KEIN: Sektor Pertanian Tahun 2019 Semakin Lebih Baik

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-01-04
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) memperkirakan sektor pertanian pada 2019 semakin lebih baik dari tahun sebelumnya. Produktivitas hasil pertanian juga diprediksi meningkat.

Hal itu dikemukakan anggota KEIN kelompok kerja (pokja) pangan, industri dan kehutanan Benny Pasaribu. "Saya kira akan membaik (pertanian) ya. KEIN melihat prospek pertanian ke depannya akan membaik, terutama harga sawit, karet, cokelat, kopi, teh," ujar Benny,Kamis (3/1).

Begitu juga pada subsektor tanaman, menurut Benny, dengan ketersediaan air yang kini semakin dibenahi melalui pembangunan embung serta waduk oleh pemerintahan Joko Widodo bakal mendongkrak produktivitas hasil komunitas pangan maupun perkebunan.

"Jadi ada dua hal, produksi pertanian meningkat dan harga-harga lebih stabil," ucap Benny.

Benny menganggap, walaupun lahan pertanian di Indonesia tergolong sulit untuk mendulang produktivitas, namun kerja keras Presiden Joko Widodo di sektor pertanian akan dapat membawa peningkatan.

Hal itu antara lain, ucap Benny, dapat dicermati melalui penambahan embung, waduk sistem irigasi serta penemuan bibit unggul untuk pertanian.

"Dulu cuma 4,5 ton gabah untuk satu kali panen. Tapi sekarang sudah di atas 5,5 ton. Masa panennya masing-masing beda yang diambil rata-rata nasional, dari Aceh sampai Papua berbeda. Jadi kita ambil rata-rata masa panennya itu dihitung produktivitas sejumlah itu, jadi ada peningkatan," ujar Benny.

Menurut Benny, guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional tahun 2019, maka ada beberapa aspek yang perlu memperoleh sorotan.

Pertama, ucap Benny, cukupnya kebutuhan air untuk pertanian melalui pembangunan embung dan waduk irigasi. Lalu selanjutnya adalah benih bibit unggul.

"Yang ketiga adalah sistem pemupukannya. Kita akan memberikan perhatian lebih besar lagi untuk pupuk organik, bukan hanya anorganik ya. Untuk memulihkan lahan itu lebih penting," kata Benny.

Benny mengimbau, guna menjaga pertanian tahun 2019 semakin baik, maka patut diperhatikan adalah soal kecermatan antisipasi perubahan iklim.

Termasuk juga pergudangan dan jadwal waktu kebutuhan impor pangan yang dibuat sistemik. Sehingga jangan sampai ketika masuk masa panen, namun melakukan impor pangan.

Benny juga menyarankan, Kementerian Pertanian memprioritaskan produktivitas pertanian serta kesehjahteraan petani pada tahun 2019. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Mentan Klaim Produksi Cabai Masih Stabil
  • Pemerintah Pastikan Stok Beras Nasional Mencukupi
  • Produksi Turun, Bulog Jamin Cadangan Beras Aman
  • Batan Kenalkan Kemuning, Varietas Kedelai Lahan Kering
  • Cegah Puso, Sukabumi Maksimalkan Mesin Pompa Air
  • 13 Titik Pembangunan Lumbung Pangan di Perbatasan Disiapkan
  • Kemarau, Produksi Beras Jabar Dinilai Masih Aman
  • Empat Jurus Kementan Melawan Ancaman Gagal Panen Akibat Kekeringan
  • DPR Puji Jurus Jitu Kementan Siapkan Regenerasi dan Peningkatan Kualitas Petani
  • Pakai Metode Bamele, Petani Bawang Nganjuk Lebih Untung
  • Ini Cara Petani Magetan Cegah Puso di Musim Kemarau
  • BKP Kementan Dorong Pemda Perkuat Cadangan Pangan
  • Kementan: Pola Tanam Bisa Percepat Stabilisasi Harga Cabai
  • Hadapi Kemarau Panjang, Kementan Perkuat Koordinasi dengan Daerah
  • Kementan-TNI Sinergi Atasi Dampak Kekeringan Kemarau 2019
  • Pasokan Pangan Masih Stabil Saat Musim Kemarau
  • Kementan Klaim Kemarau Kali Ini tak Pengaruhi Stok Beras
  • Strategi Kementan Mengatasi Kekeringan Kebumen
  • Tak Perlu Impor, Pemerintah Klaim Pasokan Cabai Aman
  • Kementan Akui Kemarau Berdampak ke Produktivitas Pertanian