Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Kementan Dukung Petani Milenial di Lahan Rawa

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-01-08
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan lahan rawa di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan seluas 200 ribu hektare menjadi lahan pertanian modern. Selain untuk meningkatkan produksi padi atau ketersediaan stok beras, pengoptimalan lahan rawa ini untuk mencetak petani milenial.

Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Andriko Noto Susanto mengatakan, rawa raksasa yang sedang dibangun tersebut, produktivitasnya mengalahkan lahan sawah konvensional di Jawa. Pasalnya, berada di areal luas, ketersediaan air melimpah, namun tenaga kerja sangat terbatas.

"Alat mesin pertanian menjadi pilihan untuk mengembangkan lahan rawa, selain produktif, cepat, biaya murah dan mampu mengatasi keterbatasan tenaga kerja," kata Andriko saat mengunjungi lahan rawa bersama petani milenial di Desa Talang Makmur, Kecamatan Telang, Banyuasin, Senin (7/1).

Menurut Andriko, alat mesin pertanian agar berkelanjutan harus dikelola oleh sumberdaya manusia (SDM) pertanian milenial yang mempunyai skill tinggi, anti kemapanan, berani mengambil risiko, inovatif, suka menghadapi tantangan. SDM milenial sangat sesuai mengelola lahan rawa karena upah menjadi lebih menarik, tidak kena lumpur, tidak kena panas sehingga menjadi lebih kompetitif dibandingkan dengan bekerja sebagai buruh.

"Petani milenial akan mengembangkan varian-varian pekerjaan yang semula dikerjakan secara konvensional menjadi mekanisasi. Teladannya, panen, olah tanah, tanam, pengendalian OPT, Pemeliharaan alat dan Pemasaran baik online maupun offline," ujarnya.

Kepala Pusat Penyuluhan, BPPSDM, Kementan, Siti Munifah menambahkan, tranformasi bisnis proses ini memungkinkan tambahan lapangan kerja baru dan added value baru, konsumen baru. Bahkan brand baru yang mampu mendisrupsi teknologi konvensional yang selama ini tidak kompetitif.

"BPPSDMP telah menginisiasi pendekatan ini di dua lokasi yaitu Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan dan Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan," kata Siti.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan, BPPSDM, Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan, dalam jangka Panjang, optimalisasi rawa ini memungkinkan tambahan luas panen, produktifitas, dan hasil pertanian seperti padi, jagung, kedelai, sayur, ternak (itik, ayam, ikan) menjadi berlimpah. Areal pengembangan ini selanjutnya menjadi terbuka bagi generasi milenial untuk menggantungkan masa depannya di sektor pertanian.

"Mereka akan bangga dan percaya diri bertemu dengan orang-orang yang bekerja di sektor industri karena income-nya tinggi, keberagaman, berkelanjutan dan tahan terhadap gejolak ekonomi, politik, global maupun regional. Sepanjang ada kehidupan, pangan akan selalu dibutuhkan," tuturnya.

Arsanti menegaskan, BPPSDMP membuka peluang bagi petani milenial untuk bergabung dalam mengelola lahan rawa. "Ini sejalan dengan penetapan Presiden Jokowi sebagai tahun pengembangan SDM," tegasnya. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Tanaman Pangan

  • Peneliti Kementan: Ketahanan Pangan Membaik 4 Tahun Terakhir
  • Mentan Sebut Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan ke Depan
  • Mentan: Pemerintah Siap Serap Panen Jagung Petani
  • Mentan: Stok Beras Nasional Aman Sampai Delapan Bulan
  • Stok Beras Aman, Mentan: Jangan Dipolitisasi, Kasihan Petani
  • Kementan Kembangkan Tiga Jenis Beras untuk Komoditas Ekspor
  • Kementan Siap Bagikan 40.390 Unit Alsintan
  • Bulog Siap Serap Beras Hasil Produksi Petani di Awal 2019
  • Bulog NTT Targetkan Serap 20 Ton Bawang Petani
  • Mentan akan Bagi-Bagi Benih Kedelai
  • Kementan Berhasil Surplus Padi dan Jagung Selama 2018
  • Petani Tasikmalaya Terima Bantuan 40 Ton Benih Sumber Padi
  • Bulog Lampung Sebut Stok Beras Cukup untuk 12 Bulan
  • Kementan Usulkan Kewajiban Importir Tanam Kedelai
  • Bulog Kejar Serapan 1,8 Juta Ton Beras Hingga Juli
  • Cek Gudang Bulog, Presiden Pastikan Stok Beras Terjaga
  • Upaya Kementan Antisipasi OPT pada Cabai di Musim Hujan
  • Kementan Optimistis Panen Padi Tahun Ini Melimpah
  • Bulog Jatim Klaim Stok Beras 650 Ribu Ton
  • Kementan Dukung Petani Milenial di Lahan Rawa