PKH Disebut Efektif Tekan Kemiskinan

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Kependudukan | 2019-02-03
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan Program Keluarga Harapan (PKH) efektif menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Atas alasan itu pula, anggaran PKH terus ditingkatkan. 

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat menyebut, ada 4 faktor yang membuat PKH efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Dia menjelaskan, PKH memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin pada aspek pendapatan dan konsumsi atau kebutuhan dasar. 

 

"Dengan bantuan PKH yang terintegrasi dengan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), keluarga penerima manfaat (KPM) bisa membeli kebutuhan pokok pangan yang berkualitas baik dan kebutuhan sekolah anak dengan harga yang murah," ujar Harry pada acara penyaluran bantuan sosial nontunai PKH dan BPNT di GOR Parung Bogor, Sabtu (2/2), berdasarkan keterangan tertulisnya.

Faktor kedua, kata dia, PKH melalui para pendamping, mendorong perubahan pola pikir dan perilaku KPM PKH untuk lebih memperhatikan pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi keluarga.  Faktor ketiga, PKH membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam kerja-kerja sosial, sekaligus membuka puluhan ribu lapangan pekerjaan sehingga menjadi berkah. 

"Keempat PKH efektif dalam memerangi kemiskinan karena memiliki indeks bantuan dan jangkauan yang luas agar hidup masyarakat makin cerah," kata dia.

Di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo, jumlah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) PKH terus bertambah. Pada 2014, jumlah KPM tercatat sebanyak 2,79 juta KPM. Tahun 2015 naik menjadi 3,5 juta KPM, 2016 menjadi 5,9 juta, 2017 sebanyak 6,2 juta, dan sejak tahun 2018 jumlahnya mencapai 10 juta KPM. 

Seiring peningkatan jumlah KPM, angka kemiskinan menurun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan turun dari 9,82 persen pada Maret 2018 menjadi 9,66 persen per September 2018. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan dukungannya untuk program PKH. Menurut dia, salah satu program bantuan sosial yang berkontribusi besar terhadap penurunan angka kemiskinan adalah PKH yang terintegrasi dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Rastra.

"Selain itu, dibutuhkan komitmen dan kesungguhan seluruh penerima bantuan sosial untuk mengikuti program ini dengan baik sehingga kedepannya taraf hidup KPM meningkat, lebih sejahtera dan dapat hidup mandiri”, paparnya

Airlangga berharap Kementerian Perindustrian dapat bekerja sama dengan Kementerian Sosial membantu memberikan pelatihan kewirausahaan dan bantuan peralatan wirausaha kepada KPM PKH untuk menunjang kemandirian. Dengan mewujudkan kemandirian ekonomi, KPM PKH diharapkan dapat keluar dari kondisi keterpurukan ekonomi, sehingga tidak bergantung pada bantuan pemerintah. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Upaya Kementan Tekan Angka Kemiskinan dengan Program 'Bekerja'
  • Kementan Pacu Program Strategis untuk Tekan Kemiskinan
  • Angka Kemiskinan RI Turun ke 9,41%
  • PUPR Serah Terima 50 Kunci Rumah Khusus Nelayan Di Boalemo
  • Pemerintah Optimis Angka Kemiskinan Berkurang Jadi 8,9% di 2020
  • Nelayan di Boalemo Dapat 50 Rumah
  • PUPR Akan Bangun Rumah Untuk Warga Eks Timor Timur
  • PUPR Optimistis Target Sejuta Rumah Tercapai Akhir Tahun
  • Pemerintah Dorong Keluarga Miskin Jadi Menengah Tangguh
  • Urbanisasi Pengaruhi Kelangsungan Rantai Pasokan Pangan
  • Gorontalo Siapkan 36 Hektare Lahan Untuk Rumah Warga Tak Mampu
  • Anggaran Program Keluarga Harapan Telah Tersalurkan Rp19,6 Triliun
  • Tingkat Kepuasan PKH Capai 93,2%
  • BPS: Kualitas Hidup di Indonesia Meningkat di 2018
  • Survei: 93,2 Persen KPM Puas pada Program Keluarga Harapan
  • Tekad Jokowi: Tidak Ada Lagi Rakyat Tertinggal di Garis Kemiskinan
  • Indonesia Gandeng Lembaga Internasional Atasi Isu Kemiskinan
  • LSM Sebut Kualitas Hidup Orang Miskin di RI Membaik
  • Pemerintah Siapkan 21.000 Huntap Risha di Palu
  • Pemerintah Gelontorkan Rp 5,1 T Untuk Korban Gempa Lombok