Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Kementan Pantau Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan di Sumsel

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-02-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan agar penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya excavator, yang diberikan untuk pengembangan lahan rawa lebak dan pasang surut menjadi lahan sawah produktif di Sumatera Selatan benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

Kementan telah menyalurkan bantuan excavator sebanyak 69 unit di Provinsi Sumsel untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimalisasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut.

"Pemantauan ini arahan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Alsintan dan excavator harus bekerja optimal sehingga lahan rawa menjadi lahan sawah produktif," ungkap Direktur Alsintan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Andi Nur Alam Syah dalam siaran pers, Minggu (10/2/2019).


Andi melakukan kunjungan kerja unuk memantau langsung optimalisasi pemanfaatan alsintan dan excavator di Sumsel, Sabtu (9/2) lalu. Dalam kunjungan ini, Kepala Desa Talang Rejo, Kecamatan Muara Talang, Banyuasin, Sumsel, Hendrik Kuswoyo mengungkapkan hasil dan nilai tambah yang besar dari pemanfaatan alsintan dan excavator dari Kementan.

Hendrik menyebutkan, satu unit excavator dapat mengerjakan long storage sepanjang 20 km dengan lebar 2,5 m. Ini dapat mengairi sawah seluas 1.800 hektare (ha) dengan indeks pertanaman (IP) 200, atau penanaman padi dua kali setahun.

"Produktivitas padi yang tadinya 8,5 ton menjadi 13 ton per ha untuk dua musim tanam. Jadi ada selisih 5 ton per ha," beber Hendrik. Menurut Hendrik, selisih sebanyak 5 ton gabah per ha tersebut, nilainya mencapai Rp20 juta. Dengan demikian, dari total lahan 1.800 ha, dihasilkan tambahan pendapatan bagi petani mencapai Rp36 miliar.

Hendrik menjelaskan dalam pengerjaan optimalisasi lahan rawa menjadi lahan sawah produktif ini, pemerintah desa memanfaatkan dana desa untuk biaya BBM dan operator. Total dana desa mencapai Rp800 juta, namun digunakan untuk membuat long storage sepanjang 20 km dengan lebar 2,5 m hanya Rp270 juta. (sin)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Industri

  • Pembangunan Masif Infrastruktur Demi Tak Kalah dari Negara Tetangga
  • Kamboja Bakal Tiru Indonesia Kembangkan Produk Halal
  • Menkop Puspayoga Serahan Bantuan ke Wirausaha Pemula
  • PG Gorontalo Targetkan Produksi Gula 58 Ribu Ton
  • Menko Darmin Genjot Industri Garmen dan Tekstil Perkuat Ekspor RI
  • Menaker: Manfaatkan Medsos untuk Kembangkan Bisnis
  • Menkeu Sri Mulyani Optimistis Indonesia Bisa Keluar dari Middle Income Trap
  • BI Perkuat Peran Kantor Perwakilan Luar Negeri Untuk Genjot Investasi
  • Sinergi Pemerintah-IWAPI Mampu Tekan Inflasi
  • Kementerian PUPR Bangun Empat Arena Olahraga di Papua
  • KKP Jalin Sinergi Tekan Biaya Logistik Perikanan
  • Kabupaten Muba Kembangkan Komoditas Kelapa Sawit
  • 70 Persen Rest Area Jasa Marga untuk UMKM
  • Perjanjian Dagang dengan Australia Selesai Tahun Ini
  • Kementan Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa Polbangtan Manokwari
  • Kementan Dekatkan Petani dengan Konsumen Melalui Pasar Tani
  • Sinergi BUMN Pemastian Kualitas Produk dan Jasa
  • Menperin Airlangga Janji beri Kemudahan Impor Mesin Industri Tekstil
  • Tanri Abeng: Langkah Jokowi Bangun Infrastruktur Sudah Tepat
  • Menperin Optimistis Produk Kakao Kompetitif di Pasar Ekspor