Mentan Bangga RTM di Tasikmalaya Bisa Produksi DOC

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-01-12
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bangga dengan rumah tangga miskin (RTM) yang dikoordinir oleh Bumdes di Tasikmalaya dapat memproduksi anak ayam umur sehari (Day Old Chicken = DOC) ayam kampung. Hal itu dikatakan Amran saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Kiarajangkung Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung hasil bantuan Kementan, yaitu Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja). Amran terlihat gembira ketika menyaksikan para RTM di desa Kiarajangkung panen telur sekaligus panen bibit anak ayam umur satu hari (DOC) yang diusahakan oleh BUMDES AMANAH Desa Kiarajangkung.

"Ini hebat,  hebat dan luar biasa hasilnya, masyarakat sudah bisa produksi DOC sendiri, aku bangga. Alhamdulillah. Program kami tidak sia-sia. Ini harus dikembangkan usahanya,” kata Amran, Jumat (11/1)

Program Bekerja merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan melalui kegiatan pertanian yang terintegrasi dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin. Pada 2018, program tersebut telah dilaksanakan di 10 provinsi, 22 kabupaten dan 807 desa yang melibatkan 200 ribu RTM. Saat ini sebagian besar RTM sebagai penerima manfaat dari program tersebut telah menuai hasil. Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu kabupaten penerima bantuan program Bekerja.

Kabupaten Tasikmalaya menerima bantuan ayam kampung petelur unggul sebanyak 590.100 ekor yang didistribusikan ke lima kecamatan (Sukahening, Cikatomas, Salopa, Jatiwaras dan Sodonghilir), 48 desa dan 11.802 RTM. Setiap RTM menerima bantuan sebanyak 50 ekor yang dilengkapi dengan kandang, pakan untuk pemeliharaan selama enam bulan, pelayanan vaksin dan obat hewan, serta pendampingan secara intensif (bimbingan teknis).

Pada kunjungan tersebut, Amran didampingi Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat dan Sesditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah. Menurut Amran, program Bekerja merupakan hasil nyata bantuan dari Presiden Joko Widodo pada beberapa bulan lalu dan kini terbukti menuai hasilnya.

Amran menambahkan, keterbatasan bibit ayam menjadi salah satu masalah dalam usaha pengembangan ayam kampung. Ia berharap RTM yang saat ini sudah mulai memproduksi telur dapat diarahkan untuk menjadi suplier usaha penetasan telur ayam kampung yang dikoordinir oleh BUMDES setempat.

“Saya berharap dengan program Bekerja ini cita-cita Desa Mandiri Bibit Ayam Kampung Unggul dapat terwujud,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Amran juga menyerahkan bantuan berupa mesin tetas sejumlah 96 unit kepada 48 BUMDES yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Ia berharap programnya ada keberlanjutan, sehingga RTM mampu mengembangkan usahanya di perdesaan. Selain itu Ia juga memberikan bantuan ternak domba sebanyak dua ekor kepada kelompok ternak untuk dibudidayakan.

"Saya berharap ada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat miskin di pedesaan yang berbasis pertanian , sehingga dapat menjadi solusi membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia. Ini tentunya sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa pengentasan kemiskinan merupakan salah satu prioritas yang harus diselesaikan," tutur Amran.

Dihadapan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Siti Nurjannah salah satu RTM penerima manfaat dari program bekerja Kementan pemerintah, bersyukur karena kini bantuan yang diterima telah menuai hasil.  Ayamnya sudah bertelur dan bahkan sudah ada yang menetas.

"Dari hasil program bekerja, Alhamdulillah kami bisa makan telur untuk pemenuhan gizi keluarga kami dan kami juga terbantu untuk menyekolahkan anak, bisa beli kebutuhan sehari-hari dan lain-lain, " ucap Siti.

Sementara itu Oyo Tarya yang juga merupakan salah satu penerima bantuan ayam dari program bekerja,.mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Kementan karena dengan bantuan yang diterima dapat menyekolahkan anak-anak dan cucunya.

 “Ayamnya saya sudah bertelur bahkan sudah ada yang mau menetas,” kata Oyo.

Program BEKERJA selain membedah kemiskinan agar rakyat sejahtera, sekaligus juga memecahkan masalah stunting akibat kekurang gizi protein hewani. Untuk meningkatkan sadar gizi dan konsumsi protein hewani pada anak usia dini sejumlah 300 siswa-siswi SD mengikuti acara ini dengan melakukan gerakan makan telur dan minum susu bersama Menteri Pertanian RI. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Siap Atur Regulasi Ternak Ayam
  • Indonesia Kembali Amankan Kapal Ikan Asing
  • Penyelundupan Benih Lobster Bernilai Rp 19 Miliar Digagalkan
  • Kemendag Minta Pinsar Buka Data Kerugian Peternak Mandiri
  • Soal Wabah Penyakit Kerbau, Kementan Layangkan Surat ke Pemerintah India
  • Susi Pudjiastuti Apresiasi Penggagalan Upaya Penyelundupan Benih Lobster
  • Tekan Pemotongan Sapi Betina Produktif, Kementan Gandeng Polri
  • Distan Karawang Distribusikan Ribuan Ekor Ayam untuk Gakin
  • Kementan Dorong Peternakan Bersistem Organik
  • Sentra Perikanan Rote Ndao Bakal Beroperasi Tahun Ini
  • Indonesia akan Batasi Jumlah Impor Sapi dari Australia
  • Hingga Hari Ini, KKP Berhasil Tangkap 15 Kapal Pencuri Ikan
  • Susi Pudjiastuti Ajak Uni Emirat Arab Ikut Perangi Illegal Fishing
  • Kementerian Kelautan Tangkap Satu Kapal Ikan Ilegal Berbendera Vietnam
  • 2.500 Ekor Sapi Diberikan ke Peternak di Sumut, Kementan Siapkan Asuransi
  • Kementan Gandeng Peternak Serap Jagung
  • Harga Ayam di Peternak Turun Jadi Tugas Siapa?
  • Dinas Pertanian Catat 270 Ekor Sapi Digaduh
  • Produksi Perikanan Ditargetkan Capai 25,7 Juta Ton
  • Pemerintah Salurkan KUR untuk Peternak di Tasikmalaya