inflasi Sumatra Barat berhasil dijaga rendah lantaran harga beras yang stabil. Suharto berharap harga beras bisa tetap stabil sepanjang 2019 sehingga inflasi tetap terjaga rendah. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Lahan Sawah Terdampak Banjir di Tuban Dapat Asuransi Rp6 Juta per Hektar
  • Petani Indramayu : Tiap Tahun, Produksi Pertanian Selalu Meningkat
  • Kementan Serap Aspirasi, Produksi dan Pendapatan Petani Meningkat
  • Bantuan Mesin Pertanian Mampu Tingkatkan Produksi Jagung
  • Kementan Dorong Penggunaan Benih Bersertifikat
  • El Nino Mengancam Sektor Pertanian, Kementan Siapkan Langkah Antisipasi
  • Tingkatkan Daya Saing, Kementan Latih 4.000 Kelompok Tani Milenial
  • Kementan Identifikasi Kebutuhan Tani Milenial
  • Puluhan Ribu Petani Bali Siap Jadi Pahlawan Pangan di Era Milenial
  • Petani Pamekasan Berharap Bantuan Benih Unggul Dilanjutkan
  • Cuaca Ekstrim, Kementan Janjikan Bantuan Bagi Petani yang Gagal Panen
  • Kota Batu Kembangkan Kawasan Agropolitan Plus Bawang Putih
  • Petani Kerinci Raup Rezeki dari Bawang, Cabai, Kentang dan Sayuran
  • Kementan Siap Berikan Bantuan Alsintan Gratis untuk Petani
  • Tanam Jagung, Pendapatan Petani Madura Meningkat
  • Kementan: Banjir Belum Mengganggu Aktivitas Tani
  • Jatim Surplus Beras Hingga 2 Juta Ton
  • Genjot Lahan Rawa, Kementan Tetap Cetak Sawah Baru
  • Percepat Pertanian di Pamekasan, Bantuan Rp42 Miliar Digelontorkan
  • Petani Dieng Sambut Positif Tawaran Rotasi Tanam Kentang