Kementerian PUPR Selesaikan Penataan 11 Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Kependudukan | 2019-02-03
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah menyelesaikan Penataan Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air di 11 lokasi. 

Program ini bertujuan untuk mengembangkan permukiman pesisir berbasis ekonomi perikanan di berbagai lokasi di Indonesia. 

Sebelas kawasan tersebut yakni:

  • Kampung Beting (Kota Pontianak)
  • Kampung Sumber Jaya (Kota Bengkulu)
  • Kawasan Nelayan Indah (Kota Medan)
  • Kampung Kuin (Kota Banjarmasin)
  • Kampung Karangsong (Kota Indramayu)
  • Kampung Tegalsari (Kota Tegal)
  • Kampung Tambak Lorok (Kota Semarang)
  • Kampung Moro Demak (Kabupaten Demak)
  • Kampung Untia (Kota Makassar)
  • Kampung Oesapa (Kota Kupang)
  • Kawasan Hamadi (Kota Jayapura)

Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono mengatakan, program pengembangan kawasan permukiman nelayan dan kampung tepi air, tidak hanya memperbaiki fisik infrastrukturnya, tapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungannya. 

Hal ini dimungkinkan karena perencanaan dilakukan bersama dengan Pemerintah Kota dan masyarakat. 

“Penataan di kampung nelayan akan dikembangkan lagi agar bisa menjadi kawasan wisata," kata Menteri PUPR, Sabtu (2/2/2019).

Salah satu kawasan yang ditangani adalah Kawasan Tambak Lorok, yang berada dekat kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Kawasan ini kerap mengalami banjir dan rob setiap tahunnya. 

"Banjir juga disebabkan kondisi drainase yang tidak memadai," papar Basuki.

Selain masalah banjir, para nelayan yang tinggal di kawasan tersebut juga kesulitan melaut dan menambatkan perahunya karena terjadinya pendangkalan alur muara Sungai Kanal Banjir Timur Lama.  

Pembangunan berbagai infrastruktur yang dilakukan bertujuan untuk mendukung kawasan Tambak Lorok sebagai “Kampung Wisata Bahari” dengan meningkatkan kualitas kawasan yang sebelumnya kawasan kumuh, mengurangi risiko banjir dan rob di daerah tersebut dan penyediaan fasilitas bagi para nelayan.

Perbaikan yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Ditjen Sumber Daya Air melalui Pekerjaan Pengembangan Drainase Tambak Lorok melalui kontrak tahun jamak dari tahun 2015 hingga tahun 2017 dengan anggaran dari APBN sebesar Rp151 miliar. 

Pengembangan drainase akan melindungi sekitar 2.000 kepala keluarga dari risiko banjir dan rob.  

Pekerjaan yang dilakukan diantaranya berupa penggalian alur sungai sepanjang 800 meter, pemasangan pelindung tebing sungai dengan spun pile sepanjang 1,5 Km dan pembuatan dinding penahan rob (parapet) sepanjang 1,5 Km dan pembuatan dock perahu nelayan. 

Selain pengembangan drainase, dilakukan Pekerjaan Pengembangan Kawasan Pemukiman Nelayan Tambak Lorok oleh Ditjen Cipta Karya.

Pekerjaan dilakukan sejak 2017 dan ditargetkan rampung pada 2019 dengan anggaran sebesar Rp 37,6 miliar dengan progres telah mencapai 85%. 

Pekerjaan yang dilakukan berupa peningkatan jalan, ruang terbuka publik, gerbang kawasan dan street furniture. Selain itu juga dibangun jalur hijau sempadan sungai. Untuk mendukung ekonomi masyarakat sekitar, Kementerian PUPR juga membangun Pasar Tambak Lorok. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Upaya Kementan Tekan Angka Kemiskinan dengan Program 'Bekerja'
  • Kementan Pacu Program Strategis untuk Tekan Kemiskinan
  • Angka Kemiskinan RI Turun ke 9,41%
  • PUPR Serah Terima 50 Kunci Rumah Khusus Nelayan Di Boalemo
  • Pemerintah Optimis Angka Kemiskinan Berkurang Jadi 8,9% di 2020
  • Nelayan di Boalemo Dapat 50 Rumah
  • PUPR Akan Bangun Rumah Untuk Warga Eks Timor Timur
  • PUPR Optimistis Target Sejuta Rumah Tercapai Akhir Tahun
  • Pemerintah Dorong Keluarga Miskin Jadi Menengah Tangguh
  • Urbanisasi Pengaruhi Kelangsungan Rantai Pasokan Pangan
  • Gorontalo Siapkan 36 Hektare Lahan Untuk Rumah Warga Tak Mampu
  • Anggaran Program Keluarga Harapan Telah Tersalurkan Rp19,6 Triliun
  • Tingkat Kepuasan PKH Capai 93,2%
  • BPS: Kualitas Hidup di Indonesia Meningkat di 2018
  • Survei: 93,2 Persen KPM Puas pada Program Keluarga Harapan
  • Tekad Jokowi: Tidak Ada Lagi Rakyat Tertinggal di Garis Kemiskinan
  • Indonesia Gandeng Lembaga Internasional Atasi Isu Kemiskinan
  • LSM Sebut Kualitas Hidup Orang Miskin di RI Membaik
  • Pemerintah Siapkan 21.000 Huntap Risha di Palu
  • Pemerintah Gelontorkan Rp 5,1 T Untuk Korban Gempa Lombok