Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Mentan Lepas Ekspor Tepung Kelapa 8.160 Ton

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2019-01-30
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melepas ekspor tepung kelapa ke China, Taiwan, Hamburg dan Rotherdam sebanyak 8.160 ton dengan nilai mencapai 8,16 juta dolar AS di Gorontalo, Rabu (30/1). Tepung tersebut dihasilkan dari kelapa yang dibudidayakan masyarakat dan diolah hingga diekspor PT. Royal Coconut sebanyak 3.744 ton dan PT Tri Tunggal sebanyak 4.416 ton.

Mentan Amran mengaparesiasi kelapa dari Gorontalo sejak 2018 hingga ekspor kali ini telah menembus 82 negara.

"Ini luar biasa ditengah jatuhnya harga kelapa kita melakukan ekspor. Barusan saya terima laporan dari Pak Kepala Dinas Pertanian Gorontalo, kita juga ekspor kelapa muda ke Australia. Peningkatam produksi kelapa kita luar biasa," kata Amran.

Secara umum, lanjut Amran, Indonesia adalah produsen kelapa terbesar dunia, produksi 2018 mencapai 19 juta ton. Sementara di tahun 2014, produksi kelapa hanya 1,3 juta ton.

"Peningkatannya 52 persen. Ini luar biasa di bawah pemerintahan Jokowi-JK dan di bawah upaya kerja keras Gubernur dan Bupati," ujarnya.

Melansir data Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, kontrobusi subsektor perkebunan untuk ekspor tepung kelapa di Provinsi Gorontalo sangat besar. Terbukti, jika harga pengambilan butiran kelapa rata-rata Rp 1.200 per butir, total uang yang beredar di tingkat petani mencapai Rp 208,8 miliar per tahun.

Luas lahan kelapa di Provinsi Gorontalo mencapai 71.524 ha dengan jumlah tanaman 4.782.200 pohon. Adapun total produksinya 575.864.000 butir per tahun.

Manager Quakity Control dari PT Royal Coconut, Marwan Cjepah menjelaskan, produk tepung kelapa yang dihasilkan 100 persen diekspor. Pasokan kelapa sepenuhnya bersumber dari petani dalam bentuk yang sudah dikeluarkan sabutnya.

"Kami terima kelapa dari petani itu untuk proses produkai minimum 150 ton hingga 200 ton per hari menghasilkan 24 ton tepung kelapa. Pabrik kami mulai produksi di awal Januari 2018 dan langsung ekspor ke Eropa, Afrika dan Asia," jelasnya.

Marwan menegaskan volume ekspor tepung kelapa ini semakin meningkat setiap tahunnya. Keberhasilan pihaknya dan eksportir lainnya melakukan ekspor berkat dukungan dari pemerintah dalam memudahkan pemberian izin ekspor.

"Pemerintah era sekarang sangat mensupport perizinan. Semua diurus dengan mudah, yang penting kita memenuhi persyaratannya. Begitu pun bantuan untuk petani, Kementan dan pemerintah daerah punya program tentang peremajaan kelapa. Ini sangat membantu petani, juga pabrik pengolahan," pungkasnya. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Perdagangan

  • Kementan Yakin Target Ekspor Jagung 500.000 Ton Bisa Dicapai
  • Harga Beras di Eceran Masih Terjangkau
  • Tandatangani Perjanjian, Indonesia - Eurasia Sepakat Tingkatkan Perdagangan
  • Pemerintah Optimistis Ekspor CBU Tumbuh Lewat Kebijakan Baru
  • Kementan: Ekspor Salak Naik 28 Persen
  • BI: Penjualan Eceran Meningkat
  • Indonesia Sasar Amerika dan Eropa untuk Ekspor Produk IKM
  • Kementan Tambah Unit Usaha untuk Genjot Ekspor Obat Hewan
  • Kementan Targetkan Ekspor 500 Ribu Ton Jagung Tahun Ini
  • Kementan Ambil Langkah Cepat Atasi Harga Cabai
  • Indonesia Ekspor Produk Komponen Elektronik ke AS
  • Pemerintah Kembangkan Gerai Maritim Jaga Stabilitas Harga
  • Harga Mayoritas Pangan Turun
  • Presiden: Indonesia Stop Impor Jagung 3,6 Juta Ton
  • Kemenperin Genjot Industri Elektronika untuk Bidik Ekspor
  • Antam Target Produksi Feronikel Naik 23 Persen di 2019
  • Kementan Optimistis Ekspor Durian Pandeglang Meningkat
  • Harga Emas Antam Turun Rp 4.000 Menjadi Rp 666.000 Per Gram
  • Pembebasan Kuota Impor Jagung Dinilai Bisa Stabilkan Harga
  • Pengusaha dan Pemerintah Siap Ekspor Tempe