BUMDes di Purbalingga Pasok Kebutuhan Singkong Indofood

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-02-08
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kiprah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mulia Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga ini layak diacungi jempol. Meski hanya merupakan badan usaha milik desa, namun mampu menjalin kerjasama dengan perusahaan besar PT Indofood Fritolay Makmur.

 

''BUMDes kami melakukan kerjasama dengan PT Indofood untuk memasok kebutuhan singkong,'' kata Kepala Desa Karanganyar, Tofik, Kamis (7/2).

Dia menyebutkan, jenis singkong yang dipasok merupakan jenis singkong manggu. Singkong ini memiliki keunggulan berupa ukurannya yang besar serta tekstur rasa singkongnya yang empuk dan gurih. ''Oleh PT Indofood Fritolay Makmur, bahan baku singkong ini digunakan sebagai kripik singkong,'' katanya.

Menurutnya, dalam kerjasama ini, peran BUMDes adalah menampung dan membeli singkong produk hasil panen petani dengan harga sesuai ketentuan yang telah ditetapkan PT Indofood. Setelah itu, BUMDes yang mengirimkan singkong tersebut ke pabrik PT Indofood.

Dengan adanya kerjasama ini, Tofik menyebutkan, petani di desanya sudah mulai merasakan keuntungan yang didapatkan dari menanam singkong. "Dengan adanya kontrak kerjasama, maka harga singkong di tingkat petani menjadi lebih terjamin. Tidak lagi naik-turun seperti harga di pasaran,'' katanya.

Dia menyebutkan, singkong hasil panen petani tersebut dibeli BUMDes dengan harga antara Rp 1.400-Rp 1.800, tergantung kualitasnya. Tingkat harga tersebut, diakui tidak terlalu jauh dengan harga di pasaran saat ini.

Namun dia menyebutkan, dengan adanya kerjasama maka petani tidak perlu repot lagi untuk mencari pembeli. Selain itu, petani juga mendapat jaminan bahwa singkong hasil panennya akan dibeli dengan harga yang layak.

Dia menyebutkan, total luas lahan di Desa Karanganyar yang ditanami singkong manggu, memang belum terlalu luas atau hanya sekitar 10 hektar. Hal ini karena sebagian besar lahan pertanian lainnya, lebih banyak ditanami padi.

''Dengan lahan seluas 10 hektare, setiap kami panen kami bisa mendapatkan 250 ton singkong manggu. Sedangkan lama masa tanamnya, selama 5-6 bulan,'' katanya.

Hasil tersebut dinilai cukup menguntungkan, karena biaya yang dibutuhkan untuk merawat tanaman singkong tidak terlalu besar. (ant)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Dalam 4 Tahun Kementan Pangkas Inflasi Pangan
  • Mentan Amran Beri Sinyal Kartu Tani Bisa Dimanfaatkan untuk KUR dan Pembelian Benih
  • Pemerintah Akan Bentuk Tim untuk Mengoptimalkan Program Kartu Tani
  • Pengusaha Nilai Pemerintah Sukses Benahi Pertanian
  • Kemenperin Targetkan 10.000 IKM Masuk Pasar Online
  • Dorong Kerjasama Program Santri Tani dan OPOP
  • Program Santri Tani Milenial Untuk Cetak Eksportir Milenial
  • Kemendes Paparkan Strategi Pengembangan Kawasan Perdesaan
  • Pengelolaan Usaha Pertanian Tersistematisasi
  • Sektor Pertanian Ubah Tradisi Impor Jadi Ekspor
  • Kementerian Pertanian Dorong Upaya Kemandirian Pakan
  • Ada Kemarau Panjang, BI Optimis Inflasi Tetap di Bawah 3,5 Persen
  • Korea Selatan Bakal Perluas Investasi Teknologi di Indonesia
  • Kemendes Digitalisasi Desa di Kabupaten Lombok
  • Gubernur BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Lebih Baik
  • Presiden Jokowi Mengapresiasi Operasi Kapal Ternak
  • Pemkab Tabanan Galakkan BUMDes dan BUMDes Bersama
  • KKP Minta Industri Kencangkan Serapan Garam Lokal
  • Presiden Jokowi Banggakan Garam NTT Lebih Bagus dari Produk Impor Australia
  • Pemerintah Semakin Gencar Lakukan Relaksasi ke Dunia Usaha