Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Harga Minyak Mentah Terjaga, Inflasi Januari 2019 pun Relatif Rendah

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2019-02-03
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Inflasi Januari 2019 relatif rendah disebabkan oleh harga minyak mentah relatif terjaga di bawah US$65 per barel. 

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menuturkan pemerintah juga tidak menaikkan harga bbm dan tarif listrik. 

"Sementara itu, tarif angkutan, komunikasi dan keuangan deflasi disebabkan normalisasi harga tiket paska libur tahun baru," kata Bhima , Jumat (1/2/2019). 

Dia menambahkan inflasi rendah juga dipicu oleh kurs rupiah yang menguat selama bulan Januari kemarin. “Alhasil, imported inflation tidak terjadi.”

Kendati inflasi Januari rendah, Bhima menegaskan pemerintah dan BI perlu mencermati inflasi volatile food atau bahan makanan seiring curah musim hujan yang tinggi. 

"Komoditas yang memiliki pengaruh besar ke inflasi pada awal tahun biasanya adalah beras," ujar Bhima.

Dia menambahkan panen raya masih belum terlihat di semua wilayah hingga saat . 

Biasanya, bulan Februari mulai surplus beras tapi masih tipis. Kemudian, puncak panen raya biasanya Maret-April. 

Berikutnya, dia menyoroti  harga BBM dan tarif listrik bersubsidi, yang masih belum pasti pasca Pemilu.

Padahal, ini sangat berkaitan dengan defisit transaksi berjalan dari sektor migas dan kondisi keuangan BUMN penugasan. 

"Jika BBM dan tarif listrik naik, inflasi administered prices pasti akan terdorong," katanya.

Terkait dengan angkutan udara, Bhima menegaskan kendati kontribusinya terhadap inflasi  relatif kecil karena bisa ditutupi oleh turunnya tarif angkutan darat dan laut pasca libur tahun baru, tetapi  efek kenaikan tarif maskapai penumpang, dan kargo plus bagasi bisa memicu inflasi transportasi pada bulan Februari mendatang.

Selain itu, pemerintah, BI dan TPID perlu mencermati lagi mungkin inflasi inti (core inflation). Saat ini masih inflasi inti 0,3% relatif kecil.

Namun, dia khawatir akan meningkat seiring dengan permintaan yang naik jelang Pemilu dan Lebaran. (bis)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Moneter

  • BI Jateng: Peredaran Uang Palsu Turun 8 Persen
  • Penanaman Modal Asing Diyakini Meningkat Tahun Ini
  • BI: Dana Asing Masuk RI Tembus Rp 49,6 Triliun Hingga 7 Februari 2019
  • Cadangan Devisa Terjaga, Tekanan Kurs Rupiah Mulai Mereda
  • Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17 Persen Sepanjang 2018
  • Ekonom: Meski Meningkat Cepat, Utang RI Masih Terkendali
  • Pasokan Pangan Mencukupi, Inflasi Januari 2019 Rendah
  • Harga Minyak Mentah Terjaga, Inflasi Januari 2019 pun Relatif Rendah
  • Menko Darmin: Inflasi Januari 2019 Lumayan Bagus
  • Kemenkeu Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Cukup Baik
  • Staf Khusus Wapres JK: Pemerintah Mampu Jaga Inflasi di Level 3 Persen Selama 3 Tahun
  • Gubernur BI Optimistis Rupiah Menguat pada 2019
  • Sri Mulyani: Utang Pemerintah Jangan Hanya Dilihat Dari Nominal, Tapi Tujuannya
  • BI: Rasio Utang Luar Negeri Masih Aman
  • BI: Defisit Neraca Perdagangan Membaik di Desember 2018
  • Mentan Amran: Pertama Dalam Sejarah, Inflasi Pangan Turun Drastis Jadi 1,26 Persen
  • BI Optimistis Risiko Inflasi 2019 Bisa Dikendalikan
  • BI: Peluang Rupiah Terus Menguat Terbuka
  • Menko Darmin Nasution Optimistis Rupiah Akan Terus Menguat
  • APBN 2019 Fokus pada Kemakmuran Rakyat