Setelah 10 Tahun, Listrik di Maros Tak Lagi Byar Pet

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-02-03
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor kelistrikan PT PLN merespon keluhan masyarakat di Dusun Samata, Desa Limapeccoe, Kecamatan Cenrana, Maros, Sulawesi Selatan hidup dalam gelap. Padahal sudah 10 tahun listrik telah mengaliri daerah tersebut.

PLN mulai meningkatkan pelayanan listrik ke Dusun Samata. Untuk melakukan hal tersebut, PLN mengganti trafo untuk menaikkan tegangan listrik disana.

Mengutip keterangan tertulis yang diterima, Minggu (3/2/2019), PLN telah mengganti Trafo 50 Kva (1 fasa) ke Trafo Tap khusus 16-20 Kv/400V dengan kapasitas 100 kVA (3 fase) sebanyak 1 unit. PLN juga melakukan penambahan jaringan JTR 4x70 mm2 sepanjang 600 untuk memecah dan meratkan beban serta melakukan pengepresan sambungan jaringan dengan CCO.

Setelah PLN melakukan penggantian trafo, tegangan gardu yang tadi nya 198 V berubah menjadi 230 V. Lalu tegangan ujung yang awalnya 136 V, naik menjadi 202 V, hal tersebut dapat menambahkan daya serta menstabilkan aliran listrik ke masyarakat.

Menurut PLN, listrik yang mengalir ke Dusun Samata acap kali menghadapi gangguan berupa jaringan yang tersentuh ranting pohon.

Selain itu, masalah juga muncul karena jauhnya bentangan jaringan listrik dari Gardu Induk Sinjai hingga ke rumah warga, yang jaraknya mencapai 130 Km sehingga tidak stabil aliran listriknya di ujung jaringan.

Sebagai solusi permanen, saat ini PLN sedang membangun Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) dari GI Maros yang melintasi kawasan hutan lindung Camba.

Sebelumnya, warga desa Dusun Samata, Desa Limapeccoe, Kecamatan Cenrana, Maros, Sulawesi Selatan mengeluhkan aliran listrik yang belum maksimal ke daerah mereka. Padahal, wilayah tersebut sudah mendapat aliran listrik dari PT PLN (Persero) sejak tahun 2009.


Setiap malam mereka masih harus menyalakan lampu-lampu pelita ataupun lilin untuk membantu penerangan. Padahal, daya meteran listrik mereka paling minim 900 kWh.

Salah satu warga Dusun Samata Mapiarra mengucap syukur karena masyarakat setempat kini dapat menikmati listrik dengan tegangan yang stabil.

"Alhamdulillah kebutuhan masyarakat Dusun Samata akan tegangan listrik yang stabil sudah dapat terpenuhi," tutur Mapiarra. (det)

- Tag : Listrik

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • PLN Papua Pastikan Listrik Aman Pascaricuh
  • Bali Kembangkan Pembangkit EBT
  • SPBU di Kota Sorong Kembali Beroperasi Normal
  • Distribusi Listrik dan BBM di Manokwari Dipastikan Lancar
  • Pertamina Antisipasi Penyaluran BBM Jayapura dan Manokwari
  • PLN Distribusi Jatim Targetkan Penurunan Gangguan 50 Persen
  • Sambut Kemerdekaan RI ke 74, PLN Percepat Desa Berlistrik di Aceh
  • PLN di Batas Negara Hadir Hingga PLBN Long Midang Krayan
  • Kementerian ESDM Dorong Bauran EBT Lewat Pengelolaan Sampah
  • Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman Usai Kebakaran Kilang Balikpapan
  • Cegah Mati Lampu Lagi, PLN Ingin Bangun Jaringan Listrik Bawah Laut
  • 2.500 Warga Nusa Tenggara Terima Sambungan Listrik Gratis
  • Pertamina Targetkan Kapasitas PLTP 1.112 MW pada 2026
  • Pemerintah Dorong Penggunaan Bioavtur untuk Penerbangan
  • Nusa Tenggara Dapat 2.500 Sambungan Listrik Gratis
  • Setelah B20, Jokowi Targetkan B30 pada Januari 2020
  • PLN Listriki 8 Desa di Kabupaten Kepulauan Yapen
  • Idul Adha, Pertamina Siapkan Tambahan 10 Juta Tabung LPG 3 Kg
  • PLN Kawal Pasokan Listrik Idul Adha
  • PGN akan Konversi Energi di Kilang Pertamina