Angka Kemiskinan Kembali Turun, Ini Kata Menko Darmin

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Kependudukan | 2019-01-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia pada September 2018 mencapai 25,26 juta orang atau sebesar 9,66 persen. Angka ini menurun 0,28 juta orang dibandingkan Maret 2018.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, menurunnya angka kemiskinan ini tidak lepas dari campur tangan pemerintah. Di mana, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sepanjang 2018 mulai dari dana bantuan sosial hingga dana desa.

"Itu hasil hitungan. Hasil hitungan bukan kita yang hitung. Dengan pengeluaran pemerintah bantuan sosial apapun itu kombinasinya bagus hasilnya. sehingga tingkat kemiskinannya turun. bayangkan kalau naik?" kata Darmin di Kantornya, Jakarta, Selasa (15/1).

Dia mengaku optimis tingkat kemiskinan ke depan dapat kembali ditekan. Sebab, pemerintah sendiri tidak akan merubah berbagai kebijakan yang sudah dijalankan. Termasuk juga konektifitas terhadap pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan.

"(Penuruan akan berlanjut?) Kenapa tidak, emangnya kita mendadak merubah ubah kebijakan kita secara drastis kan enggak. Mungkin malah ke depan kalau infrastruktur itu sebenearnya apalagi kalau lihat infrastruktur strategis saja yang ada itu yang selesai sampai akhir tahun 2019 itu mungkin ya 50-60 persen masih jalan dia tidak berarti belum dimulai yang lain. sudah mulai tapi infrastruktur itu kan proyeknya 3 tahun 4 tahun," jelasnya.

"Intinya tingkat kemiskinan sudah turun seberapa besar. Sudah bisa jawab lah mana yang disebakan oleh infrastruktur dan bansos," sambungnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan persentase penduduk miskin pada periode Maret hingga September 2018 di daerah perkotaan mengalami penurunan sebesar 13,1 ribu orang. Sedangkan penduduk miskin di perdesaan tercatat turun sebesar 261,1 ribu orang.

"Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 7,02 persen menjadi 6,89 persen. Sementara di perdesaan turun dari 13,20 persen menjadi 13,10 persen," katanya.

Sementara itu, apabila melihat persentase dari jumlah penduduk miskin berdasarkan kepulauan pada September 2018, terlihat bahwa penduduk miskin terbesar berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua yaitu sebesar 20,94 persen. Sedangkan persentase penduduk terendah berada di Pulau Kalimantan, yaitu 5,98 persen.

"Dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa sebanyak 13,19 juta orang sedanhkan jumlah pennduduk miskim terendah berada di Pulu Kalimantan 0,97 juta orang," katanya. (mer)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Oktober 2019, Capaian Program Sejuta Rumah Nyaris Sejuta Unit
  • Presiden Jokowi Setuju Tambah Kuota Rumah Subsidi Hingga 30.000 Unit
  • Kementan Galakkan Program BeKeRJa di Sulawesi Tenggara
  • Pertamina Lakukan Pendampingan Pertumbuhan Anak di Makassar
  • Pengentasan Kemiskinan, Kementan Kembangkan Program Bekerja
  • Kemendagri dan Lembaga Keuangan Sepakat Integrasikan Data Penduduk
  • 2020, Kartu Sembako Berikan Rp150.000 per Bulan pada 15,6 Juta Keluarga Miskin
  • Bedah Rumah Warga NTB, Kementerian PUPR Anggarkan Rp 81,6 Miliar
  • Bangun Bandara, Kementerian PUPR Siap Relokasi Rumah Warga di Asmat
  • KKP Targetkan Lombok Barat Bebas Stunting di 2024
  • Bansos Dinaikkan Jadi Rp 150 Ribu per Bulan
  • Cetak Sejarah Baru, Pemerintah Targetkan Kemiskinan di Bawah 9 Persen
  • Tingkatkan Kesejahteraan Melalui Pemberdayaan Masyarakat
  • Kementerian PUPR Bangun 699 Unit Huntara di Palu, Sigi, Donggala
  • Kementerian PUPR Bangun 6 Rusun di Kaltara 2015-2019
  • Pemerintah Targetkan Kemiskinan Tahun 2020 Turun
  • Pemerintah Tingkatkan Kualitas Hunian MBR di Jambi dan Papua
  • Genjot Penyediaan Rumah, Pemerintah Optimalkan Pembiayaan
  • Pemerintah: Program Sejuta Rumah Masih Dibutuhkan Masyarakat
  • Hingga Agustus, Program Sejuta Rumah Tembus 730 Ribu Unit