KLHK Targetkan Rehabilitasi Lahan Kritis Seluas 206.000 Hektare pada 2019

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Pertanahan | 2019-02-06
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan dapat merehabilitasi lahan kritis seluas 206.000 hektare di seluruh Indonesia tahun ini.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar menyampaikan melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) sedang menyiapkan dengan serius Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian Rehabilitasi Hutan Lahan (RHL) pada 2019.

"Outcome yang diharapkan adalah dari segi lingkungan dapat menurukan tingkat erosi dan sedimentasi, mencegah banjir dan tanah longsor serta meningkatkan keanekaragaman hayati. Lainnya adalah dapat menyerap karbon dan mengurangi pencemaran," paparnya dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.

Siti menambahkan kawasan DAS merupakan bentang alam dengan segala fungsi dan kebijakan yang ada di dalamnya harus dikelola bersama pemangku kepentingan.

Menurutnya orientasi kebijakan DAS adalah untuk menyelamatkan danau, waduk, pemukiman serta obyek wisata alam.

Kemudian memberikan perluasan kesempatan kerja, mendorong dan antisipasi industri kayu rakyat, juga memberikan manfaat ekonomi rakyat di masa depan.

Berdasarkan orientasi kebijakan tersebut, Dia berharap agar kegiatan RHL tahun ini tidak hanya selesai pada penanaman, tetapi dipikirkan juga secara keseluruhan.

"Persoalan DAS bukan hanya tanam pohon, jangan terlalu sempit melihatnya," ujarnya.

Dia juga kembali mengingatkan tentang perintah Presiden Joko Widodo adalah perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mengatasi persoalan di sekitarnya.

Jokowi meminta harus ada langkah besar yang harus dilakukan dalam upaya ini. Langkah tersebut di antaranya adalah merehabilitasi lahan kritis, melakukan penyelamatan sumber daya alam, mengurangi dengan cepat tanah longsor dan banjir serta memberikan perluasan kesempatan kerja.

Oleh karena itu dia meminta agar para jajaran PDASHL baik yang berada di pusat maupun di daerah harus melakukan langkah-langkah baru atau corrective action dalam penanganan DAS.

"Saya mau titip, apa yang disampaikan Bapak Presiden ini penting bagi masyarakat untuk menerima manfaat. Perhatikan tujuannya, bukan hanya menanam," tandasnya. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • PUPR Antisipasi Dampak Kekeringan Lahan Pertanian
  • Kemarau Jadi Momen Tingkatkan LTT Lahan Rawa
  • Alami Kekeringan Lahan, Kementan Berikan Luas Tanam Baru untuk Petani
  • Manfaatkan Lahan Rawa untuk Sawah, Mentan Dapat Dukungan DPR
  • Terinspirasi KRPL, Lahan Pemasyarakatan Dijadikan Pertanian
  • Terdampak Banjir, Lahan Pertanian Berasuransi di Sulsel Diganti 100%
  • Pemerintah Targetkan Penyelesaian 167 Kasus Konflik Agraria
  • Kementan-TNI Cetak Sawah Baru 200 Hektar di Aceh Besar
  • Kementan Targetkan Satu Juta Hektare Sawah Miliki Asuransi
  • Begini Cara Kementan Mengelola Lahan Rawa Progam Serasi
  • Mentan Perintahkan Optimalkan Lahan dan Kebun Percobaan
  • Brigade Alsin, Strategi Mentan Garap Lahan Rawa
  • Kementan Jamin Optimalisasi Lahan Rawa Capai Target
  • Produktivitas Lahan Rawa Diklaim Mampu Tekan Gejolak Harga
  • Kementan Dorong Optimalisasi Rawa di Kabupaten Toli-Toli
  • Kementan Imbau Daerah Pertahankan Sawah Atau DAK Pertanian Ditinjau Ulang
  • Presiden Jokowi: Berdayakan Lahan Garam, Petani NTT Bisa Raup Rp 15 Juta per Bulan
  • Kejar Target Serasi, Kementan Mencari Lahan Rawa di Kalteng
  • Bersama TNI AD, Kementan Maksimalkan Potensi Lahan Rawa di Lampung
  • Kejar Pertumbuhan, Pemerintah Perlu Benahi Pertanahan