Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Pembebasan Kuota Impor Jagung Dinilai Bisa Stabilkan Harga

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2019-02-01
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) optimistis impor jagung tanpa pembatasan kuota mampu stabilkan harga jagung nasional.

Belum lama ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memberikan kebebasan bagi Perum Bulog untuk mengimpor jagung tanpa dibatasi kuota hingga pertengahan Maret 2019 demi menjaga stabilitas harga bahan baku pakan itu. Harga jagung yang stabil tinggi yaitu Rp6.000/kg memaksa pemerintah membuka kran impor.

Peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman mengatakan, pembebasan impor dari kuota berkemungkinan bisa memudahkan Bulog untuk merealisasikan impor jagung sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Dia pun mengharapkan Bulog bisa menggunakan kebijakan ini untuk menentukan waktu impor yang tepat. Terutama pada saat harga jagung internasional rendah.

Dengan begitu, jagung impor yang masuk dapat efektif untuk menjaga kestabilan harga jagung di pasar dan juga mampu memenuhi permintaan para peternak ayam yang lebih dari 50% bahan baku pakannya adalah jagung.

“Langkah yang dilakukan pemerintah ini sangat positif untuk memperkuat efektivitas impor jagung. Sistem kuota seringkali menghambat importir untuk bisa merealisasikan impor sesuai dengan kebutuhan pasar dan tidak jarang importir harus menunggu berbagai rapat koordinasi sehingga momentum untuk mengimpor di saat harga murah terlewat,” jelasnya pada Rabu (30/1).

Selain itu, Assyifa mengusulkan agar pemerintah merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 21 tahun 2018 pasal 3 ayat 1 dan pasal 5 ayat 1 dan 2 serta Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 57 tahun 2015 pasal 7 ayat 2 untuk membuka peluang bagi lebih banyak lagi importir jagung, baik yang berasal dari BUMN dan swasta.

Dengan terbukanya peluang mengimpor untuk banyak pihak, menurutnya bisa menciptakan kompetisi yang adil dan transparan. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Perdagangan

  • Kementan Yakin Target Ekspor Jagung 500.000 Ton Bisa Dicapai
  • Harga Beras di Eceran Masih Terjangkau
  • Tandatangani Perjanjian, Indonesia - Eurasia Sepakat Tingkatkan Perdagangan
  • Pemerintah Optimistis Ekspor CBU Tumbuh Lewat Kebijakan Baru
  • Kementan: Ekspor Salak Naik 28 Persen
  • BI: Penjualan Eceran Meningkat
  • Indonesia Sasar Amerika dan Eropa untuk Ekspor Produk IKM
  • Kementan Tambah Unit Usaha untuk Genjot Ekspor Obat Hewan
  • Kementan Targetkan Ekspor 500 Ribu Ton Jagung Tahun Ini
  • Kementan Ambil Langkah Cepat Atasi Harga Cabai
  • Indonesia Ekspor Produk Komponen Elektronik ke AS
  • Pemerintah Kembangkan Gerai Maritim Jaga Stabilitas Harga
  • Harga Mayoritas Pangan Turun
  • Presiden: Indonesia Stop Impor Jagung 3,6 Juta Ton
  • Kemenperin Genjot Industri Elektronika untuk Bidik Ekspor
  • Antam Target Produksi Feronikel Naik 23 Persen di 2019
  • Kementan Optimistis Ekspor Durian Pandeglang Meningkat
  • Harga Emas Antam Turun Rp 4.000 Menjadi Rp 666.000 Per Gram
  • Pembebasan Kuota Impor Jagung Dinilai Bisa Stabilkan Harga
  • Pengusaha dan Pemerintah Siap Ekspor Tempe