Bos BI: Nilai Tukar Rupiah Masih Berpotensi Terus Menguat Stabil

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2019-02-23
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Nilai tukar Rupiah mengalami tren penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dalam beberapa hari terakhir ini. Namun, penguatan Rupiah tersebut dinilai masih kemurahan atau undervalued.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, nilai tukar Rupiah terhadap USD masih berpotensi untuk terus stabil menguat ke depannya.

"Nilai tukar Rupiah ke depan akan bergerak stabil dan Rupiah saat ini masih undervalued," kata Perry saat ditemui di Masjid BI, Jakarta, Jumat (22/2).

Perry mengungkapkan, ada 4 faktor yang akan menjadi pendorong stabilitas Rupiah di tahun ini.

"Jadi ke depan stabilitas Rupiah akan didukung oleh 4 hal, yakni masuknya aliran modal asing tambah suplai valas (valuta asing) dalam negeri, kedua fundamental ekonomi lebih baik dari sisi pertumbuhan, inflasi rendah dan CAD yang juga menurun," ujarnya.

Perry mengungkapkan, ada 4 faktor yang akan menjadi pendorong stabilitas Rupiah di tahun ini.

Selain itu, kenaikan suku bunga AS atau FFR yang dilakukan oleh The Fed tidak akan seagresif tahun lalu. Hal itu membuat posisi Rupiah semakin aman di pasar. "Tentu saja ketiga FFR yang kan lebih rendah semula 3 kali, kemudian diturunkan 2 kali dan diperkirakan tahun ini hanya naik 1 kali FFR," jelasnya.

Terakhir adalah mekanisme pasar yang dinilai semakin membaik. "Keempat mekanisme pasar yang terus semakin baik, baik di swap, dan DNDF (Domestic Non Deliverable Forward)," tutupnya.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada perdagangan Jumat ini. Rupiah kemungkinan melemah ke level 14.080 per USD hingga 14.100 per USD.

Mengutip Bloomberg, Jumat (22/2), Rupiah dibuka di angka 14.077 per USD, melemah tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.070 per USD.

Sejak pagi hingga siang hari ini, Rupiah bergerak di kisaran 14.070 per USD hingga 14.085 per USD. Jika dihitung dari awal tahun, Rupiah masih menguat 2,17 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), Rupiah dipatok di angka 14.079 per USD, melemah tipis jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.057 per USD. (mer)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Jelang Ramadan, KSSK Jamin Ketersediaan Uang Tunai
  • Pemilu Damai Turut Jaga Stabilitas Sistem Keuangan
  • Stabilitas Sistem Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Domestik Terjaga
  • IHSG Selasa dibuka naik 5,42 poin
  • Dubes optimistis kerja sama keuangan dongkrak pertumbuhan ekonomi
  • Rupiah Terus Perkasa Respons Hasil Hitung Cepat Pilpres 2019
  • Rupiah Menguat Sebagai Respons Hitung Cepat Pemilu
  • BI: Struktur Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Sehat
  • Cadangan Devisa Indonesia Bertambah
  • Analis: Rupiah Stabil Jelang Hari H Pemilu
  • Jelang Ramadhan dan Lebaran BI Jamin Ketersediaan Uang Tunai
  • BI Optimis Banyak Dana Masuk ke Indonesia Usai Pemilu
  • Harga Bahan Pokok Terjaga, Inflasi Maret Hanya 0,11%
  • BI Perkirakan Inflasi Sebesar 0,14% di Akhir Maret 2019
  • BI Yakini Rupiah Terus Menguat hingga Akhir Tahun
  • Utang Tak Masalah Asal untuk Hal Produktif
  • Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Terjaga di Tahun Politik
  • BI: Utang Luar Negeri Tetap Terkendali
  • Rating Utang Indonesia Tetap, Gubernur BI Sebut Bukti Ekonomi RI Kuat
  • Menteri Darmin Yakin Cadangan Devisa Bakal Tembus USD 130 M