Ditjen PSP Canangkan Optimasi Lahan Rawa 500.000 Ha di Tahun 2019

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Pertanahan | 2019-01-21
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) mencanangkan program optimasi lahan rawa seluas 500.000 hektar (Ha) di tahun ini. Upaya pemanfaatan lahan rawa dengan pola optimasi lahan ini telah mulai dirintis sejak tahun 2016.

"Pada tahun 2016 telah dilakukan optimasi lahan rawa seluas 4.299 Ha, tahun 2017 dilakukan optimasi lahan rawa seluas 5.016 Ha dan tahun 2018 seluas 44.250 Ha," sebut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana.

Dadih Permana menjelaskan, Kementan membuat pilot percontohan lahan pertanian terpadu yang dikembangkan melalui kegiatan optimasi lahan rawa. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan pada bentangan potensi lahan rawa seluas 4.000 Ha.

"Kegiatan tersebut telah berhasil mengubah wajah pertanian rawa di Jejangkit, yang awalnya banyak lahan yang tidak dikelola karena faktor-faktor masalah pada lahan rawa. Saat ini lahan rawa di sana telah dikelola dan ditanami dengan tanaman padi," ungkap Dadih Permana dalam keterangan resmi, Minggu (20/1/2019).

Direktur Perluasan Dan Perlindungan Lahan Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati, menambahkan kegiatan pilot percontohan lahan pertanian terpadu yang dikembangkan melalui kegiatan optimasi lahan rawa bertumpu pada sejumlah kegiatan.

Di antaranya pembuatan polder keliling dan tanggul pada saluran tersier dengan menggunakan excavator, normalisasi kanal sekunder pada daerah irigasi rawa Jejangkit dengan menggunakan excavator dan pembuatan saluran tersier baru untuk membawa air hingga ke tengah lahan.

"Selain itu juga dibuatkan pintu-pintu air yang berfungsi sebagai pengatur air pada saluran-saluran di lokasi lahan. Juga ada penggunaan pompa aksial yang memiliki kapasitas besar," ungkap Indah.

Program ini juga melibatkan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan). Seperti traktor roda 2, traktor roda 4 dan bulldozer D21 yang didesain khusus untuk lahan rawa untuk proses pengolahan lahan. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Bersama TNI Terus Genjot Program Cetak Sawah Baru
  • Sertifikasi Lahan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Perdesaan
  • Kementan Minta Lahan Pasang Surut di Banyuasin Selesai Akhir Mei
  • 15.000 ha Lahan di Aceh Potensial Jadi Ladang Garam
  • Peremajaan Gambut Ditargetkan Capai 1 Juta Hektare pada 2019
  • Menteri Basuki Yakin Pembebasan Lahan Adat Jembatan Holtekamp Bisa Diselesaikan
  • BRG Ungkap Potensi Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Sawah
  • Lahan Sudah Legal, Petani dan Polisi Hutan Tak Lagi Kucing-kucingan
  • Menteri Sofyan Bagikan 20 Ribu Sertifikat Tanah di Batam
  • Mentan Sebut Program Cetak Sawah Naik 400% Dibanding 2014
  • Jokowi Bagikan 2.081 Sertifikat Tanah di Bangka Belitung
  • Pemerintah Jokowi Siapkan Lahan 10 Hektare Bangun Kampus di Serpong
  • Kementan Siap Beri Bantuan untuk Lahan Sawah Baru di Cianjur
  • Pengelolaan Air dalam Optimasi Lahan Rawa di Sulsel
  • Mentan Optimalisasi Lahan Rawa Lebak di Wajo
  • Lahan Kering di Purwakarta Potensial Jadi Areal Padi Gogo
  • Berkat Embung dan Irigasi Tersier, Lahan Marginal Kembali Produktif
  • Jokowi Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah ke Warga Jaksel
  • Kementan Dorong Pemda Keluarkan Regulasi Perlindungan Lahan Pertanian
  • KLHK Targetkan Rehabilitasi Lahan Kritis Seluas 206.000 Hektare pada 2019