Tahun Ini Pertamina Tambah BBM Satu Harga di Sulawesi

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-02-07
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Tahun 2019 secara nasional Pertamina menargetkan pendirian 39 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang sulit dijangkau karena keterbatasan infrastruktur. Di wilayah Sulawesi khususnya Sulawesi Tengah (Sulteng), tahun ini akan dibangun tiga lokasi BBM Satu Harga. Sehingga total akan terdapat enam lokasi BBM Satu Harga di wilayah Sulteng.

 

Selama tahun 2018, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII telah menuntaskan 100 persen target BBM Satu Harga yang di amanahkan Pemerintah yakni sembilan lokasi di Sulawesi. Sebanyak tiga titik berlokasi di Provinsi Sulteng, satu lokasi di Sulawesi Tenggara (Sultra), satu di Gorontalo, serta empat di Sulawesi Utara (Sulut).

Setiap bulan Pertamina MOR VII rata-rata menyalurkan BBM Satu Harga sebesar 1.588 Kilo Liter (KL). Meliputi Premium 1.133 KL, Solar 389 KL dan Pertalite 67 KL kepada seluruh lembaga penyalur di wilayah Sulawesi. Dari jumlah tersebut 329,67 KL disalurkan di Sultra, 840 KL di Sulteng, 372 KL di Sulut dan 46,67 KL di Gorontalo.

General Manager MOR VII, Werry Prayogi, menyatakan banyak tantangan yang dihadapi dalam menyalurkan BBM Satu Harga di Sulawesi. "Perjalanan yang di tempuh cukup jauh, misalnya ke Kepulauan Togean menggunakan kapal sejauh 200 km dengan waktu tempuh 24 jam. Tak jarang berjibaku dengan ombak tinggi," jelas Werry.

BBM Satu Harga merupakan komitmen Pertamina untuk menyediakan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di daerah 3T. Sesuai amanat UU Migas No 22 Tahun 2001 dan UU Energi No 30 Tahun 2007.

Kehadiran BBM Satu Harga di wilayah Sulawesi banyak dinikmati petani, nelayan dan pelaku usaha kecil di wilayah 3T. Berbagai usaha antara lain transportasi, perdagangan, industri rumah tangga, perikanan, dan pertanian terus menggeliat sejalan dengan kemudahan dan ketersediaan BBM dengan harga yang terjangkau.

“BBM Satu Harga telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T, karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM. Harga BBM yang sebelumnya berkisar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per liter kini jauh menurun menjadi Rp 6.450 untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar,” kata Werry. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Bali Kembangkan Pembangkit EBT
  • SPBU di Kota Sorong Kembali Beroperasi Normal
  • Distribusi Listrik dan BBM di Manokwari Dipastikan Lancar
  • Pertamina Antisipasi Penyaluran BBM Jayapura dan Manokwari
  • PLN Distribusi Jatim Targetkan Penurunan Gangguan 50 Persen
  • Sambut Kemerdekaan RI ke 74, PLN Percepat Desa Berlistrik di Aceh
  • PLN di Batas Negara Hadir Hingga PLBN Long Midang Krayan
  • Kementerian ESDM Dorong Bauran EBT Lewat Pengelolaan Sampah
  • Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman Usai Kebakaran Kilang Balikpapan
  • Cegah Mati Lampu Lagi, PLN Ingin Bangun Jaringan Listrik Bawah Laut
  • 2.500 Warga Nusa Tenggara Terima Sambungan Listrik Gratis
  • Pertamina Targetkan Kapasitas PLTP 1.112 MW pada 2026
  • Pemerintah Dorong Penggunaan Bioavtur untuk Penerbangan
  • Nusa Tenggara Dapat 2.500 Sambungan Listrik Gratis
  • Setelah B20, Jokowi Targetkan B30 pada Januari 2020
  • PLN Listriki 8 Desa di Kabupaten Kepulauan Yapen
  • Idul Adha, Pertamina Siapkan Tambahan 10 Juta Tabung LPG 3 Kg
  • PLN Kawal Pasokan Listrik Idul Adha
  • PGN akan Konversi Energi di Kilang Pertamina
  • PLN Targetkan Melistriki 87 Desa di Pulau Flores Tahun Ini