Kementerian ESDM Targetkan 98.481 KK Peroleh LTSHE

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-02-04
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merealisasikan program pembagian Lampu Hemat Tenaga Surya Energi (LHTSE). Tahun ini, Kementerian ESDM menargetkan 98.481 KK di daerah terpencil, mendapat LHTSE.

Penduduk di dua desa di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mendapat bantuan ini. Desa-desa tersebut antara lain, Maudemo, Kecamatan Lamaknen. Kemudian Rafar, kecamatan Raimanuk. Pada Jumat (1/2), Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Widyo Sunaryo menyerahkan beberapa paket LHTSE secara simbolis di Desa Maudemu, Kecamatan Lamaknen.

"Saya mewakili Pak Menteri menyerahkan pembangunan infrastruktur di bidang ESDM ini. Sebelum jalur listrik masuk ke sini, terlebih dahulu, warga memakai tenaga surya ini," kata Widyo.

Ia menerangkan, sebanyak 234 kepala keluarga dari dua desa di atas mendapat bantuan LHTSE ini. Setiap unit LHTSE seharga Rp 3 juta.

Komponen yang ada dari setiap unit tersebut, antara lain empat lampu LED tiga watt. Baterei Lithium, Panel Surya 20 Watt, dan Charger Handphone. 

"Kami harapkan dengan adanya lampu ini, malam hari ada kegiatan tambahan. Buat adik-adik yang sekolah, bisa belajar, juga buat ibu-ibu yang menenun, ada fasilitas penerangan," ujar Widyo menambahkan.

Secara keseluruhan, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan telah selesai melaksanakan pendistribusian dan pemasangan LHTSE di Provinsi NTT, pada akhir 2018. Selain Belu, ada di Ende, Flores Timur, Lembata, Alor, Sumba Timur, Sumba Tengah, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU). 

Totalnya sebanyak 4.293 KK di 52 desa sebagai penerima bantuan. Peresmiannya baru dilakukan saat ini. 

Widyo menerangkan usia normal LHTSE sekitar tiga tahun. Ia meminta para penerima memelihara dengan baik.

"Setelah tiga tahun mudah-mudahan sambungan listrik dari PLN sudah sampai di sini. Sekarang yang penting bisa menerangi rumah," ujarnya.

Pada 2018, Kementerian ESDM menganggarkan Rp 595 miliar untuk 172.966 KK yang belum terlistriki di seluruh Indonesia. Itu terbagi dalam 15 paket lelang.

Untuk 2019, masih dalam tahap pelelangan. Pemerintah menargetkan 98.481 KK di daerah terpencil, mendapat LHTSE.

Ini merupakan program pemerintah sesuai Perpres nomor 47 tahun 2017 tentang penyediaan LHTSE bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik. Idealnya untuk masyarakat di daerah perbatasan, terisolir, atau yang jauh dari jangkauan PLN. 

Prinsip kerja LHTSE, energi dari matahari, ditangkap panel surya. Kemudian diubah menjadi kapasitor yang menjadi energi listrik. Energi listrik tersebut disimpan dalam baterei untuk menyalakan lampu. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Bali Kembangkan Pembangkit EBT
  • SPBU di Kota Sorong Kembali Beroperasi Normal
  • Distribusi Listrik dan BBM di Manokwari Dipastikan Lancar
  • Pertamina Antisipasi Penyaluran BBM Jayapura dan Manokwari
  • PLN Distribusi Jatim Targetkan Penurunan Gangguan 50 Persen
  • Sambut Kemerdekaan RI ke 74, PLN Percepat Desa Berlistrik di Aceh
  • PLN di Batas Negara Hadir Hingga PLBN Long Midang Krayan
  • Kementerian ESDM Dorong Bauran EBT Lewat Pengelolaan Sampah
  • Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman Usai Kebakaran Kilang Balikpapan
  • Cegah Mati Lampu Lagi, PLN Ingin Bangun Jaringan Listrik Bawah Laut
  • 2.500 Warga Nusa Tenggara Terima Sambungan Listrik Gratis
  • Pertamina Targetkan Kapasitas PLTP 1.112 MW pada 2026
  • Pemerintah Dorong Penggunaan Bioavtur untuk Penerbangan
  • Nusa Tenggara Dapat 2.500 Sambungan Listrik Gratis
  • Setelah B20, Jokowi Targetkan B30 pada Januari 2020
  • PLN Listriki 8 Desa di Kabupaten Kepulauan Yapen
  • Idul Adha, Pertamina Siapkan Tambahan 10 Juta Tabung LPG 3 Kg
  • PLN Kawal Pasokan Listrik Idul Adha
  • PGN akan Konversi Energi di Kilang Pertamina
  • PLN Targetkan Melistriki 87 Desa di Pulau Flores Tahun Ini