Optimalkan Pasar Rakyat Diusung Kemendag Lewat Revitalisasi

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-02-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya mengoptimalisasi pasar rakyat salah satunya dengan melakukan revitalisasi pasar. Hal ini lantaran pasar rakyat dinilai memiliki peranan yang strategis dari aspek ekonomi dan aspek sosial budaya. Dari aspek ekonomi, pasar rakyat berperan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi dan pajak daerah.

“Revitalisasi Pasar Panorama dilaksanakan melalui skema kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan investor pada tahun 2017. Upaya mengoptimalisasi Pasar Panorama ini bertujuan agar para pengunjung yang datang merasa nyaman,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti di Jakarta, Senin (12/2/2019).

Sambung dia menjelaskan, peninjauan ke pasar rakyat merupakan tugas rutin yang dilakukan Kemendag. Di samping itu, Kemendag juga memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) pasar rakyat. "Pasar-pasar yang sudah ada atau yang sudah direvitalisasi diharapkan dapat memenuhi SNI pasar rakyat," tandasnya.


Sedangkan dari aspek sosial budaya, menurut Tjahya, pasar rakyat merupakan tempat untuk berinteraksi dalam masyarakat. Mekanisme tawar menawar harga yang terjadi dalam pasar rakyat merupakan sarana komunikasi langsung antara penjual dan pembeli hingga tercipta keakraban.

“Pasar Panorama terletak di daerah ramai wisatawan yaitu Lembang. Untuk itu, Pasar Panorama bisa menarik para wisawatan, misalnya dengan menjual produk unggulan daerah Lembang,” imbuhnya


Pasar rakyat, lanjutnya juga memiliki peran untuk menyerap tenaga kerja guna mengurangi tingkat pengangguran. “Pasar berperan sebagai indikator harga yang menjadi acuan pergerakan tingkat kestabilan harga kebutuhan pokok dan tingkat inflasi. Sehingga pasar merupakan urat nadi yang menopang perekonomian di daerah,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan, harga bahan pokok (bapok) di Pasar Panorama aman terkendali. “Sesuai dengan perkiraan kami, harga bapok di sini cukup stabil. Bahkan untuk beberapa komoditas seperti cabai dan bawang harganya menurun. Secara keseluruhan pun harga bapok di Jawa Barat terpantau aman hingga pemilihan presiden nanti,” pungkas Tjahya. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Ada Kemarau Panjang, BI Optimis Inflasi Tetap di Bawah 3,5 Persen
  • Korea Selatan Bakal Perluas Investasi Teknologi di Indonesia
  • Kemendes Digitalisasi Desa di Kabupaten Lombok
  • Gubernur BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Lebih Baik
  • Presiden Jokowi Mengapresiasi Operasi Kapal Ternak
  • Pemkab Tabanan Galakkan BUMDes dan BUMDes Bersama
  • KKP Minta Industri Kencangkan Serapan Garam Lokal
  • Presiden Jokowi Banggakan Garam NTT Lebih Bagus dari Produk Impor Australia
  • Pemerintah Semakin Gencar Lakukan Relaksasi ke Dunia Usaha
  • Pemerintah Pastikan Industri Serap Garam Lokal
  • Rata-Rata Pendapatan Masyarakat Desa Meningkat
  • Petani Padi Serasi Siap Diikutkan Asuransi Usaha Tani Padi
  • Per Agustus, Produksi Garam Rakyat Capai 197.000 Ton
  • KKP Kirim Tim Pastikan Petambak Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina Raih Ganti Rugi
  • Pabrik Pakan Ternak Komitmen Gunakan Bahan Baku Lokal
  • Dua Pekan Terakhir, Industri Serap 100 Ribu Ton Garam Lokal
  • KKP Dorong Industri Serap Seluruh Garam Lokal
  • Maksimalkan Sawit, Posisi Tawar Indonesia Bisa Meningkat
  • Mendes PDTT: Pedesaan Punya Potensi Usaha yang Besar di Berbagai Bidang
  • Presiden Jokowi Bakal Panen Garam dan Bagi Sertifikat Tanah di Kupang