BI: Peluang Rupiah Terus Menguat Terbuka

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2019-01-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Bank Indonesia (BI) menyebutkan, peluang kurs rupiah untuk terus menguat terbuka. BI menilai kurs rupiah yang pada Kamis ditutup ke posisi Rp 14.052 per dolar AS masih terlalu murah (undervalue).

 

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah di Jakarta, mengatakan jika dilihat dari kondisi fundamental ekonomi domestik saat ini, kurs rupiah seharusnya terus menguat dalam beberapa waktu ke depan. Namun, dia mengisyaratkan penguatan rupiah dalam waktu ke depan akan berjalan lebih "smooth" atau bertahap.

Penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir juga, menurut Nanang, lebih banyak dibentuk harga dari mekanisme pasar, atau bukan karena semata-mata dominasi intervensi BI.

Meski demikian, BI tetap melakukan lelang di pasar Domestik NDF untuk memfasilitasi kebutuhan valas dan lindung nilai, serta menjaga pergerakan psikologis nilai tukar dari pengaruh volatilitas pasar NDF luar negeri.

"Hitungan tim ekonomi BI rupiah dalam kondisi sekarang 'undervalue' artinya masih ada ruang rupiah menguat lebih lanjut. Tapi itu lebih baik kalau menguatnya lebih 'smooth'," ujar Nanang.

Nanang tidak menampik penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir, juga karena tekanan ekonomi global yang mulai mereda.

Berkurangnya tekanan ekonomi global karena hasil positif dari pertemuan AS dan Cina terkait rekonsiliasi perang dagang, dan juga kenaikan suku bunga The Federal Reserve, Bank Sentral AS, yang diperkirakan tidak agresif.

Namun BI juga tetap waspada terhadap tekanan ekonomi global karena sewaktu-waktu bisa menimbulkan gejolak di pasar keuangan domestik. "Karena kalau kita lihat dinamika pada tahun lalu saja, dalam tiga bulan kondisi bisa berubah di kuartal III semua negara masih solid di kuartal IV sudah perlambatan," ujar dia.

BI lebih banyak melakukan intervensi melalui Domestik NDF ketimbang langsung di pasar spot. Hingga Januari 2019, volume transaksi (outstanding) DNDF mencapai 1,2 miliar dolar AS dengan 13 bank sebagai peserta aktif. Volume itu menurut Nanang sangat baik, apalagi pasar DNDF baru dibuka pada November 2018.

"Banyak juga korporasi yang sudah bertransaksi, seperti BUMN nanti menyusul. Mata uangnya selain dolar AS, ada dari yen dan euro," ujar dia. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • BI Catat Modal Asing Masuk RI Capai Rp 112 Triliun
  • BI Prediksi Inflasi 2020 Terkendali di Tiga Persen
  • Menkeu: BI akan Ubah Kebijakan Moneter
  • Peringkat Utang RI Naik Indikasi Ekonomi Indonesia Stabil
  • Inflasi Mei 0,68 Persen, IHSG Menguat 84,68 Poin
  • Ramadhan Berakhir, Darmin: Inflasi Masih Stabil
  • Ramadan 2019, Menko Darmin Proyeksi Inflasi Mei Rendah
  • Nilai Tukar Rupiah Bergerak Stabil Jelang Libur Panjang
  • Ada THR, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019 Diprediksi Capai 5,1 Persen
  • Demo 22 Mei tak Terlalu Pengaruhi Pasar Modal
  • Menko Darmin Pastikan Ekonomi RI Aman dari People Power
  • Sri Mulyani Target Pertumbuhan Ekonomi 2020 Capai 5,6 Persen
  • Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3 Persen di 2019
  • Cadangan Devisa April 2019 Stabil di 124,3 miliar dolar AS
  • BI Proyeksikan Kurs Rupiah Menguat di Kuartal III 2019
  • Sri Mulyani Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menkeu Jepang
  • Gubernur BI Optimistis Rupiah Stabil
  • BI Yakin Aliran Modal Asing ke Indonesia Tetap Deras
  • Stabilitas terjaga, BI tahan suku bunga acuan enam persen
  • Sentimen Global Dongkrak Likuiditas dan Kredit Perbankan