Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Kementan akan Monitoring Daging Celeng dengan GPS

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-01-06
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan instrumen khusus untuk mengawasi distribusi dan peredaran daging celeng. Pengawasan itu menggunakan alat pemindai lokasi atau global positioning system (GPS).

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian (Barantan) Agus Sunanto mengatakan lalu lintas daging celeng atau babi hutan selalu menjadi masalah dan menimbulkan keresahan masyarakat. Selama kurun empat tahun saja sejak 2015, ada 28,9 ton daging celeng ilegal yang dilakukan proses hukum.

"Sebenarnya, ini tidak bisa dicegah, tapi harus kita atur dan awasi, sehingga tidak menimbulkan keresahan. Ini tugas bersama," kata Agus di Jakarta, Sabtu (5/1).

Menurut dia, lalu lintas daging celeng ini tidak dapat dihindarkan mengingat adanya permintaan. Yang bisa dilakukan pemerintah, lanjut dia, mengatur lalu lintas daging celeng sehingga menimbulkan ketenangan bagi masyarakat yang tidak mengonsumsinya.

Bengkulu, Prabumulih, dan Banyuasin, merupakan beberapa daerah penghasil daging celeng terbesar. Di daerah tersebut, celeng menjadi hama bagi petani dan sasaran empuk bagi para pemburu atau penembak.

Sementara itu, permintaan daging celeng di antaranya datang dari Jakarta, Tangerang dan Pangkal Pinang. Dari data yang ada, daging tersebut digunakan untuk pakan hewan, seperti di Kebun Binatang Ragunan dan untuk konsumsi. Namun jika daging celeng dioplos tentu menjadi kekhawatiran pemerintah.

Salah satu inovasi dan solusi yang digagas Barantan besama instansi terkait di daerah adalah menggunakan Quarantine Tracker. Cara kerja Quarantine Tracker yakni daging yang disertifikasi oleh dinas peternakan dan karantina di daerah asal akan dipasangi GPS. GPS dipasang dalam segel di kontainer atau mobil pengangkut daging celeng.

Seluruh pergerakan alat angkut tersebut dapat dimonitor secara daring oleh petugas karantina dan instansi terkait sehingga jika terjadi kerusakan atau pembongkaran paksa, GPS juga akan memberikan notifikasi. Segel elektronik tersebut akan dibuka di tempat tujuan akhir. Hal ini diharapkan dapat mengurangi distribusi daging celeng ke tempat yang tidak seharusnya.

Bengkulu merupakan provinsi yang cukup antusias dalam membantu penyelesaian permasalah peredaran daging celeng. Dinas Peternakannya menjadi proyek percontohan pengawasan daging ini.

Dalam operasional pengawasan, selain bekerja sama dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen PKH Kementan, Barantan, juga membentuk tim kolaborasi intelejen yang terdiri dari Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian masing-masing di Cilegon, Lampung, Jambi, Padang, Bengkulu, dan Belawan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan Bengkulu, Nopiyem, mengatakan kini daging celeng asal daerahnya selain dapat lancar dikirim ke Taman Margasatwa Ragunan, juga dapat digunakan untuk kebutuhan lain dengan pengawasan.

"Sinergitas yang baik dengan Barantan menjadikan komoditas ini dapat memberikan nilai tambah, selain dapat dikonsumsi untuk kelompok masyarakat tertentu," katanya.

Kementan juga mendorong komoditas tersebut untuk dapat diekspor. Hal tersebut karena adanya permintaan dari negara lain seperti Vietnam. Pada November 2017, Barantan melakukan sertifikasi ekspor daging celeng sebanyak 26,4 ton ke Vietnam. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Peternakan, Perikanan dan Kelautan

  • Peternak Sapi Potong Bakal Dapat KUR Berbunga 7 Persen Sampai Lunas
  • Tahun Ini, Kementan Siap Distribusikan Bantuan 20 Juta Ayam & Itik
  • 11.000 Kapal Ikan Ditarget Gunakan Logbook Elektronik
  • Pemerintah Siapkan KUR Khusus Perikanan Rakyat
  • Buka Rakernas, Mentan Janji Dorong Produksi Ayam hingga Sapi
  • KKP Tangkap 106 Kapal Illegal Fishing Selama 2018
  • Mentan Tekan Kemiskinan Lewat Budi Daya Ayam
  • Mentan Janji Bagikan 2 Juta Ekor Ayam di Jabar
  • Mentan Bangga RTM di Tasikmalaya Bisa Produksi DOC
  • KKP Patok Ekspor Lele & Patin Capai US$25 Juta
  • Bulog Segera Salurkan Jagung Impor ke Peternak
  • Program Upsus Siwab Berhasil Tingkatkan Populasi Sapi
  • Kementan akan Monitoring Daging Celeng dengan GPS
  • Ada 315 Ribu Benih Lobster Gagal Diselundupkan Selama 2018
  • Polbangtan Bogor Kembangkan Model Pertanian & Peternakan Rakyat
  • KKP Bangun Balai Induk Ikan Air Tawar di Sumsel
  • Tahun 2019, Kementan Tingkatkan Prioritas Bali Bebas Rabies
  • Kementan Imbau Bantuan Benih Jagung Tak Dijadikan Pakan Ternak
  • Investor Mulai Rambah Sektor Pembibitan Sapi
  • Jabar Didorong Maksimalkan Penggarapan Potensi Laut