Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Kementan: Wajib Tanam RIPH tak Hambat Pasokan Bawang Putih

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-02-12
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian menyatakan kebijakan wajib tanam dalam penerbitan Rekomendasi Impor  Produk Hortikultura (RIPH) bertujuan mengajak importir berperan membangkitkan kejayaan bawang putih di tanah air. Dengan begitu diharapkan ketergantungan terhadap bawang putih impor bisa dikendalikan. Manfaat wajib tanam sangat dirasakan oleh petani di sentra-sentra bawang putih mulai dari Aceh hingga Papua.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab mengaku heran dengan pihak-pihak yang menyebut aturan wajib tanam merugikan petani.

"Kebijakan wajib tanam terbukti mampu membangkitkan kembali sentra-sentra bawang putih di dalam negeri. Silakan cek di lapang, bagaimana petani menyambut baik aturan ini. Kalau dianggap memberatkan pengusaha saya rasa tidak karena kenyataannya lebih dari 40 importir bisa menyelesaikan kewajibannya. Soal ketentuan administrasi wajib tanam, prinsipnya importir hanya diminta melaporkan apa yang mereka laksanakan sesuai kenyataan di lapangan. Selama mereka tanam beneran, nggak ada yang sulit,” kata Ismail.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik menegaskan, pergerakan harga bawang putih masih normal. "Akhir tahun pemerintah menerbitkan izin impor sebanyak 150 ribu ton. Dengan asumsi kebutuhan 50 ribu ton per bulan, seharusnya stok aman sampai Maret ini,” ujarnya.

Pantauan harga di Pasar Induk Kramat Jati tidak menunjukkan fluktuasi harga yang berarti. Pada Senin,(11/2) harga di PIKJ berkisar Rp 17 ribu, di eceran DKI Jakarta Rp 25 ribu. "Februari tahun lalu malah mencapai Rp 40 riba, jika dibanding tahun ini jauh lebih rendah. Jadi aturan RIPH mana yang menghambat dan menyebabkan harga tinggi? Tidak betul itu,” ungkapnya.

Diketahui RIPH 2018 telah diterbitkan untuk 122 perusahaan dengan total pengajuan 1 juta ton. Izin impor yang terbit mencapai 600 ribu ton, sedangkan kebutuhan nasional hanya 500 ribu ton. "Sisanya? Kami akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan agar segera menelusuri realisasi impor dan stok bawang putih," tutup Yasid. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Tanaman Pangan

  • Mentan Amran Minta Data Pangan Tidak Dipolitisasi
  • Mentan: Harga Beras Indonesia Bukan Termahal di Dunia
  • Memperkuat Investasi Gudang Pangan
  • Ekonom IPB: Jokowi Berhasil Kendalikan Harga Pangan
  • Produksi Jagung di Kabupaten Pandeglang Terus Meningkat
  • Produksi Beras Hingga Maret 14,29 Juta Ton
  • Atasi Kelangkaan Jagung, Pemerintah Perbaiki Data
  • Temanggung Siap Gelontorkan 9 Ribu Ton Benih Bawang Putih
  • Bulog Sortir Beras yang Turun Mutu
  • Program Serasi Disiapkan Garap Potensi Lahan Rawa di Lampung
  • 650 Hektare Tanaman Jagung di Kolaka Timur Siap Panen
  • Padi Indonesia Sukses Ditanam di Brunei Darussalam
  • Sultan Brunai Puji Varietas Padi dari Indonesia
  • Lahan Berbatu di Wonogiri Hasilkan Panen Raya Jagung
  • Kementan: Wajib Tanam RIPH tak Hambat Pasokan Bawang Putih
  • Pemerintah Dorong Kualitas dan Peningkatan Produksi Jagung
  • Bulog Karawang-Bekasi Targetkan Serap Beras 23 Ribu Ton
  • Panen Raya Jagung di Gunungkidul Capai 4,9 Ton Per Hektare
  • Tim Sergap Lampung Kejar Target Serapan 81.358 Ton
  • Bawang Putih Sembalun Didorong Jadi Stok Nasional