Upaya Kementan Antisipasi OPT pada Cabai di Musim Hujan

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-01-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Memasuki awal 2019, curah hujan tinggi menyebabkan tanaman cabai terserang banyak organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti penyakit virus kuning, antraknosa dan lalat buah. Kendati demikian, Kementerian Pertanian (Kementan) telah jauh-jauh hari menyiapkan upaya preventif.

Kepala Sub Direktorat Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal  Hortikulutura, Kementerian Pertanian (Kementan), Nadra Illiyina Chalid mengungkapkan, hingga saat ini virus kuning dan patek (antraknosa) masih menjadi penyakit utama tanaman cabai. Petugas POPT setempat telah merekomendasikan pengendalian dua penyakit serta lalat buah tersebut dengan penggunaan varietas tahan atau toleran.

Menurut Nadra, petani dianjurkan untuk menggunakan benih yang berkualitas, cara pesemaian yang benar, penggunaan plastik mulsa hitam perak, eradikasi selektif pada tanaman terserang/sakit, pemasangan perangkap untuk mengurangi kutu kebul dan pemanfaatan musuh alami, aplikasi pestisida untuk kutu kebul.

"Serangan hama penyakit pada tanaman cabai sebenarnya dapat dikendalikan sedini mungkin, bila petani menerapkan pengendalian OPT cabai secara ramah lingkungan dengan menggunakan bahan pengendali OPT yang ramah lingkungan, menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu,” kata Nadra saat meninjau tanaman cabai di Tuban, Jawa Timur, Kamis (10/1).

Petugas POPT selalu mengajak petani mendahulukan pengendalian secara pre-emptif yang diintegrasikan dengan sistem budidaya tanaman. Selain itu diikuti pengendalian secara responsif berdasarkan hasil pengamatan di lapang.

“Yakni sejak perencanaan sampai panen, termasuk pemilihan lahan, bibit yang sehat, pemeliharaan intensif dan pemantauan secara rutin,” ucap Nadra.

Secara terpisah Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf menjelaskan, Kementan bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) serta Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit(LPHP) atau Lab Agens Hayati terus mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi pengendalian OPT dengan menggunakan bahan dan sarana pengendali yang ramah lingkungan.

"Salah satunya dengan menggunakan likat kuning untuk pengendalian aphid yang menjadi vektor virus kuning, aplikasi trichokompos dimulai saat penyiapan lahan untuk menekan cendawan pengganggu tumbuhan, Harapannya, penerapan budidaya ramah lingkungan pada tanaman cabai semakin luas, sehingga mengurangi gangguan OPT,” tutur Sri.

Perlu diketahui, Kabupaten Tuban salah satu sentra produksi cabai di provinsi Jawa Timur khususnya di Kecamatan Montong dan Bancar. Daearh ini, tidak luput dari serangan penyakit utama seperti penyakit virus kuning, antraknosa dan lalat buah.

Penyakit-penyakit tersebut menyerang tanaman berumur 90 hingga 135 hari dengan luasan 6,5 hektare. Intensitas serangan dikategorikan ringan sampai dengan berat. Hal ini disebabkan petani cabai belum optimal menjalankan anjuran yang diberikan petugas lapang. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Lahan Sawah Terdampak Banjir di Tuban Dapat Asuransi Rp6 Juta per Hektar
  • Petani Indramayu : Tiap Tahun, Produksi Pertanian Selalu Meningkat
  • Kementan Serap Aspirasi, Produksi dan Pendapatan Petani Meningkat
  • Bantuan Mesin Pertanian Mampu Tingkatkan Produksi Jagung
  • Kementan Dorong Penggunaan Benih Bersertifikat
  • El Nino Mengancam Sektor Pertanian, Kementan Siapkan Langkah Antisipasi
  • Tingkatkan Daya Saing, Kementan Latih 4.000 Kelompok Tani Milenial
  • Kementan Identifikasi Kebutuhan Tani Milenial
  • Puluhan Ribu Petani Bali Siap Jadi Pahlawan Pangan di Era Milenial
  • Petani Pamekasan Berharap Bantuan Benih Unggul Dilanjutkan
  • Cuaca Ekstrim, Kementan Janjikan Bantuan Bagi Petani yang Gagal Panen
  • Kota Batu Kembangkan Kawasan Agropolitan Plus Bawang Putih
  • Petani Kerinci Raup Rezeki dari Bawang, Cabai, Kentang dan Sayuran
  • Kementan Siap Berikan Bantuan Alsintan Gratis untuk Petani
  • Tanam Jagung, Pendapatan Petani Madura Meningkat
  • Kementan: Banjir Belum Mengganggu Aktivitas Tani
  • Jatim Surplus Beras Hingga 2 Juta Ton
  • Genjot Lahan Rawa, Kementan Tetap Cetak Sawah Baru
  • Percepat Pertanian di Pamekasan, Bantuan Rp42 Miliar Digelontorkan
  • Petani Dieng Sambut Positif Tawaran Rotasi Tanam Kentang