Gubernur Gorontalo: Kemiskinan Turun Karena Jagung

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Kependudukan | 2019-01-31
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Angka kemiskinan di Gorontalo mengalami penurunan signifikan. Hal tersebut karena adanya program bantuan penanaman jagung.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang mengusung tema ‘Pembangunan SDM dan Sektor Pertanian di Gorontalo," pada Rabu (30/1).

Ia mengatakan, pada 2012, angka kemiskinan di Gorontalo masih 20 persen. Namun angka tersebut berkurang dengan menggratiskan pendidikan dan kesehatan.

"Kami melakukan pembangunan infrastruktur dan menggagas ekonomi kerakyatan, termasuk di dalamnya pertanian dan peternakan," katanya. 

Terkait sektor pertanian, Rusli mengakui, sebelumnya kondisi petani jagung sangat memalukan. Terutama karena benih yang kurang bagus atau tidak adanya pupuk. Kementan pun memberikan bantuan bibit unggul dan pupuk turun tepat waktu serta adanya jaminan harga di tingkat petani.

"Sehingga akhirnya Gorontalo berhasil mengekspor jagung hingga sebanyak 113 ribu ton," ujar dia.

Hal lain yang juga dilakukan pemerintah terkait produk jagung adalah, penetapan standar harga jagung, yang tidak boleh kurang dari Rp 3.100 per kilogram (kg).

Kebijakan tersebut muncul karena ada kondisi di mana ketika musim jagung panen, harga jagung turun, paling tinggi Rp 1.500 per kg," kata dia.

Kementan pun membuat standar harga jagung tidak boleh di bawah Rp 3.150 per kg. Ketika harga di bawah angka tersebut, Bulog harus turun membelinya dengan harga Rp 3.150 per kg. "Inilah yang membuat petani sejahtera," kata dia.

Berdasarkan survei pada September 2018, BPS setempat melansir adanya penurunan angka kemiskinan hingga 0,98 poin, yakni menjadi 15,83 persen atau 188,30 ribu jiwa. Pada Maret 2018, angka kemiskinan masih tercatat di 16,81 persen atau sebanyak 198,51 ribu jiwa. 

Penurunan jumlah penduduk miskin dalam kurun Maret 2018-September 2018 terjadi baik di perkotaan maupun pedesaan. Namun dari angka yang diperoleh juga tampak bahwa penurunan kemiskinan di perkotaan jauh lebih banyak ketimbang di pedesaan. 

Menururut Rusli, selain kinerja sektor pertanian, cara lain untuk menekan kemiskinan adalah dengan menggelar pasar murah. "Kita alokasikan anggaran untuk pasar murah. Ini sejalan dengan perintah Presiden agar negara hadir di tengah-tengah rakyat," katanya. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • BPS: Kualitas Hidup di Indonesia Meningkat di 2018
  • Survei: 93,2 Persen KPM Puas pada Program Keluarga Harapan
  • Tekad Jokowi: Tidak Ada Lagi Rakyat Tertinggal di Garis Kemiskinan
  • Indonesia Gandeng Lembaga Internasional Atasi Isu Kemiskinan
  • LSM Sebut Kualitas Hidup Orang Miskin di RI Membaik
  • Pemerintah Siapkan 21.000 Huntap Risha di Palu
  • Pemerintah Gelontorkan Rp 5,1 T Untuk Korban Gempa Lombok
  • Tahun ini PUPR Bedah 1.200 Unit Rumah di Padeglang
  • Pemerintah Berkomitmen Terus Sediakan Rumah Layak bagi Masyarakat
  • Penerima Bantuan PKH Didorong Masuk Industri Kecil dan Menengah
  • Jokowi Bakal Bangun 5 Juta Rumah
  • Jokowi Bagikan 4.000 'Kartu Sakti' Pendidikan
  • Kementerian PUPR Klaim Jumlah Permukiman Kumuh Berkurang
  • Menaker Hanif Target 150 Desa Masuk Program Desa Migran Produktif
  • Kemensos Targetkan Penerima Voucher Pangan Capai 15,3 Juta Keluarga
  • Pemprov Sulawesi Utara Klaim Angka Kemiskinan Turun Tajam
  • Pemerintah Jokowi Naikkan Target Program Satu Juta Rumah jadi 1,25 Juta Unit
  • PKH Disebut Efektif Tekan Kemiskinan
  • Kementerian PUPR Selesaikan Penataan 11 Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air
  • Gubernur Gorontalo: Kemiskinan Turun Karena Jagung