Distribusi Pangan Baik Sehingga Inflasi Terkendali

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-01-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Anggota komisi IV DPR Ono Surono mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah bekerja secara baik guna menjaga stabilitas harga pangan dengan menjaga produkivitas pasokan komoditas. Hal itu dapat dicermati dari data sektor pertanian yang disajikan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai terjaganya inflasi pangan selama beberapa tahun terakhir.

Ono berpendapat, Amran Sulaiman memiliki kemampuan untuk merealisasikan keinginan Presiden Joko Widodo di sektor pertanian. "Coba pantau langsung ke lapangan, ke pasar, rata-rata harga pangan masih relatif stabil. Tidak terdengar ada gejolak harga pangan yang drastis, kan tidak ada lonjakan harga pangan hingga membuat masyarakat teriak," ujar Ono, Kamis (10/1).

 

Kondisi tersebut, ucap Ono, menandakan bahwa produksi pangan mampu terus ditingkatkan di pasaran sehingga ketersediaannya cukup. Selain itu juga menjadi tanda bila Kementerian Pertanian cukup memahami arahan Presiden Joko Widodo guna menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi melalui pertanian.

"Kan data BPS jelas. Lihat saja inflasi pangan per Desember tahun 2018 yang 0,68 persen. Bandingkan saat tahun 2017 yakni 1,26 persen. Tahun 2013 itu inflasi pangan 11,35 persen, lalu tahun 2014 adalah 10,57 persen. Jadi ada trend penurunan inflasi," kata Ono.

Contoh lain disebutkan Ono tentang kinerja Kementerian Pertanian untuk menjaga pasokan tampak pada momentum libur akhir tahun dan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

"Kementerian Pertanian kan berhasil mengendalikan harga saat libur akhir tahun kemarin. Pasokan pangan juga cukup. Begitu juga ketika Lebaran dan Idul Adha kan," ucap Ono.

Terjadinya stabilasi harga pangan tersebut, menurut Ono, berkaitan dengan sikap Pemerintah yang berkomitmen memudahkan jalur distribusi pangan agar tepat waktu sampai ke pasaran. Ono menilai, memiliki sistem untuk memastikan jalur distribusi jangan sampai menyulitkan sampai ke pasaran dan tidak menjadi permainan mafia pangan.

"Amran kan dikenal juga berani lawan mafia pangan. Salah satu upayanya mungkin dipraktikkan melalui jalur distribusi pangan sehingga bukan mainan mafia pangan sehingga harga stabil dan cepat sampai," kata Ono.

Ono menuturkan, dengan kinerja Kementerian Pertanian terhadap distribusi pangan yang teratur, bukan hanya dirasakan manfaatkan oleh konsumen dan pedagang, tapi juga petani dengan naiknya nilai tukar petani (NTP) tahun 2018 sebesar 0,04 persen.

Sebelumnya, calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat berkampanye di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu pekan lalu, mengkritisi kerja Kementerian Pertanian yang dianggapnya rumit menyusun rantai distribusi pangan. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Turunkan Tim Penanganan Kekeringan
  • Ditjen PSP Bahas Pengembangan Sumber Daya Pertanian untuk Trans Papua
  • Kemenkeu Bangun Ekosistem Kepatuhan dan Kemudahan Berusaha
  • Kementan Benahi Sistem Pengairan yang Terhambat
  • Pemerintah Libatkan KPK Untuk Proyek Blok Masela
  • Kementan Gelar Pelatihan Teknis Alsintan di Kudus
  • Pemerintah Genjot Pelayanan Berkualitas Berbasis Digital
  • Pemerintah Siapkan Insentif untuk Industri Padat Karya
  • Selandia Baru Apresiasi Indonesia Cetak Petani Muda
  • Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal Segera Diluncurkan
  • Jokowi Minta Pengusaha Investasi di Mandalika
  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usaha Tani
  • Infrastruktur dan Pariwisata Jadi Andalan Presiden Jokowi
  • Ini Cara Ditjen PSP Tingkatkan Strategi dan Operasional Hingga 2024
  • Mahasiswa Harus Berperan Wujudkan Kedaulatan Energi
  • Upah Buruh Tani Mei 2019 Naik 0,19 Persen
  • Kementan Serahkan Bantuan Alsintan 2019 untuk Sarolangun
  • Kemenhub: Bandara Kertajati Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jabar
  • Pemerintah Buka Peluang Beras Bulog Masuk BPNT
  • Kepala BKP Kementan Imbau KRPL Berkelanjutan