BBM Satu Harga Harus Berlanjut

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-02-03
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pengamat ekonomi Universitas Mataram M Firmansyah berharap program BBM Satu Harga di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia terus berlanjut. Namun, Pertamina harus menjaga stabilitas pasokan pada wilayah yang sudah menjalankan program ini.

"Stabilitas pasokan menjadi syarat mutlak. Kalau tidak tentu akan merepotkan karena masyarakat sudah terbiasa dengan harga BBM yang rendah,” kata Firmansyah melalui keterangan tertulis, Minggu, 3 Februari 2019.

Firmansyah mengatakan program itu berdampak baik bagi banyak sektor, tak terkecuali pertanian. Pasalnya, dengan BBM yang murah dan gampang didapat, proses produksi jadi mudah. “Semua yang berkaitan dengan pengolahan, industri, bahkan pertanian, ikut terdampak. Sebab, program tersebut memang meningkatkan keterjangkauan masyarakat kepada BBM,” kata dia.

Alexander Rajariwu, petani di Desa Raekore, Sabu Barat, Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, juga mengakui. Menurut Alexander, BBM Satu Harga bisa meningkatkan hasil panen enam kali lipat. Jika dulu maksimal hanya 500 kilogram, sekarang minimal tiga ton. 

Peningkatan panen, lanjut Alexander, tidak lepas dari optimalnya penggunaan traktor. Sebelum harga BBM murah, dia berpikir dua kali jika hendak memakai traktor. Pasalnya, dulu harga BBM berada pada kisaran Rp100 ribu-200 ribu per liter. 

Itu pun, lanjut Alexander, petani harus menempuh jarak enam kilometer dengan jumlah yang sangat terbatas, yaitu 1,5 liter saja. “Tentu saja mesin traktor tidak optimal karena idealnya harus diisi 3,5 liter,” kata Alexander.

Saat ini, harga BBM sudah sama seperti di Pulau Jawa. Petani bisa leluasa memakai traktor. "Traktor pun bisa bekerja optimal sehingga hasil pertanian menggembirakan,” kata dia.

Di Nusa Penida, program BBM Satu harga juga berdampak positif. Anggota Komisi II DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana, mengatakan, sejak diresmikan November 2017, pulau yang terletak di tenggara Pulau Bali itu mengalami perkembangan menggembirakan. 

“Dari data yang disampaikan di DPRD, Klungkung mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Pendistribusian pendapatan juga lebih merata. Salah satu penyebabnya adalah program BBM Satu Harga,” jelas Adi. 

Adi mengatakan BBM Satu Harga bisa memangkas berbagai biaya distribusi dan operasional di Nusa Penida. Sebelumnya, harga BBM di sana terkenal lebih tinggi dibandingkan dengan Pulau Bali. (temp)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • PLN Papua Pastikan Listrik Aman Pascaricuh
  • Bali Kembangkan Pembangkit EBT
  • SPBU di Kota Sorong Kembali Beroperasi Normal
  • Distribusi Listrik dan BBM di Manokwari Dipastikan Lancar
  • Pertamina Antisipasi Penyaluran BBM Jayapura dan Manokwari
  • PLN Distribusi Jatim Targetkan Penurunan Gangguan 50 Persen
  • Sambut Kemerdekaan RI ke 74, PLN Percepat Desa Berlistrik di Aceh
  • PLN di Batas Negara Hadir Hingga PLBN Long Midang Krayan
  • Kementerian ESDM Dorong Bauran EBT Lewat Pengelolaan Sampah
  • Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman Usai Kebakaran Kilang Balikpapan
  • Cegah Mati Lampu Lagi, PLN Ingin Bangun Jaringan Listrik Bawah Laut
  • 2.500 Warga Nusa Tenggara Terima Sambungan Listrik Gratis
  • Pertamina Targetkan Kapasitas PLTP 1.112 MW pada 2026
  • Pemerintah Dorong Penggunaan Bioavtur untuk Penerbangan
  • Nusa Tenggara Dapat 2.500 Sambungan Listrik Gratis
  • Setelah B20, Jokowi Targetkan B30 pada Januari 2020
  • PLN Listriki 8 Desa di Kabupaten Kepulauan Yapen
  • Idul Adha, Pertamina Siapkan Tambahan 10 Juta Tabung LPG 3 Kg
  • PLN Kawal Pasokan Listrik Idul Adha
  • PGN akan Konversi Energi di Kilang Pertamina