Gubernur BI Yakin Inflasi di Januari 2019 Terkendali

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2019-01-06
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Bank Indonesia (BI) menilai tingginya biaya transportasi dan beberapa harga komoditas di minggu pertama 2019 adalah hal wajar sebagai dampak dari momen liburan akhir tahun. Meski demikian, Indeks Harga Konsumen (IHK) atau tingkat inflasi diperkirakan tetap terkendali di Januari tahun ini.

Adapun IHK merupakan ukuran biaya keseluruhan barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen. IHK digunakan untuk mengamati perubahan dalam biaya hidup sepanjang waktu. IHK merupakan persentase yang digunakan untuk menganalisis tingkat atau laju inflasi.

"Kenaikan harga di minggu kedua sampai dengan minggu keempat Desember (2018) masih akan berlangsung di minggu pertama (Januari 2019). Transportasi juga masih tinggi. Wajar setelah akhir tahun," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, di Kompleks Perkantoran BI, Jumat, 4 Januari 2019.

Adapun inflasi pada Januari diperkirakan berada pada angka 0,53 persen secara bulan ke bulan (mtm) dan 3,03 secara tahun ke tahun (yoy). Secara keseluruhan, Perry mengatakan, tahun ini inflasi tetap terkendali pada sasaran 3,5 plus minus satu persen.

"Sehingga saya sampaikan inflasi pada Desember 2018 maupun Januari 2019 tetap terjaga, rendah, dan stabil, yaitu sekitar tiga persen. Jadi semua barang terjaga, baik inflasi inti, harga pangan, maupun harga yang diatur pemerintah," tuturnya.

Pada tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang 2018 mencapai sebesar 3,13 persen. Angka tersebut berada di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar 3,5 persen. Adapun selama 2018 seluruh komponen pengeluaran mengalami inflasi.

Kepala BPS Suhariyanto merinci kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 3,41 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 3,91 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar, 2,43 persen.

Kelompok sandang dan kesehatan  juga tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 3,59 persen dan 3,14 persen. Sementara Kelompok pendidikan dan transportasi mengalami inflasi masing-masing sebesar 3,15 persen dan 3,16 persen.

"Di 2019 ini diharapkan harga makanan dan barang stabil, sehingga inflasi tetap di bawah target," kata Suhariyanto, belum lama ini. (met)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Surplus USD210 Juta, BI: Neraca Transaksi Berjalan Bakal Positif
  • Pemerintah Targetkan Penerimaan Pajak 2020 Tumbuh 12 Persen
  • Kemenkeu Prediksi Ekonomi Semester Pertama Tumbuh 5,1 Persen
  • Menkeu Upayakan Defisit Anggaran Terjaga 1,84 Persen
  • Langkah Pemerintah Pangkas Pajak Dinilai Tepat
  • Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga Dinilai Sudah Tepat
  • Kemenkeu Pastikan Kas Negara dalam Keadaan Aman
  • BI Catat Modal Asing Masuk RI Capai Rp 112 Triliun
  • BI Prediksi Inflasi 2020 Terkendali di Tiga Persen
  • Menkeu: BI akan Ubah Kebijakan Moneter
  • Peringkat Utang RI Naik Indikasi Ekonomi Indonesia Stabil
  • Inflasi Mei 0,68 Persen, IHSG Menguat 84,68 Poin
  • Ramadhan Berakhir, Darmin: Inflasi Masih Stabil
  • Ramadan 2019, Menko Darmin Proyeksi Inflasi Mei Rendah
  • Nilai Tukar Rupiah Bergerak Stabil Jelang Libur Panjang
  • Ada THR, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019 Diprediksi Capai 5,1 Persen
  • Demo 22 Mei tak Terlalu Pengaruhi Pasar Modal
  • Menko Darmin Pastikan Ekonomi RI Aman dari People Power
  • Sri Mulyani Target Pertumbuhan Ekonomi 2020 Capai 5,6 Persen
  • Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3 Persen di 2019