Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Jonan: Harga BBM dan Listrik tak akan Naik

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-01-05
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Realisasi Subsidi 2018 membengkak jauh dari plafon yang ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Meski realisasi subsidi sudah membengkak, pemerintah berkomitmen tetap menjaga tarif listrik dan BBM pada 2019 ini.

Menteri ESDM Ignasius Jonan telah memutuskan harga solar subsidi dan premium tidak mengalami kenaikan sampai saat ini, meski harga energi global sedang meningkat. "Jadi sampai sekarang untuk Premium atau Gasoline 88 dan gasoil 48 (solar subsidi) tidak ada kenaikan harga," kata Jonan di ESDM, Jumat (4/1).

Jonan melanjutkan, tarif listrik juga dipastikan tidak akan mengalami kenaikan sampai akhir 2019. Ketetapan ini berlaku untuk semua golongan pelanggan. Hal tersebut telah menjadi komitmen pemerintah.

"Pemerintah komitmen sampai akhir tahun diharapkan tidak ada perubahan tarif listrik," ujarnya.

Padahal, realisasi subsidi 2018 tercatat membengkak hingga Rp 153,5 triliun dari sebelumnya dianggarkan Rp 46,9 triliun. Subsidi energi 2018 terdiri dari Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liqufied Petroleum Gas (LPG) sebesar Rp 97 triliun dan listrik Rp 56,5 triliun. Sehingga total subsidi energi 2018 mencapai Rp 153,5 triliun.

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah mengungkapkan, kenaikan subsidi energi disebabkan oleh meningkatnya penggunaan premium akibat dimasukanya Jawa, Madura dan Bali ke wilayah penugasan dan meningkatnya konsumsi solar.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menambahkan, kenaikan subsidi energi disebabkan dinaikannya subsidi solar dari Rp 1.000 per liter menjadi Rp 2.000 per liter, melemahnya rupiah Serta naiknya konsumsi LPG tiga kilogram.

"Subsidi meningkat karena konsumsi LPG tiga kilogram meningkat. Solar yang tadinya subsidinya Rp 1.000 menjadi Rp 2.000. Subsidinya naik dua kali lipat. Solar kan harganya naik, kurs juga ada," ujar Djoko. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Energi

  • Jokowi Bakal Resmikan Penyambungan Listrik Gratis di Garut
  • Dua Pembangkit Listrik dari Sampah akan Beroperasi Tahun Ini
  • PLN Sebut Harga Listrik Berpotensi Turun
  • PLN Jamin Pasokan Listrik Aman Saat Kampanye dan Pemilu
  • Tanggapi Prabowo, JK: Stok BBM 21 Hari tidak Mengkhawatirkan
  • Kementerian ESDM Distribusikan Konverter Kit LPG untuk Nelayan Bulukumba
  • PGN Perluas Jaringan Gas di Serang
  • ESDM Bagikan 25 Ribu Konverter Kit Selama 2018
  • Harga BBM akan Dievaluasi Sebulan Sekali
  • 5.043 Rumah Tangga di Kabupaten Serang Nikmati Jargas
  • PLN Pastikan Natuna tak Defisit Listrik Pascakebakaran
  • Pertamina Sosialisasi Kompor Gas di Jayapura
  • Ditjen Ketenagalistrikan Tegaskan tak Ada Kenaikan Tarif
  • Pemerintah Komitmen Tingkatkan Pemanfaatan EBT
  • Pemerintah Targetkan 1 Juta Panel Surya Terpasang
  • Pemerintah Dorong Daerah Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
  • Menteri Jonan Pastikan Keandalan PLTU Paiton Pasok Listrik Jawa-Bali
  • Jonan Resmikan Jargas di Pasuruan
  • 131 Lembaga Penyalur Layani BBM Satu Harga
  • Warga Biak Sambut Penurunan Harga BBM Nonsubsidi