Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Harga Premium Turun, Pertamina Jamin Pasokan

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-02-12
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Keputusan pemerintah menurunkan harga bahan bakar baik non subsidi maupun menurunkan harga Premium merupakan langkah yang wajar di tengah kondisi harga minyak dunia yang memang sedang anjlok. Meski penurunan Premium tidak signifikan apalagi hanya terjadi di Jawa Madura dan Bali, namun Pertamina menjaminan pasokan ketersediaan Premium.

 

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, berkomitmen bahwa Pertamina akan tetap menjaga pasokan Premium di seluruh Indonesia. Meski memang diakui Nicke tidak semua SPBU Pertamina menyediakan Premium.

"Kalau seluruh SPBU Pertamina 4.000-an jual Premium kok, 80 persen. Kalau ada kelangkaan nanti kita tindak lanjuti. Nggak ada kebijakan pengurangan dan penghilangan Premium," ujar Nicke, Senin (11/2).

Nicke menjelaskan selama setahun Pertamina mendapatkan kuota untuk menyalurkan Premium sebesar 10,5 juta kiloliter pada 2019 ini. Angka ini sama dengan jumlah kuota pada 2018 lalu.

"Kalau memang ada kelangkaan, laporkan saja. Nanti kami siapkan pasokannya," ujar Nicke.

Meski dinilai berdampak yang tidak signifikan, namun bagi dunia usaha, penurunan harga BBM sedikit banyak akan berpengaruh. Sebab, dunia usaha sangat terpengaruh jika ada gejolak harga meski hanya Rp 100 per liter.

Ketua Kadin Bidang Energi, Bobby Gofur menjelaskan dari dunia usaha sendiri penurunan harga BBM sangat berpengaruh pada dunia usaha. Karena kerap kali dunia usaha memakai bahan bakar dengan jumlah yang banyak.

"Ya memang mayoritas kami kalau bicara industri pasti hubungannya dengan Solar. Sayangnya Solar kan nggak bergerak harganya. Namun Premium turun Rp 100 di jawa, cukup signifikan kalau untuk dunia usaha," ujar Bobby, Senin (11/2).

Bobby menjelaskan salah satu dampak dengan turunnya harga Premium maupun Pertamax sangat berdampak pada ongkos operasional dunia usaha. Bobby juga berharap dengan adanya formula baru penentuan harga BBM bisa membuat iklim dunia usaha menjadi lebih pasti dan tidak ada monopoli harga.

"Namun, dari sisi operasional tentu ini sangat baik untuk kami. Karena Premium dan Pertamax turun. Kami sih selaku pengusaha mendukung saja format baru perhitungan harga ini. Menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan iklim usaha yang fair," ujar Bobby. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Energi

  • PLN Jamin Listrik Tak Padam Saat Debat Capres Kedua
  • Titik Ketujuh BBM Satu Harga di Kalimantan Utara Dibuka
  • Pemerintah Sebut Penggunaan B20 Mengurangi Impor Gas
  • Terobosan Jokowi Kurangi Impor BBM di Masa Depan
  • Daya Saing Investasi Migas Indonesia Meningkat
  • Pembangkit Kedua PLTU Cirebon Dijadwalkan Beroperasi 2022
  • PLN Tambah 736 MW Pembangkit EBT
  • Stok Gas Melon Garut Dipastikan Aman
  • BPPT akan Optimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
  • PLN Meulaboh Segera Aliri Listrik ke Desa Sikundo
  • 173 Desa di Sumatra Utara akan Dialiri Listrik
  • Harga Premium Turun, Pertamina Jamin Pasokan
  • PLN Jajaki Pasar Baru Untuk Tingkatkan Konsumsi Listrik
  • Pemerintah Siapkan 1,2 Juta Sambungan Listrik Gratis
  • Kementerian ESDM Tindak Tegas Operator SPBU Nakal
  • Pertamina Bangun 22 SPBU BBM Satu Harga di Sumatra
  • Pemerintah Turunkan Harga BBM Nonsubsidi
  • 14 Ribu Keluarga di Cianjur Dapat Listrik Gratis
  • Kementerian ESDM Tetapkan Harga Jual Eceran BBM Nonsubsidi
  • Kementerian ESDM Serahkan 300 Unit PJU-TS untuk Sulut