KLHK Amankan 57 Kontainer Kayu Ilegal dari Papua

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2019-01-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan didukung tim gabungan berhasil mengamankan 57 kontainer kayu ilegal dari Papua di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.

Direktorat Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) KLHK bersama dengan Lantamal VI Makasar dan Armada II TNI AL berhasil mengamankan kayu merbau yang diangkut kapal SM tersebut pada Minggu, 6 Januari 2019.

Kayu yang berada di dalam 57 kontainer itu diperkirakan lebih dari 914 meter kubik dengan nilai minimal sebesar Rp16,5 miliar. 

“Kami sudah memeriksa fisik kayu, mengamankan barang bukti itu, dan secepatnya menindaklanjuti dengan penyidikan semua pihak yang terkait,” ungkap Muhammad Nur, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi melalui keterangan resmi.

Operasi gabungan pengamanan kayu ilegal ini berawal dari hasil analisis data, operasi intelijen, dan laporan Dinas Kehutanan Provinsi papua, pada akhir Desember 2018.

Ditjen Gakkum menemukan ada indikasi pengangkutan 57 kontainer kayu ilegal dari Pelabuhan Jayapura dengan tujuan Surabaya. 

“Direktorat PPH Ditjen Gakkum kemudian memerintahkan kami melaksanakan operasi pengamanan, dengan dukungan Lantamal VI Makassar, Bea Cukai Makassar, dan KSOP Makassar,” tuturnya.

Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan (PPH), Ditjen Gakkum menyampaikan bahwa upaya penyelamata sumber daya alam Papua ini dimulai dati post audit terhadap sepuluh industri di Papua dan ditemukan pelanggaran berat yang dilakukan.

"Awal Desember 2018, kami mengamankan 40 kontainer kayu di Surabaya, dan hari ini 57 kontainer di Makassar,” ungkap Sustyo.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) KLHK Rasio Ridho Sani mengaku sangat khawatir dengan meningkatnya kerusakan lingkungan di Tanah Papua.

“Penyelamatan sumber daya alam tanah Papua menjadi prioritas utama mengingat hutan tropis alami di Papua saat ini menjadi sasaran utama mafia pembalakan liar,” kata Roy, panggilan akrabnya.

Roy mengatakan pihaknya telah mendeteksi perubahan modul dan pola-pola pembalakan liar yang dilakukan oleh para mafia kayu tersebut.

Selain itu, Ditjen Gakkum KLHK juga telah memutakhirkan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan sistem IT yang canggih untuk memberantas semua mafia SDA, baik pembalakan liar, pencemaran, perusakan lingkungan, maupun peredaran tumbuhan-satwa liar. 

Secara menyeluruh keberhasilan operasi ini merupakan komitmen KLHK bersama KPK, TNI AL, Ditjen Hubla, dan semua pihak lainnya.

“Ditjen Gakkum sedang menjajaki kerja sama permanen dengan TNI AL dan para pihak lainnya, seperti TNI, Kepolisian RI, Kementerian Perhubungan, dan pihak lainnya yang berkaitan,” tandas Roy. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Skema Kemitraan Kehutanan Dongkrak Komersial HTI
  • KLHK Targetkan Penetapan Hutan Adat Seluas 6,53 Juta Hektare
  • Petani Palangkaraya Budidayakan Buah Naga di Lahan Gambut
  • Kementan Luncurkan Program BUN500
  • Penguatan Sistem Verifikasi Untuk Menekan Pembalakan Liar
  • Semangka Organik Jadi Produk Kebanggaan DPO
  • KLHK Dorong Percepatan Administratif Hutan Adat
  • Kementan Gandeng Taiwan Dorong Agribisnis Anggrek
  • KLHK Keluarkan Peta Hutan Adat
  • Ditjen Perkebunan Diapresiasi Soal Sinkronisasi Data Sawit
  • Riau Jadi Pilot Project Sinkronisasi Data Perkebunan Sawit
  • Kementan Masih Optimistis Produksi Kakao Bisa Naik
  • BRG Siapkan Paket Bantuan Revitalisasi Ekonomi Mappi & Merauke
  • DPR Dukung Pemerintah Soal HGU
  • KEIN Ingatkan Hilirisasi Sawit Penting Tingkatkan Nilai Tambah Ekspor
  • Kebun Sawit Swadaya Teremajakan Bertambah
  • Restorasi Gambut di Sumsel Ditambah 40.000 Hektare
  • Tambahan Luas Tanam Tebu Ditargetkan Capai 80.000 ha
  • Dana Desa di Sumsel Digunakan untuk Cegah Karhutla
  • Sertifikasi LK-UMKM Bisa Cegah Kayu Ilegal