Hingga Maret 2019, Tarif Listrik Untuk Semua Golongan Tidak Naik

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-01-04
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengatakan, besaran tarif listrik periode Januari-Maret 2019 ditetapkan sama besarnya, dengan besaran tarif listrik sebelumnya, yaitu periode Oktober-Desember 2018. Besaran tarif ini juga sama dengan tarif yang berlaku sejak 2017.

"Penetapan ini tertuang dalam surat ke PT PLN (Persero) tanggal 31 Desember 2018," kata Agung, di Jakarta, Kamis (3/1).

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016, tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PLN sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 Tahun 2017, disebutkan jika terjadi perubahan terhadap asumsi makro ekonomi yaitu kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), dan inflasi dihitung secara triwulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tarif adjustment).

Pada September hingga November 2018, parameter ekonomi makro rata-rata per tiga bulan menunjukan perubahan. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) menjadi Rp14.914,82 per USD, nilai ICP menjadi USD 71,81 per barel, dan tingkat inflasi rata-rata 0,12 persen

Berdasarkan perubahan parameter tersebut, seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment) mengalami kenaikan jika dibandingkan yang berlaku sebelumnya. Namun, Pemerintah mempertahankan agar tarif listrik tidak naik.

Untuk Golongan pelanggan tegangan tinggi, yaitu I-4 Industri besar dengan daya 30 MVA ke atas Rp 997 per kWh. Golongan pelanggan tegangan menengah, yaitu B-3 Bisnis besar, dengan daya di atas 200 kVA dan P2 Kantor Pemerintah, dengan daya di atas 200 kVA Rp1.115 per kWh.

Golongan pelanggan tegangan rendah, yaitu R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 1300 VA, R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 2200 VA, R-1 Rumah Tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA, R-1 Rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas, B-2 Bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, P-1 Kantor Pemerintah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, dan Penerangan Jalan Umum Rp1.467 per kWh

Pelanggan Layanan Khusus, Rp1.645 per kWh. Golongan rumah tangga daya 900 VA (R-1 900 VA-rumah tangga tidak mampu (belum diterapkan tariff adjustment). Rp1.352 per kWh.

Adapun tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan, besaran tarifnya tetap. 25 golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial. (ant)

- Tag : Listrik

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Pemerintah Jokowi Resmikan Proyek Percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
  • ESDM Bagikan LTSHE dan Buat Sumur Bor di NTT
  • Hingga Maret, Rasio Desa Berlistrik di NTT Sudah 76%
  • Sebanyak 200 Rumah di Makassar Akan Peroleh Listrik Gratis dari PLN
  • 5.000 Rumah Warga di Aceh Utara Nikmati Jargas
  • Ini Strategi Pemerintah Untuk Kembangkan Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan
  • Lampu Jalan Tenaga Surya Terangi 28 Km Jalan di Cirebon
  • Pertamina Tambah Pasokan LPG dan Avtur di Jayapura
  • Pertamina Tambah Penyaluran BBM di Jayapura
  • Jaringan Gas Makin Berkembang di Sumatra
  • PLN Jabar Jamin Tidak Ada Listrik Padam Saat Penghitungan Suara
  • Mentan: Bahan Bakar B100 Sudah Diuji Coba dan Efektif
  • Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji ke Yogyakarta Tetap Aman
  • Jelang Pilpres, Satgas Pertamina Pastikan Suplai LPG di Jabar Berjalan Lancar
  • Penerangan Jalan Tenaga Surya Jangkau 200 Titik di 2 Kabupaten Papua Barat
  • Pascabanjir Sentani Pasokan Bahan Bakar Tetap Aman
  • PLN Kerahkan Tim untuk Pemulihan Jaringan Listrik di Sentani
  • Pemkot Surabaya Bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
  • Pemerintah dan PLN Terus Sambungkan Listrik Gratis Buat Warga Miskin
  • 360 Titik PJU-TS Terpasang di Gunung Kidul dan Bantul