Lahan Kering di Purwakarta Potensial Jadi Areal Padi Gogo

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Pertanahan | 2019-03-04
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, melansir ada 30 ribu hektare lahan kering yang ada di wilayah ini. Lahan tersebut, mayoritas belum bisa dimanfaatkan. Padahal, lahan mati itu cukup potensial menjadi areal pertanian padi gogo (huma).

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan, mengatakan dari 30 ribu hektare lahan itu ada yang milik masyarakat, ada yang bentuknya masih tegalan. Serta, ada juga milik perkebunan rakyat dan hutan rakyat. Namun, jika dimanfaatkan dengan baik, lahan tersebut cukup potensial.

"Kami ingin mendorong, supaya lahan kering itu bisa dimanfaatkan," ujar Agus, Ahad (3/3).

Agus menyebutkan, dari 30 ribu hektare itu yang telah dimanfaatkan baru 5.000 hektare. Lahan tersebut, sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, sebagai ladang padi gogo. Jadi, setiap musim penghujan ada penambahan luasan tanam, dari lahan kering ini seluas 5.000 hektare.

Sedangkan, yang masih berbentuk tegalan yaitu 9.500 hektare. Serta, perkebunan dan hutan rakyat seluas 15.500 hektare. Jika, tegalan, perkebunan dan hutan rakyat itu bisa dimanfaatkan, terutama jadi areal padi gogo, maka hasilnya bisa optimal.

Saat ini saja, lanjut Agus, lahan kering yang biasa ditanami padi gogo, hasil produksinya mencapai empat ton per hektarenya. Namun, khusus untuk padi gogo ini, bukan hanya soal kuantitas produksinya melainkan soal kualitas dan rasanya.

"Rasa dari padi gogo ini sangat enak. Serta, kalau dimasak, meskipun dimakannya sedikit cepat mengenyangkan," ujar Agus.

Karena itu, petani zaman old lebih suka menanam padi gogo. Meskipun masa tanamnya cukup lama, yaitu antara enam sampai delapan bulan, tetapi kualitasnya sangat baik. Bahkan, padi gogo ini bagus untuk kesehatan. Terutama, yang lagi menjalani diet sehat.

Selain bisa ditanami padi, lanjut Agus, lahan kering tersebut cocok juga untuk tanaman hortikultura. Seperti, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar.

Sementara itu, Ateng (52 tahun) petani asal Desa Selaawi, Kecamatan Pasawahan, mengaku, lebih senang menanam padi gogo. Alasannya, karena padi gogo pemeliharaannya tidak sulit. Serta, nasi yang dihasilkannya dinilai jauh lebih enak ketimbang padi sawah.

"Karena sudah biasa tanam padi gogo, rasanya juga lebih enak dan mudah kenyang," ujar pemilik lahan 0,5 hekatare ini.

Untuk varietas, lanjut Ateng, dirinya memiliki yang lokalan. Sebab, varietas lokal banyak tersedia di kalangan petani. Serta, harganya juga jauh lebih murah. Selain itu, tanam padi gogo bisa ditumpangsarikan dengan tanam lainnya. Seperti, kacang tanah atau ubi kayu (singkong). (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Pemerintah Akan Redistribusi 2,4 Juta Ha Lahan
  • Kementan Bersama TNI Terus Genjot Program Cetak Sawah Baru
  • Sertifikasi Lahan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Perdesaan
  • Kementan Minta Lahan Pasang Surut di Banyuasin Selesai Akhir Mei
  • 15.000 ha Lahan di Aceh Potensial Jadi Ladang Garam
  • Peremajaan Gambut Ditargetkan Capai 1 Juta Hektare pada 2019
  • Menteri Basuki Yakin Pembebasan Lahan Adat Jembatan Holtekamp Bisa Diselesaikan
  • BRG Ungkap Potensi Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Sawah
  • Lahan Sudah Legal, Petani dan Polisi Hutan Tak Lagi Kucing-kucingan
  • Menteri Sofyan Bagikan 20 Ribu Sertifikat Tanah di Batam
  • Mentan Sebut Program Cetak Sawah Naik 400% Dibanding 2014
  • Jokowi Bagikan 2.081 Sertifikat Tanah di Bangka Belitung
  • Pemerintah Jokowi Siapkan Lahan 10 Hektare Bangun Kampus di Serpong
  • Kementan Siap Beri Bantuan untuk Lahan Sawah Baru di Cianjur
  • Pengelolaan Air dalam Optimasi Lahan Rawa di Sulsel
  • Mentan Optimalisasi Lahan Rawa Lebak di Wajo
  • Lahan Kering di Purwakarta Potensial Jadi Areal Padi Gogo
  • Berkat Embung dan Irigasi Tersier, Lahan Marginal Kembali Produktif
  • Jokowi Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah ke Warga Jaksel
  • Kementan Dorong Pemda Keluarkan Regulasi Perlindungan Lahan Pertanian