Target Program Satu Juta Rumah 2018 Terlampaui

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Kependudukan | 2019-01-09
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa target Program Satu Juta Rumah (PSR) terlampaui. Per 31 Desember 2018 pembangunan perumahan telah mencapai 1.132.621 unit.

 

"Pada tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya, jumlah pembangunan rumah di Indonesia dapat menembus satu juta unit rumah, persisnya 1.132, 621 unit rumah," kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/1).

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam penyediaan hunian kemampuan pemerintah melalui dana APBN hanya sekitar 20 persen terutama untuk rumah MBR. Kemudian sekitar 30 persen berasal dari subisidi KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Sisanya merupakan rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal," kata Abdul Hamid.

Program Satu Juta Rumah merupakan kolaborasi antara para pemangku kepentingan di bidang perumahan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi pengembang perumahan antara lain REI dan Apersi, perbankan, perusahaan swasta melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat.

Melalui program ini diharapkan dapat memperkecil backlog hunian di Indonesia yang pada tahun 2015 mencapai 7,6 juta unit menjadi 5,4 juta unit pada tahun 2019. Dari capaian 1.132.621 Unit itu, terbagi 69 persen atau 785.641 unit merupakan rumah MBR dan 31 persen atau 346.980 unit rumah nonMBR.

Untuk kategori rumah MBR, kontribusi Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan berhasil membangun sebanyak 217,064 unit rumah. Angka ini terdiri dari rumah susun (rusun) sebanyak 11,655 unit, rumah khusus 4,525 unit, rumah swadaya sejumlah 200.884 unit.

Kontribusi pemerintah daerah (Pemda) tercatat 111,821 unit rumah MBR terdiri dari  pembangunan rusun sebanyak 9.430 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Pembangunan Baru (BSPS PB) sebanyak 6.937 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Peningkatan Kualitas (BSPS PK) sebanyak 95.454 unit.

Rumah MBR yang dibangun pengembang sebanyak 447.364 unit, CSR 458 unit, dan masyarakat sebanyak 8.934 unit. Untuk rumah non-MBR sebanyak 290,656 unit dibangun oleh pengembang dan 56,324 unit dibangun masyarakat.

Pada tahun 2019, Ditjen Penyediaan Perumahan menargetkan pembangunan rusun sebanyak 6.873 unit, rumah swadaya 206.500 unit, rumah khusus 2.130 unit, dan bantuan prasarana sarana umum bagi 13.000 unit seperti jalan lingkungan, tempat pengolahan sampah dan jaringan air minum. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Penerima Bantuan PKH Didorong Masuk Industri Kecil dan Menengah
  • Jokowi Bakal Bangun 5 Juta Rumah
  • Jokowi Bagikan 4.000 'Kartu Sakti' Pendidikan
  • Kementerian PUPR Klaim Jumlah Permukiman Kumuh Berkurang
  • Menaker Hanif Target 150 Desa Masuk Program Desa Migran Produktif
  • Kemensos Targetkan Penerima Voucher Pangan Capai 15,3 Juta Keluarga
  • Pemprov Sulawesi Utara Klaim Angka Kemiskinan Turun Tajam
  • Pemerintah Jokowi Naikkan Target Program Satu Juta Rumah jadi 1,25 Juta Unit
  • PKH Disebut Efektif Tekan Kemiskinan
  • Kementerian PUPR Selesaikan Penataan 11 Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air
  • Gubernur Gorontalo: Kemiskinan Turun Karena Jagung
  • Program Rastra Turunkan Angka Kemiskinan di Kota dan Desa
  • Penanganan Stunting di 160 Kabupaten Gunakan Dana Desa
  • Selain Bansos, Ini Cara Pemerintah Tekan Angka Kemiskinan
  • Program Bekerja Kementan Kurangi Penduduk Miskin Perdesaan
  • Presiden Jokowi Minta Pembangunan Rusun Subsidi Diteruskan
  • Bappenas Jaga Penduduk Rentan Miskin Tidak Jatuh Miskin
  • KEIN: 2 Juta Jiwa Lepas dari Kemiskinan
  • Angka Kemiskinan Kembali Turun, Ini Kata Menko Darmin
  • PUPR Target Sediakan 1,25 Juta Rumah Tahun Ini