Kementan: Permintaan Pasar Benih Bawang Meningkat

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-01-07
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian fokus melanjutkan program swasembada perbenihan, terutama bawang merah dan bawang putih.  Swasembada benih bawang merah sudah dicanangkan sejak 2016 hingga kini. Sementara itu program benih bawang putih yang dirintis mulai 2018 bertujuan untuk mencapai swasembada benih bawang putih pada 2021.

Kegiatan swasembada benih yang dilakukan pemerintah tersebut membuktikan adanya permintaan pasar yang tinggi dari kedua komoditas tersebut. Seperti yang diketahui, kedua komoditas ini berfungsi sebagai penyedap masakan serta obat tradisional. Di sisi lain merupakan sumber pendapatan  dan kesempatan kerja yang  memberikan kontribusi positif  untuk perkembangan ekonomi wilayah.

"Permintaan pasar meningkat dari tahun ke tahun. Ini menimbulkan permintaan benih selain ketersediaan benih di lapangan juga tinggi. Kondisi ini membuktikan  bahwa usaha perbenihan  di Indonesia masih terbuka lebar,” kata Direktur Perbenihan Hortikultura Sukarman.

Program usaha perbenihan yang dimaksud mulai di tingkat produksi (produsen) hingga ke  distribusi (pengedar) ke konsumen.

Kepala Subdit Produksi dan Kelembagaan Benih, Purnomo Nugroho menuturkan, kegiatan usaha perbenihan tidak boleh dilakukan sembarangan. Hal yang perlu dipahami adalah tetap  memperhatikan kaidah-kaidah usaha perbenihan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Agar nantinya benih yang tersedia di masyarakat  dapat dipastikan kebenaran varietasnya, tepat jenis, tepat mutu, tepat harga dan lokasi (agroklimat),” ujar Purnomo.

Permentan No 25/Kpts/SR 130/6/2013 tentang sertifikasi produsen dan pengedar benih hortikultura, mengatur tentang tata cara sertifikasi produsen benih, dan pengedar benih. Perlunya produsen dan pengedar disertifikasi yakni untuk membuktikan kompetensi teknis dan administrasinya dalam melakukan kegiatan pemuliaan, perbanyakan  hingga  perdagangan benih.

Permentan tersebut menyebutkan produsen dapat dikategorikan menjadi  empat level, yakni pemula, terampil, mahir dan handal. Hal tersebut menunjukkan betapa kegiatan produksi benih memerlukan pengalaman teknis yang mumpuni. Hal tersebut dapat diasah dari waktu ke waktu didampingi oleh tim teknis Pengawas Benih Tanaman dari UPTD BPSB  setempat. Sedangkan, pengedar benih perlu memiliki sertifikasi kompetensi sebagai pengedar, agar benih yang diedarkan dapat dipertanggung jawabkan (bukan benih kadaluwarsa), memahami peraturan perbenihan sehingga benih yang sampai ke masyarakat merupakan benih bernas dan bersertifikasi. Sertifikasi kompetensi sebagai produsen dan pengedar tersebut nantinya dapat ditinjau ulang setiap dua tahun sekali .

"Usaha bidang perbenihan masih terbuka lebar apalagi  kegiatan tersebut biasanya menyerap tenaga kerja yang banyak, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Hanya saja memang perlu kompetensi dalam menjalankannya. Namun, tidak perlu berkecil hati, apabila ingin mendalami usaha perbenihan, kami sebagai PBT siap membimbing ,” tutur Pengawas Benih Tanaman (PBT) di BPSB  Provinsi Jawa Timur, Purwoko. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kebijakan Impor Bawang Putih oleh Bulog tak Langgar Aturan
  • Mentan dan Bupati Bandung Barat Kompak Ajak Petani Ngahiji
  • Kalbar Jadi Penyangga Bawang Merah Kalimantan
  • Pengendalian OPT Menghantar ke Swasembada Kentang Sayur
  • Wapres JK Dorong Penggunaan Benih Unggul Pacu Produksi Padi
  • Lahan Sawah Terdampak Banjir di Tuban Dapat Asuransi Rp6 Juta per Hektar
  • Petani Indramayu : Tiap Tahun, Produksi Pertanian Selalu Meningkat
  • Kementan Serap Aspirasi, Produksi dan Pendapatan Petani Meningkat
  • Bantuan Mesin Pertanian Mampu Tingkatkan Produksi Jagung
  • Kementan Dorong Penggunaan Benih Bersertifikat
  • El Nino Mengancam Sektor Pertanian, Kementan Siapkan Langkah Antisipasi
  • Tingkatkan Daya Saing, Kementan Latih 4.000 Kelompok Tani Milenial
  • Kementan Identifikasi Kebutuhan Tani Milenial
  • Puluhan Ribu Petani Bali Siap Jadi Pahlawan Pangan di Era Milenial
  • Petani Pamekasan Berharap Bantuan Benih Unggul Dilanjutkan
  • Cuaca Ekstrim, Kementan Janjikan Bantuan Bagi Petani yang Gagal Panen
  • Kota Batu Kembangkan Kawasan Agropolitan Plus Bawang Putih
  • Petani Kerinci Raup Rezeki dari Bawang, Cabai, Kentang dan Sayuran
  • Kementan Siap Berikan Bantuan Alsintan Gratis untuk Petani
  • Tanam Jagung, Pendapatan Petani Madura Meningkat