Pemerintah Gabung Replanting Kebun Karet dan Pengolahan Kayu

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2019-03-03
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah mengkaji integrasi kegiatan peremajaan kembali (replanting) perkebunan karet dengan industri pengolahan kayu. Dengan sistem terintegrasi, penjualan kayu pohon karet dapat digunakan sebagai dana untuk melakukan peremajaan lahan.

"Kayu karet kan bisa diolah oleh industri pengolahan menjadi kayu vinir atau kayu lapis, kayu cip (keping kayu)," ujar Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Kementerian Pertanian Irmijati Rachmi Nurbahar usai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (1/3).

Untuk mewujudkan sistem terintegrasi tersebut, pemerintah akan melakukan kajian terperinci. Kajian itu meliputi pemetaan lokasi, luasan lahan, potensi kayu yang diolah hingga investasi yang dibutuhkan.


"Ini masih awal banget. Timnya lagi disusun," ujarnya.


Dengan sistem terintegrasi, penjualan kayu karet dapat digunakan sebagai dana untuk melakukan peremajaan lahan.

Peremajaan lahan karet merupakan salah satu strategi jangka panjang pemerintah untuk menjaga produktivitas dan stabilitas harga.

Selama ini, replanting baru dilakukan sekitar 6 ribu hektare (ha) per tahun dari total lahan perkebunan karet yang mencapai 3,6 juta ha. Hal itu tak lepas dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terbatas yaitu berkisar Rp6 juta per ha.

"Bantuan kami tidak sepenuhnya. Hari Orang Kerja (HOK) petani tidak kami bantu. Anggaran untuk benih, pupuk tidak sepenuhnya, dan pestisida sedikit," ujarnya.


Irmijati tak menyebutkan besaran biaya peremajaan lahan perkebunan karet. Namun, sebagai gambaran, biaya peremajaan lahan sawit menghabiskan Rp25 juta per ha.

Ke depan, pemerintah akan mengakselerasi replanting perkebunan karet sehingga bisa mencapai 700 ribu ha dalam lima tahun. Sebagai gambaran, lahan seluas 1 ha bisa ditanami 500 batang pohon karet.

Untuk mencegah kelebihan pasokan karet di masa depan, pemerintah memiliki program hanya 60 persen dari lahan peremajaan yang akan ditanami karet. Sisanya, petani bisa menanam tanaman perkebunan lain seperti cokelat maupun hortikultura. (cnn)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Toraja Berencana Kembangkan Penangkaran Bibit Kopi
  • Mentan Bagikan 700 Ribu Bibit Unggul Kopi di Tanah Toraja
  • Mentan Dorong Hilirisasi Kakao dan Kopi
  • Mentan Ingin Rempah dan Kakao Kembali Berjaya
  • Program Peremajaan di Luwu Raya Kembalikan Kejayaan Rempah dan Kakao
  • Petugas KLHK Temukan Kebun Sawit Ilegal 206 Hektare
  • KLHK Targetkan Verifikasi 30.000 ha Hutan Adat
  • Sudah Tetapkan 7 Hutan Adat, KLHK Siapkan 6 Hutan Adat Lagi
  • Peremajaan Kebun Karet Ditarget Capai 700.000 Ha
  • KLHK Tetapkan 7 Hutan Adat Baru
  • Pemerintah Gabung Replanting Kebun Karet dan Pengolahan Kayu
  • Kementan Bidik Peremajaan 200.000 Ha Kebun Sawit Rakyat
  • PTPN Targetkan Serap 14 Ribu Ton Karet Petani Lokal
  • KLHK Tingkatkan Pengawasan Illegal Logging
  • Jokowi Serahkan 42 SK Hutan Sosial untuk 8.941 KK di Jawa Barat
  • Petani Ciamis Gembira Terima Bibit Durian dari Presiden
  • Kementan Gaet Investor Kembangkan Lahan Tebu di Kalteng
  • Kementan Bantu Petani Solok Selatan Kembangkan Arabika
  • Angkat Potensi Industri Kelapa di Gorontalo Lewat Program Terpadu
  • Program Pembasahan Gambut Diklaim Kurangi Kebakaran Hutan